Integrated Automatic Hand Soap Dispenser

Hi there!

Post kali ini adalah untuk memenuhi Ujian Tengah Semester mata kuliah Embedded System. Kami diminta untuk mengajukan rancangan sistem embedded yang dapat memecahkan suatu masalah di ITB. Untuk menemukan idenya sendiri aku tidak terlalu kesulitan, sih. Karena ternyata memang banyak banget hal-hal yang aku keluhkan tentang fasilitas di ITB, hehe. Tapi tenang, aku akan berusaha menyumbang ide untuk memecahkan masalah yang ada, supaya nggak mengeluh aja. Talk less do more, right?

Identifikasi Masalah

Mencuci tangan dengan sabun adalah tindakan menjaga kebersihan diri yang sangat disarankan oleh praktisi-praktisi kesehatan. Apalagi, awal  2020 ini dunia dihebohkan oleh penyakit menular yang menyerang saluran pernafasan, disebabkan oleh virus, tepatnya jenis coronavirus, dengan nama resmi COVID-19. Penyebaran penyakit tersebut adalah melalui droplets yang dihasilkan oleh saluran pernafasan ketika penderita bersin atau batuk. Mencuci tangan menjadi salah satu tindakan preventif untuk mengurangi penyebaran COVID-19 dan penyakit-penyakit lain.

Sayangnya, meskipun jumlah toilet yang tersebar di Kampus Ganesha Institut Teknologi Bandung terbilang sudah cukup memenuhi kebutuhan civitas akademika dan pengunjung yang beraktivitas di dalam kampus, fasilitas toilet yaitu sabun cuci tangan sering kali tidak tersedia. Keadaan yang sering ditemukan adalah dispenser sabun cuci tangan dibiarkan kosong untuk waktu yang lama. Dalam beberapa kasus, dispenser sabun cuci tangan rusak atau bahkan ada toilet yang tidak memilikinya.

Deskripsi Solusi

Integrated Automatic Hand Soap Dispenser dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Seluruh toilet dan tempat-tempat strategis di ITB, seperti kantin, perlu memasang dispenser sabun yang dapat mengeluarkan cairan sabun tanpa perlu sentuhan tangan pada tombol atau pompa apa pun. Tujuan mencuci tangan adalah menjaga tangan supaya higienis. Maka, dispenser sabun otomatis penting untuk mengurangi sentuhan tangan kepada permukaan peralatan umum yang mungkin saja malah memperbanyak penempelan kotoran dan kuman penyebab penyakit ke tangan.

Automatic Hand Soap Dispenser memiliki sensor infrared untuk mendeteksi benda yang berada dekat dengan mulut dispenser. Jika ada benda dalam jarak dekat, pompa dispenser akan bekerja untuk menekan sejumlah volume sabun cuci tangan keluar.

Integrasi automatic hand soap dispenser memungkinkan petugas sarana dan prasarana yang bertanggung jawab untuk suatu toilet mengawasi ketersediaan sabun cuci tangan. Karena volume sabun yang dikeluarkan setiap satu kali pemompaan adalah sama, setiap dispenser memiliki jumlah pompaan maksimum tertentu, dengan asumsi dispenser diisi sabun hingga kapasitas maksimumnya. Sabun cuci tangan harus diisi ulang sebelum benar-benar habis. Maka, dispenser akan mengitung mundur setiap kali sensor infrared mendeteksi benda dekat. Ketika telah mencapai threshold tertentu, setiap dispenser mengirimkan update ke stasiun sarana prasarana melalui sambungan wifi supaya memunculkan notifikasi untuk pengisian ulang sabun cuci tangan berupa pesan tulisan dan lampu LED yang berkedip-kedip. LED yang terpasang di dispenser sabun juga akan berkedip-kedip ketika telah mencapai threshold.

Spesifikasi Desain Sistem

Untuk membuat prototype Integrated Automatic Hand Soap Dispenser, dibutuhkan alat-alat sebagai berikut.

  1. Mikrokontroler ESP32 sejumlah dua buah.
  2. Sensor PIR sejumlah satu buah untuk mendeteksi perubahan suhu jika ada benda dengan suhu lebih hangat seperti tubuh manusia berada dekat dengan sensor.
  3. LED sejumlah dua buah.
  4. I2C 16×2 LCD Display sebanyak satu buah.
  5. Solenoid kecil.
  6. Tabung dengan ukuran yang sesuai supaya bisa digerakkan oleh solenoid.

Komunikasi yang digunakan antara dua mikrokontroler adalah Client-Server Wifi Communication.

Skenario Solusi

Berikut adalah diagram kerja Integrated Automatic Hand Soap Dispenser.

4

Rancangan Sistem Hardware

Berikut adalah diagram yang menjelaskan bagaimana setiap perangkat keras dalam solusi ini berhubungan.

3

Sedangkan di bawah ini adalah flow chart cara kerja tabung pompa.

2

Rancangan Sistem Perangkat Lunak

Berikut adalah flow chart yang menjelaskan tahapan-tahapan yang berlangsung pada perangkat lunak solusi ini.

1

Demikian rancangan Integrated Automatic Hand Soap Dispenser yang bisa diterapkan di ITB untuk meningkatkan kebersihan diri setiap pengunjung kampus.

5

Terima kasih!

Saatnya Berbagi! (Tips dan Trik OSN)

Assalamu’alaikum!

Wah, nggak kerasa ya, kurang dari dua minggu lagi, gelaran OSN 2017 akan segera dimulai. Gimana nih, perasaan teman-teman yang sudah terpanggil untuk menjadi peserta OSN 2017? Pastinya senang, namun juga super deg-degan, ya? I know that feeling so well. Yang jelas, semoga kegiatan belajarnya nggak mengganggu makan opor dan silaturahim saat Lebaran nanti … hehe.

Menanggapi pertanyaan seputar cara belajar, tips dan trik OSN yang sering sekali aku dapatkan, aku berinisiatif untuk menjawab semuanya. Tapi, yang biasanya aku tuangkan lewat tulisan, aku ingin mencoba hal baru. Hm, apa tuh hal barunya?

Kali ini, aku bekerja sama dengan lembaga Konsultan Olimpiade Sains Nasional yang udah saaaaangat berpengalaman dalam bidang per-olimpiade-an ini; pelatihan-osn.com! Aku membuat 3 video yang bisa teman-teman temukan di channel youtube Pelatos (nama bekennya pelatihan-osn.com). By the way, aku juga alumni Pelatos loh, untuk mempersiapkan OSN SMA 2015 dulu 😀 .

Oke deh, yuk kita bahas satu-satu apa saja konten yang bisa teman-teman dapatkan dari menonton ketiga video tersebut! 🙂

Continue Reading

Frequently Asked Questions: Seputar OSN, Silabus OSN Biologi, Referensi serta Tips dan Trik

Assalamu’alaikum!

Aku selalu merasa diriku fakir ilmu; masih sangat tidak berilmu dan harus banyak belajar. Namun, aku juga merasa diriku sangat beruntung; berada di lingkungan yang mendukung untuk menuntut ilmu dan akses informasi yang begitu mudah.

Untuk itu, aku ingin sekali berbagi sedikit ilmu yang aku punya disini. Aku  yakin, internet menjadi sesuatu yang  mudah didapatkan di abad ke-21. Aku harap, teman-teman di seluruh pelosok Indonesia yang pernah memiliki ketertarikan terhadap Olimpiade Sains Nasional alias OSN, bisa mengambil banyak informasi dari blog ini, dan tulisan kali ini khususnya.

Inilah rangkuman pertanyaan yang sering sekali ditanyakan kepadaku melalui platform ask.fm, tentu saja beserta jawabannya. Aku akan mengulas pertanyaan seputar OSN secara umum, OSN Biologi, dan sekilas mengenai bidang-bidang lainnya. Sehinggga, kalau ada teman-teman yang penasaran akan topik di atas, bisa diintip daftar Frequently Asked Question berikut terlebih dahulu. Siapa tahu jawabannya sudah tersedia bahkan sebelum ditanyakan 😀 .

Bismillah, let’s start! 😉

Continue Reading

Theory: Multitalents Required! ( IJSO: Part 5 )

Assalamu’alaikum.

Medali yang diperebutkan dalam kompetisi IJSO ada dua; medali individu dan tim. Medali individu berupa emas, perak, dan perunggu yang diberikan kepada (secara berurutan) 10%, 20%, dan 30% dari jumlah peserta. Nilai yang digunakan untuk pembagian medali individu ini diambil dari nilai Multiple Choice Question 30%, Theoritical Test 30%, dan Experimental Test 40%. Khusus tes eksperimen, setiap tim yang beranggotakan tiga peserta dari negara yang sama akan mendapat nilai yang sama sesuai nilai eksperimen mereka. Sehingga nantinya, dari nilai eksperimen ini akan ditentukan 3 tim dengan nilai terbaik. Ketiganya akan mendapatkan medali emas, perak dan perunggu sesuai urutan nilai. Penghargaan The Best in Theory juga akan diberikan kepada 3 peserta yang total nilai MCQ + Theoritical Test-nya paling tinggi. Berupa medali emas, perak dan perunggu sesuai urutan nilai.

Nah, seperti yang sudah aku singgung di post sebelum ini, kami terbagi menjadi dua bidang saat OSN: Biologi dan Fisika. Saat TC Tahap 1, peraih medali emas dan perak kedua bidang itu berkumpul untuk memperebutkan tempat 12 besar. Hasilnya pun telah keluar, kedua belas besar yang terpilih melanjutkan ke Tahap 2. Kenyataannya adalah, dari dua belas besar itu, yang basicnya biologi hanya tiga orang: aku, Muti, dan Dean. Dean pun bisa dianggap tidak murni (?) karena keikutsertaannya di OSN Fisika tahun sebelumnya.

Wah, kalau begitu, anak Fisika mendominasi dong, ya? Memang! Terkadang, inilah yang sering menjadi masalah untuk kami anak biologi. Sudah bukan rahasia, sepanjang sejarah IJSO pun, tim Indonesia didominasi oleh anak Fisika. Peraih medali emas pun kebanyakan anak Fisika. Seseorang yang kala itu pernah mematahkan anggapan itu adalah Kak Rahmat Waluyo, peraih medali emas OSN Biologi 2012 dan emas IJSO pada tahun yang sama. Keren ya 🙂

Continue Reading