Gemerlap OSN yang Penuh Kejutan (OSN 2016: Part 4)

Assalamu’alaikum wr.wb

Pagi itu, 15 Mei 2016.

Aku mengusap mukaku beberapa kali sambil mengedip-ngedipkan mata, berusaha mengusir kantuk yang masih tersisa. Harusnya aku nggak sepede ini untuk tidur nyaris jam satu dini hari, sesalku dalam hati.

Kali ini, lorong hotel Citra Dream pada pukul lima kurang seperempat pagi sangat lebih ramai dari biasanya. Suara obrolan, canda tawa dan gerak gerik banyak orang terdengar dari ruang makan. Aku mendekati arah sumber suara tersebut, mengambil duduk di salah satu kursi ruang makan, lalu mulai menyantap sarapan yang boleh dibilang sangat terlalu pagi. Well, mencoba untuk menyantap sarapan, lebih tepatnya, karena aku belum menemukan appetite jam-jam segini.

Tidak lama berselang, seorang kakak dari bagian travel agent memberi aba-aba kepada kami, “Ayo adik-adik, busnya sudah siap!”

Aku menutup kotak makanku yang bahkan tidak habis setengah. Setelah memastikan barang-barang yang akan aku bawa ke kabin pesawat nanti lengkap dan aman, aku melangkah bersama rombongan keluar hotel. Kami tidak perlu mengkhawatirkan koper kami. Mobil lain sudah mengangkut koper-koper tersebut ke bandara sejak sebelum Subuh tadi.

Perjalanan itu teramat singkat. Belum apa-apa, kami sudah tiba di Bandara Ahmad Yani. Kakak travel agent meminta ketua kelas berkumpul sebentar untuk mengambil satu bendel tiket, satu untuk setiap tim. Begitu ketua kelas telah membagikan tiket ke setiap anak, kami saling melempar pertanyaan ke satu sama lain, “Kamu seat nomer berapa?”

Ternyata, satu deret seat yang aku tempati berisi orang-orang yang cukup aku kenal. Eh, sangat aku kenal bahkan, mengingat kursi di kursi sebelahku ada Kak Tika dan di deretan seberang ada Dhani Abi. Sepertinya, kebanyakan anak memanfaatkan kesempatan terbang dengan pesawat Garuda sebaik mungkin. Banyak yang langsung memasang headset lalu memusatkan perhatian ke layar kaca yang terpasang di hadapan. Termasuk aku, sih … hehehe.

Kami mendarat di Soekarno Hatta sekitar pukul tujuh. Penerbangan selanjutnya menuju Palembang baru 10.30 nanti. Wah, kami mendapat cukup banyak waktu luang di bandara. Waktu luang itu diisi anak-anak dengan berbagai macam kegiatan. Beberapa menyempatkan ke musholla, menengok toko-toko di dalam Bandara yang menjual berbagai makanan, sampai akhirnya kami bosan dan bingung sendiri, lalu berkumpul di satu tempat untuk sekedar duduk-duduk.

Aku mengajak Kak Tika, Eli dan Chrysan untuk berkumpul sebentar. Kami sudah berencana untuk befoto sejak dari dulu, tapi belum juga terlaksana. Separuh terakhir Pelatda, aku menempati satu kamar dengan ketiga orang itu. Suatu kebetulan yang mengasyikkan, karena ternyata kami berempat adalah alumni IJSO. Kak Tika dan Chrysan alumni IJSO 2013, sedangkan aku dan Eli alumni IJSO 2014.

“Aku bingung, masa begitu ada yang tanya aku sekamar sama siapa, respon mereka kebanyakan ‘Woooaaa, bisa ya kalian sekamar? Ngeri, ngeri.’ Memang kalau kita sekamar kenapa …” Eli berbagi cerita. Kami tertawa bersama.

Continue Reading

Tradisi Kebanggaan Kami (OSN 2016: Part 3)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Setelah pengumuman OSN keluar, aku dan teman-teman bolak-balik mengamati lembar demi lembar daftar peserta tersebut. Kami mengamati siapa saja kenalan kami yang lolos, sekaligus nama-nama siswa yang menjadi bagian tim Jawa Tengah pada bidang masing-masing. Teman-temanku berusaha mengontak teman setim mereka untuk berkenalan terlebih dahulu. Sedangkan aku, aku mengamati Biologi Jateng dan …

Eeh… yang benar saja? Aku membelalakkan mata sambil meringis lebar. Berikut adalah daftar tim Jawa Tengah untuk OSN 2016.

Daftar Bio Jateng 1

Daftar Bio Jateng 2

Dari delapan orang teman setimku itu, yang belum kukenal hanya dua orang :’))) Lima orang adalah alumni OSN tahun lalu, bahkan empat dari mereka (Syailendra, Kak Rio, Kak Handika, Kak Bagus) juga anak Pelatnas. Sedangkan Anggit adalah bagian dari tim Biologi Jateng untuk OSN 2014. Aku hanya harus berkenalan dengan adik kelas Kak Fatin dari SMAN 1 Kendal dan seorang anak kelas 8 dari Salatiga. Ini sih, kurang lebih reuni … hehe.

Kali ini, semua bidang OSN membuka kesempatan untuk setiap provinsi mengirimkan maksimal sembilan orang. Jelas saja, Biologi Jawa Tengah nggak bisa membawa sekampung lagi seperti tahun lalu 😀 . Semenjak setiap sekolah diberi batasan untuk mengirimkan maksimal dua siswa per bidang, seingatku mulai tahun 2010, jarang sekali sebuah tim bisa berisi anggota yang jumlahnya dua digit. Eh, nggak tanggung-tanggung, tim Biologi Jateng tahun lalu itu sampai 15 orang! Heran sih, tapi bangga juga. Hehe. Sekaligus agak kesal karena sepanjang Pelatda hingga OSN berakhir, Bio Jateng 2015 nggak pernah mempunyai foto tim yang lengkap. Nyaris lengkap, namun selalu saja ada yang tiba-tiba menghilang : ( . Paling mendekati lengkap adalah ber-14! Ckck.

Setelah penantian sekitar satu minggu, akhirnya kami mendapat kepastian tentang tanggal pelaksanaan Pelatda Jateng. Setiap tahun, Jawa Tengah selalu menfasilitasi siswa yang lolos ke OSN dengan pelatihan selama kurang lebih satu bulan. Well, khusus tahun ini kurang dari sebulan, tepatnya tiga minggu. Pelatda akan dimulai pada 26 April dan akan berlanjut sampai keberangkatan ke Palembang tanggal 15 Mei 2016.

“Eh, kita semua satu hotel lho, di Hotel Citra Dream!”

Kabar menyenangkan itu membuat kami bersemangat. Pasalnya, pada Pelatda 2015, sembilan bidang OSN terpisah di tiga hotel yang berbeda. Kalau bersatu semua kan, pasti asyik! Alhamdulillah.

Mungkin, durasi Pelatda yang cukup panjang setiap tahunnya membuat Pelatda Jateng memiliki tradisi yang telah turun-temurun terpelihara. Apa saja tradisi tersebut?

  1. Bu Titin, seorang official Jateng yang sudah mengurusi OSN dari jaman duluuuuu sekali, selalu menunjuk ketua kelas dan ketua angkatan untuk mempermudah koordinasi.
  2. Lahirnya istilah ‘kambing’. Kambing adalah kependekan dari kakak pembimbing. Sebutan ini populer dikalangan anak Jawa Tengah untuk menyebut kakak alumni yang kembali mengajar.
  3. Setiap bidang OSN di Jateng membuat nama tim yang berlaku untuk tim bidang OSN tahun tersebut.
  4. Setiap tim membuat jaket/sweater/kaos yang kompak dan biasanya bertuliskan nama tim masing-masing.

Kalau bertemu dengan alumni OSN dari kontingen Jawa Tengah, pasti pernah merasakan setidaknya dua dari tradisi di atas. Beneran, deh, tradisi ini membuat Pelatda makin seru 😉 .

Continue Reading

Karena Hidup Sering Tak Terduga (OSN 2016: Part 2)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hai, Pembaca! Kali ini, aku mau berbagi sebuah rahasiaku. Ini serius, kok, karena memang nggak banyak orang yang mengetahui hal ini sebelum aku memutuskan untuk menuliskannya di blog.

Apakah itu???

JENG JENG JENG ….

Salsa kecil adalah seorang yang cengeng. Banget. Salsa kecil akan meminta Umi untuk menampakkan bagian tubuhnya di jendela kelas TK, supaya aku tahu Umi masih ada diluar, menemaniku yang sedang belajar (atau bermain, aku nggak tahu mana yang lebih tepat untuk seorang anak TK). Ketika Umi meninggalkanku, atau aku berpikir Umi meninggalkanku padahal masih ada, aku akan menangis sejadi-jadinya.

Hm, mungkin nggak terlalu unik, ya? Namanya juga anak kecil, bukankah hal seperti itu wajar? Well, seiring waktu berlalu, aku memang semakin nyaman dengan TKku dan nggak melulu minta Umi menemani setiap saat.

Eits, tapi … masih ada yang lebih unik lagi.

Continue Reading

Kawan Lama yang Menyapa (OSN 2016: Part 1)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Buatku, memori-memori yang aku tuliskan di blog ini teramat sangat berharga. Beberapa kali aku iseng membaca ulang tulisanku tentang hal-hal yang sudah lama berlalu. Seketika, otakku memutar kembali rekaman tentang momen tertentu yang terabadikan dalam tulisanku itu. Tidak jarang juga, tulisanku sendiri menjadi sumber semangat untukku. Ketika sedang galau atau sedih atau khawatir, sering aku membaca kenangan dimana aku pernah merasakan perasaan yang serupa. Aku pernah melalui ini, tentu aku pasti bisa melewati ini kembali!

Yang lebih mengharukan adalah, beberapa kali anonim di ask.fm atau orang-orang yang menyapa dan berkenalan padaku, menuturkan sepotong kisah yang mereka baca di blog ini. Sungguh, aku sering tertawa ketika menyadari kenyataan bahwa, pembaca blogku mengingat sesuatu yang bahkan sempat aku lupakan 😀 .

Sepulang dari OSN 2016—tunggu, jadi … aku mengikuti OSN lagi? Hehe. Jawabannya; ya, dan banyak sekali kisah yang menyertai perjalanan selama kurang lebih empat bulan itu. Sepulang dari OSN 2016, aku memperhatikan tab kategori ‘Olimpiade’ di sisi atas blogku. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur. Sekarang, anak kategori ‘Olimpiade’ akan bertambah; OSN 2016 🙂 .

Aku merasa … well, untuk tahun 2016, mungkin, aku akan lebih siap menghadapi apapun kompetisi yang aku ikuti secara mental. (Bukan secara materi, lho, karena … hehe, aku nggak akan pernah merasa benar-benar siap sih, seberapa pun keras aku sudah belajar). Ini, kan, bukan kali pertama aku mengikuti OSN SMA. Pasti, kejadian yang menungguku gitu-gitu aja, lah. I thought that … nothing would surprise me anymore. Tapi ternyata, anggapanku itu … salah besar :’)

Continue Reading

Talitha Putri: OSN dan IJSO 2015, Memori Penuh Warna

Assalamu’alaikum!

Ketika kita mengenal seseorang yang sejak dulu berusaha mengejar mimpinya, dan kita benar-benar mengetahui perjuangan seseorang itu sejak awal, mendengar kabar atas prestasi yang ia dapat benar-benar membahagiakan! Mungkin perasaan bahagia itu yang banyak dirasakan kakak-kakak kelas di sekolahku, melihat prestasi adik kelasnya dalam olimpiade. (Atau terkadang kecewa? Hehe … bisa saja, sih 😀 )

Tahun 2015, OSN SMP mengalami perubahan yang sangat signifikan. OSN SMP 2014 yang aku ikuti masih memperlombakan 4 bidang: Biologi, Fisika, Matematika, IPS. Namun, OSN 2015 meleburkan Biologi dan Fisika menjadi satu; IPA! Keputusan ini mengejutkan banyak pihak. Namun, para alumni IJSO kebanyakan setuju. Toh, tujuan OSN SMP juga IJSO, cepat atau lambat para medalis kedua bidang harus mempelajari 3 bidang sains. Daripada menunggu saat seleksi, bukankah lebih efektif dan maksimal jika dari awal mereka mempelajari paling tidak 2 dari 3 bidang tersebut?

Talitha Putri atau Tata adalah adik kelasku, sekarang kelas 9 di SMP Semesta Semarang. Tata mengikuti OSN Matematika saat SD, sehingga mendapat beasiswa sebagian di SMP Semesta. Awalnya, ia memilih bidang Fisika dan telah menekuni bidang tersebut selama 1 tahun. Sampai akhirnya … terdengar kabar ‘peleburan’ bidang tersebut.

Sebagai kakak kelas yang baik (sungguh sangat ge-er ya … hehe) dan mengingat basic-ku adalah Biologi, aku membagi beberapa sumber buku yang butuh Tata pelajari. Namun, sungguh … ia sudah bisa belajar mandiri, ditambah rajinnya ia belajar, aku percaya dia mampu melahap materi Biologi meskipun baru mengenalnya sebentar.

Benar saja, kabar menggembirakan datang satu per satu. Tata lolos OSK, Juara1 OSP, kemudian mengikuti OSN SMP 2015 yang diadakan di Palu, Sulawesi Tengah.

Continue Reading

Frequently Asked Questions: Seputar OSN, Silabus OSN Biologi, Referensi serta Tips dan Trik

Assalamu’alaikum!

Aku selalu merasa diriku fakir ilmu; masih sangat tidak berilmu dan harus banyak belajar. Namun, aku juga merasa diriku sangat beruntung; berada di lingkungan yang mendukung untuk menuntut ilmu dan akses informasi yang begitu mudah.

Untuk itu, aku ingin sekali berbagi sedikit ilmu yang aku punya disini. Aku  yakin, internet menjadi sesuatu yang  mudah didapatkan di abad ke-21. Aku harap, teman-teman di seluruh pelosok Indonesia yang pernah memiliki ketertarikan terhadap Olimpiade Sains Nasional alias OSN, bisa mengambil banyak informasi dari blog ini, dan tulisan kali ini khususnya.

Inilah rangkuman pertanyaan yang sering sekali ditanyakan kepadaku melalui platform ask.fm, tentu saja beserta jawabannya. Aku akan mengulas pertanyaan seputar OSN secara umum, OSN Biologi, dan sekilas mengenai bidang-bidang lainnya. Sehinggga, kalau ada teman-teman yang penasaran akan topik di atas, bisa diintip daftar Frequently Asked Question berikut terlebih dahulu. Siapa tahu jawabannya sudah tersedia bahkan sebelum ditanyakan 😀 .

Bismillah, let’s start! 😉

Continue Reading

Akhir dari Impian Itu (Pelatnas I IBO 2016: Part 2)

Assalamu’alaikum!

Liburan yang lalu,  Umiku mencoba banyak sekali resep kue kering untuk usaha kuenya. Karena saat itu aku sedang berada di rumah (pulang kampung! 😀 ), aku menjadi salah satu tenaga tambahan yang membantu Umi mengubah bahan-bahan mentah itu menjadi sesuatu yang lezat. Yah, anggap saja aku sedang magang di rumah sendiri 😀

Seperti yang aku katakan, resep-resep ini adalah percobaan pertama Umiku. Percobaan pertama nggak selalu sukses. Atau, bisa jadi awalnya terlihat sukses, tapi untuk beberapa percobaan berikutnya ada keanehan yang membuat kue kering itu tidak sesukses percobaan pertama. Menghadapi segala keanehan itu, Umiku selalu melakukan analisis. Kira-kira, apa yang kurang? Apa yang bisa ditambahkan? Apa yang perlu dihilangkan? Kini, aku mengerti. Bahwa, ada hal-hal yang tidak tertulis di dalam resep. Ada hal-hal yang harus kita temukan sendiri dari sebuah percobaan. Aku menyebutnya; resep tersembunyi.

Sekarang, kami tahu resep mana yang bisa menggunakan kuning telur beku, atau hanya bisa yang fresh. Kami jadi mengerti bahwa waktu pemanggangan sebuah jenis kue kering bergantung kepada pewarna yang digunakan supaya warna yang dihasilkan terlihat cantik. Kami menemukan cara untuk membuat bentuk-bentuk kue kering dalam suatu jenis yang sama menjadi lebih teratur. Kami membandingkan kuas berukuran sebesar apa yang paling mudah digunakan untuk mengolesi permukaan kue kering dengan kuning telur supaya mengkilap.

Benar, kan? Semua itu nggak tercantum di dalam resep. Agar sampai kepada kesimpulan tersebut, kita butuh waktu, butuh latihan, dan bahkan butuh kegagalan yang berulang kali. Aku rasa, perjalanan kami untuk mengungkap lebih banyak ‘resep tersembunyi’ itu nggak akan pernah berhenti 🙂

Sama halnya dengan … seluruh sisi kehidupan ini. Sama halnya dengan … olimpiade 🙂

Satu kesempatan yang begitu berharga untukku, karena di Pelatnas kali ini, aku bisa berlatih eksperimen berkali-kali. Yap, OSN dan IBO tentu nggak melulu soal teori. Untuk penilaiannya sendiri, Teori dan Eksperimen memiliki perbandingan 50 : 50! Jelaslah, eksperimen menjadi suatu aspek yang nggak boleh dianggap ringan. Nah, berlatih eksperimen itu juga nggak bisa sembarangan. Sangat sedikit sekolah di Indonesia yang sudah terbiasa melakukan eksperimen dalam kegiatan belajar-mengajarnya. Apalagi untuk eskperimen setingkat IBO dan OSN yang biasanya melibatkan Biologi Molekuler, kebanyakan sekolah tidak memiliki peralatan lab yang memadai.

Meskipun selama tes eksperimen peserta akan diberikan prosedur pengerjaan, namun … Banyak sekali resep tersembunyi yang sebaiknya kita ketahui supaya hasil eksperimen menjadi maksimal.

Continue Reading