Tradisi Kebanggaan Kami (OSN 2016: Part 3)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Setelah pengumuman OSN keluar, aku dan teman-teman bolak-balik mengamati lembar demi lembar daftar peserta tersebut. Kami mengamati siapa saja kenalan kami yang lolos, sekaligus nama-nama siswa yang menjadi bagian tim Jawa Tengah pada bidang masing-masing. Teman-temanku berusaha mengontak teman setim mereka untuk berkenalan terlebih dahulu. Sedangkan aku, aku mengamati Biologi Jateng dan …

Eeh… yang benar saja? Aku membelalakkan mata sambil meringis lebar. Berikut adalah daftar tim Jawa Tengah untuk OSN 2016.

Daftar Bio Jateng 1

Daftar Bio Jateng 2

Dari delapan orang teman setimku itu, yang belum kukenal hanya dua orang :’))) Lima orang adalah alumni OSN tahun lalu, bahkan empat dari mereka (Syailendra, Kak Rio, Kak Handika, Kak Bagus) juga anak Pelatnas. Sedangkan Anggit adalah bagian dari tim Biologi Jateng untuk OSN 2014. Aku hanya harus berkenalan dengan adik kelas Kak Fatin dari SMAN 1 Kendal dan seorang anak kelas 8 dari Salatiga. Ini sih, kurang lebih reuni … hehe.

Kali ini, semua bidang OSN membuka kesempatan untuk setiap provinsi mengirimkan maksimal sembilan orang. Jelas saja, Biologi Jawa Tengah nggak bisa membawa sekampung lagi seperti tahun lalu 😀 . Semenjak setiap sekolah diberi batasan untuk mengirimkan maksimal dua siswa per bidang, seingatku mulai tahun 2010, jarang sekali sebuah tim bisa berisi anggota yang jumlahnya dua digit. Eh, nggak tanggung-tanggung, tim Biologi Jateng tahun lalu itu sampai 15 orang! Heran sih, tapi bangga juga. Hehe. Sekaligus agak kesal karena sepanjang Pelatda hingga OSN berakhir, Bio Jateng 2015 nggak pernah mempunyai foto tim yang lengkap. Nyaris lengkap, namun selalu saja ada yang tiba-tiba menghilang : ( . Paling mendekati lengkap adalah ber-14! Ckck.

Setelah penantian sekitar satu minggu, akhirnya kami mendapat kepastian tentang tanggal pelaksanaan Pelatda Jateng. Setiap tahun, Jawa Tengah selalu menfasilitasi siswa yang lolos ke OSN dengan pelatihan selama kurang lebih satu bulan. Well, khusus tahun ini kurang dari sebulan, tepatnya tiga minggu. Pelatda akan dimulai pada 26 April dan akan berlanjut sampai keberangkatan ke Palembang tanggal 15 Mei 2016.

“Eh, kita semua satu hotel lho, di Hotel Citra Dream!”

Kabar menyenangkan itu membuat kami bersemangat. Pasalnya, pada Pelatda 2015, sembilan bidang OSN terpisah di tiga hotel yang berbeda. Kalau bersatu semua kan, pasti asyik! Alhamdulillah.

Mungkin, durasi Pelatda yang cukup panjang setiap tahunnya membuat Pelatda Jateng memiliki tradisi yang telah turun-temurun terpelihara. Apa saja tradisi tersebut?

  1. Bu Titin, seorang official Jateng yang sudah mengurusi OSN dari jaman duluuuuu sekali, selalu menunjuk ketua kelas dan ketua angkatan untuk mempermudah koordinasi.
  2. Lahirnya istilah ‘kambing’. Kambing adalah kependekan dari kakak pembimbing. Sebutan ini populer dikalangan anak Jawa Tengah untuk menyebut kakak alumni yang kembali mengajar.
  3. Setiap bidang OSN di Jateng membuat nama tim yang berlaku untuk tim bidang OSN tahun tersebut.
  4. Setiap tim membuat jaket/sweater/kaos yang kompak dan biasanya bertuliskan nama tim masing-masing.

Kalau bertemu dengan alumni OSN dari kontingen Jawa Tengah, pasti pernah merasakan setidaknya dua dari tradisi di atas. Beneran, deh, tradisi ini membuat Pelatda makin seru 😉 .

Continue Reading

Advertisements

Di Balik Lelah Itu, Ada Kawan dan Usaha (OSN 2015: Part 3)

Assalamu’alaikum 🙂

Alhamdulillah … Kalau mengingat masa-masa SMP yang jomblo banget, sibuk Pelatda OSN sebagai satu-satunya perwakilan dari sekolah, berkecimpung di OSN SMA ini membuatku merasa nggak jomblo lagi 🙂 Eh, maksudnya tetep jomblo, tapi banyak jomblo yang mengumpul jadi solidaritasnya tinggi (?) (Oke, aku nggak serius).

Intinya… Seneng banget, bisa punya teman-teman (atau kakak-kakak?) seperjuangan dari SMA Semesta. Pengumuman OSN kemarin mengungkapkan, ada delapan kakak dan abi yang akan mengikuti OSN 2015. Siapa saja mereka? Tadaaaa…

1. Atika Nur Rochmah: Kimia

2. Ihyar Kurnia: Kimia

3. Margaret Tanjung C: Komputer

4. Abdan Malaka: Kebumian

5. Suwaibatul Annisa: Kebumian

6. Muhammad Salman Alfarizy: Geografi

7. Yunianti Khotimah: Astronomi

8. Noor Rizky Firdhausy: Ekonomi

Sayang seribu sayang, Pelatda Jateng nggak dilaksanakan di tempat yang sama untuk seluruh bidang. Biologi bersama Matematika, Kimia, Kebumian dan Ekonomi, satu penginapan dan melakukan kegiatan belajar mengajar di Universitas Diponegoro. Fisika, Komputer dan Geografi bergabung di tempat menginap dan universitas yang berbeda. Yah, kesembilan bidang itu … Eh, tunggu. Ada yang terlewat? Oh iyaa, Astronomi. Mereka … satu-satunya bidang yang menjalani pembinaan diluar kota Semarang, Salatiga. Hiks, kita LDR ya Kak Yun 😥

Ketakutan kami memang terjadi. Kuota peserta OSN yang biasanya berkisar 90 orang, berkurang menjadi 75 orang per bidang. Uniknya, Biologi menjadi bidang dengan kuota paling besar, 80 orang! Pantas saja sih, karena sistem Pelatnas Biologi agak ribet. Para kelas 10 dan 11 yang mengikuti Pelatnas hasil seleksi OSN tahun lalu diperbolehkan mengikuti OSN, asalkan saat mengerjakan OSP, nilainya memenuhi standar tertentu. Lolosnya anak-anak Pelatnas ini tentu saja menambah ketat persaingan di OSN sendiri.

Continue Reading