Berani Bermimpi, Berani Gagal, Belajar Ridho

Assalamu’alaikum 🙂

Aku nggak pernah meragukan kekuatan mimpi. Bagiku, mimpi adalah hal yang membuat kita semangat untuk bangkit dari kasur setiap pagi setelah membuka mata. Mimpi adalah hal yang membuat kita berani untuk keluar dari zona nyaman, menghadapi semua tantangan di depan demi membuatnya terwujud. Mimpilah yang membuat hidup jadi bergairah. Tanpa mimpi, hidup akan berubah jadi rutinitas semata yang sama sekali nggak menuntut kita untuk berkembang.

Maka dari itu, aku senang bermimpi. Alhamdulillah, aku dibesarkan oleh keluarga yang sangat mendukungku untuk bermimpi. Dalam bentuk apapun. Entah sengaja atau tidak, kedua orangtuaku telah menanamkan hal tersebut semenjak aku kecil.

Sebenarnya, yang mereka lakukan cukup sederhana. Mereka ‘hanya’ membiarkanku mengeksplor dunia. Tidak terhitung berapa meter dinding rumah yang penuh coretan masa kecilku. Mereka nggak marah melihat rumahnya jadi artistik begitu. Pun tidak terhitung berapa kilogram tepung yang sudah aku hambur-hamburkan, aku campur air, aku jadikan pengganti plastisin, yang seharusnya adalah bahan kue dagangan mereka.

Continue Reading

Advertisements

Mengapa Susah Sekali?

Assalamu’alaikum wr.wb.

Topik tulisan ini sebenarnya sedikit lucu dan kontradiktif. Aku akan menulis tentang ketidakmampuanku  menulis. Sebuah kenyataan yang terpampang nyata jika pembaca mengamati bahwa tulisan terakhirku di blog ini dibuat Juni 2017 lalu. Itu pun berisi rangkuman dari video yang aku unggah ke youtube untuk membantu teman-teman mempersiapkan OSN 2017. Blogpost yang nyata-nyata berisi buah pemikiran yang kususun dengan matang, tampaknya terakhir aku buat bulan Maret lalu.

Padahal, aku mengecap berbagai momen yang luar biasa banyak, unik, dan life-changing selama rentang waktu aku tidak menulis itu. Lalu, apa yang menghalangiku merangkai kata dan membuat beberapa blogpost sederhana?

Jawabannya: kejenuhan. Ya, aku jenuh dengan rutinitas yang aku buat sendiri. Semenjak OSN 2014 yang mana merupakan OSN keduaku, aku sudah menuliskan pengalaman OSNku di blog ini. Pembaca masih sangat bisa membacanya, bahkan sudah kurapikan sehingga navigasi menuju ke tulisan-tulisanku tentang OSN, Pelatnas dan lain sebagainya bisa dengan mudah diraih melalui tab ‘Olimpiade’.

Continue Reading

Saatnya Berbagi! (Tips dan Trik OSN)

Assalamu’alaikum!

Wah, nggak kerasa ya, kurang dari dua minggu lagi, gelaran OSN 2017 akan segera dimulai. Gimana nih, perasaan teman-teman yang sudah terpanggil untuk menjadi peserta OSN 2017? Pastinya senang, namun juga super deg-degan, ya? I know that feeling so well. Yang jelas, semoga kegiatan belajarnya nggak mengganggu makan opor dan silaturahim saat Lebaran nanti … hehe.

Menanggapi pertanyaan seputar cara belajar, tips dan trik OSN yang sering sekali aku dapatkan, aku berinisiatif untuk menjawab semuanya. Tapi, yang biasanya aku tuangkan lewat tulisan, aku ingin mencoba hal baru. Hm, apa tuh hal barunya?

Kali ini, aku bekerja sama dengan lembaga Konsultan Olimpiade Sains Nasional yang udah saaaaangat berpengalaman dalam bidang per-olimpiade-an ini; pelatihan-osn.com! Aku membuat 3 video yang bisa teman-teman temukan di channel youtube Pelatos (nama bekennya pelatihan-osn.com). By the way, aku juga alumni Pelatos loh, untuk mempersiapkan OSN SMA 2015 dulu 😀 .

Oke deh, yuk kita bahas satu-satu apa saja konten yang bisa teman-teman dapatkan dari menonton ketiga video tersebut! 🙂

Continue Reading

(Masih) Belajar Menjadi Muslim

Assalamu’alaikum!

Teman-teman sekalian, perkenankanlah aku mengungkapkan suatu kisah yang sudah tersimpan lama di lubuk hati ini. Dan, karena semua hal yang terjadi belakangan, rasanya jari sudah gatal untuk menuliskannya, bahkan dalam keadaan Pelatnas :’D Hehehe. Hitung-hitung menghindari semakin banyak debu menumpuk di blog ini, ya.

Aku sedang dan masih belajar menjadi muslim. Dan, salah satu guruku belajar menjadi muslim yang lebih baik, adalah, percaya atau tidak, teman-temanku yang bukan muslim.

Bagaimana bisa begitu? Mari kuceritakan latar belakangku sejenak.

Aku lahir dari keluarga muslim yang, sangat kusyukuri setiap saatnya, selalu berusaha mendalami Islam lebih baik. Singkat kata; keluarga yang islami. Aku pun dibesarkan di lingkungan dengan mayoritas muslim, masuk ke sekolah dasar Islam, lalu bersekolah di SMP dan SMA umum, namun sekali lagi dengan mayoritas muslim. Bahkan, selama aku bersekolah di SMP dan SMA-ku sekarang, kebetulan sekali angkatanku 100% muslim.

Perkenalanku dengan teman-teman yang menganut agama berbeda dimulai dari keikutsertaanku dalam Olimpiade Sains Nasional saat SD. Berlanjut ke SMP, lalu SMA. Sempat aku merasa kaget, namun cepat juga menjadi terbiasa. Indonesia negara dengan mayoritas muslim. Tapi khusus dalam ajang-ajang olimpiade seperti itu, acapkali muslim menjadi minoritas.

Continue Reading

Hafalan Al-Qur’an, Kampus Impian, atau OSN?

Assalamu’alaikum.

Ada dua pertanyaan besar. Pertanyaan yang mungkin akarnya sedikit berbeda. Satu lebih ke’duniawi’an, satunya lagi lebih ke’akhirat’an (aduh, bahasa apapula itu… hehe).

Mana yang lebih penting? Kampus idaman atau OSN?

Mana yang lebih penting? Hafalan Al-Qur’an atau OSN?

Aku bukan berada di pihak yang dilanda dilema tersebut. Tapi, aku mendengar (atau juga membaca) penuturan dari mereka yang benar-benar merasakan kegalauan membagi fokus. Para kelas 12 yang memandang ke depan; tidak lagi melihat Pelatnas adalah sesuatu yang menjajikan. Para hafidz, hafidzah, maupun calon hafidz dan hafidzah; mempertanyakan harga sekeping medali dibanding hafalan Al-Qur’an yang mati-matian mereka jaga dan tingkatkan.

Continue Reading

Tentang Rasa, Asa, dan Cita (Jilid 1: Bagian 2)

Assalamu’alaikum!

Sebelum membaca bagian ini, silakan membaca Bagian 1 terlebih dulu 🙂

Setiap orang memiliki alasan dibalik hal yang dia lakukan. Salah satu tahap menuju pribadi yang lebih dewasa adalah, mencoba untuk melihat hidup dari kacamata orang lain. Supaya tumbuh rasa simpati sekaligus mengurangi keegoisan diri. Semoga teman-teman pembaca mendapat pesan tersebut setelah membaca kisah ini 🙂

Happy reading!

Continue Reading

Tentang Rasa, Asa, dan Cita (Jilid 1: Bagian 1)

Assalamu’alaikum!

Sesuatu yang selalu menjadi bagian dari diriku adalah menulis. Mungkin banyak pembaca blog ini yang sudah tidak asing lagi dengan puluhan entri yang isinya tidak jauh-jauh dari; kaleidoskop pengalamanku mengikuti berbagai even olimpiade diselingi oleh beberapa tulisan yang berupa pemikiranku tentang suatu hal.

Yah, semua itu memang masuk kategori sebuah tulisan, sih. Namun, salah satu sisi ‘menulis’ yang belakangan sempat tidak tersentuh olehku adalah … menulis prosa.

Aku dibesarkan dengan membaca berbagai novel. Perkenalanku dengan dunia perbukuan pun berawal dari sebuah novelku yang diterbitkan saat aku berusia sepuluh tahun. Well, sudah enam tahun berlalu semenjak hari penuh kenangan aku menerima paket pos berisi bukuku. Hm, hal yang sama mungkin akan terjadi tidak dalam waktu dekat ini .. hehe. Untuk mengobati rasa rinduku terhadap penulisan prosa, aku akan berbagi sebuah novelet yang sudah kuselesaikan sekitar tiga bulan yang lalu, namun mandeg tak tersentuh apapun selain menjadi bacaan untuk kedua orangtuaku.

Aku sangat menyadari bahwa kemampuan menulisku masih penuh kekurangan sana-sini, pun pemilihan diksi yang kugunakan mungkin terkesan monoton. Maka dari itu, feedback dari pembaca sekalian teramat sangat aku nantikan 🙂 .

Novelet ini berkisah tentang  petualangan seorang gadis di tahun pertamanya menjadi seorang anak SMA. Nah, kenapa novelet? Karena, aku merasa kisah ini terlalu pendek untuk disebut novel, tapi terlalu panjang juga untuk digolongkan sebagai cerpen. Jadilah novelet. Tapi, aku berpikir untuk melanjutkan petualangan tokoh utama pada tahun kedua dan ketiganya di SMA. Itulah alasan kenapa bagian ini termasuk ‘Jilid 1’. Jika memungkinkan, akan ada jilid-jilid selanjutnya. Dan ketika itu terwujud, mungkin saat itu tulisan ini sudah layak disebut ‘novel’. Hehe.

Tentang Rasa, Asa, dan Cita. Judul tersebut sudah merangkum apa yang akan pembaca temukan disini. (Ups, persis seperti entri sebelumnya tentang seri OSN 2017 yang terakhir ya? Hehehe)

Happy reading! 🙂

Continue Reading