Berani Bermimpi, Berani Gagal, Belajar Ridho

Assalamu’alaikum πŸ™‚

Aku nggak pernah meragukan kekuatan mimpi. Bagiku, mimpi adalah hal yang membuat kita semangat untuk bangkit dari kasur setiap pagi setelah membuka mata. Mimpi adalah hal yang membuat kita berani untuk keluar dari zona nyaman, menghadapi semua tantangan di depan demi membuatnya terwujud. Mimpilah yang membuat hidup jadi bergairah. Tanpa mimpi, hidup akan berubah jadi rutinitas semata yang sama sekali nggak menuntut kita untuk berkembang.

Maka dari itu, aku senang bermimpi. Alhamdulillah, aku dibesarkan oleh keluarga yang sangat mendukungku untuk bermimpi. Dalam bentuk apapun. Entah sengaja atau tidak, kedua orangtuaku telah menanamkan hal tersebut semenjak aku kecil.

Sebenarnya, yang mereka lakukan cukup sederhana. Mereka β€˜hanya’ membiarkanku mengeksplor dunia. Tidak terhitung berapa meter dinding rumah yang penuh coretan masa kecilku. Mereka nggak marah melihat rumahnya jadi artistik begitu. Pun tidak terhitung berapa kilogram tepung yang sudah aku hambur-hamburkan, aku campur air, aku jadikan pengganti plastisin, yang seharusnya adalah bahan kue dagangan mereka.

Continue Reading

Advertisements

Akhir dari Impian Itu (Pelatnas I IBO 2016: Part 2)

Assalamu’alaikum!

Liburan yang lalu,Β  Umiku mencoba banyak sekali resep kue kering untuk usaha kuenya. Karena saat itu aku sedang berada di rumah (pulang kampung! πŸ˜€ ), aku menjadi salah satu tenaga tambahan yang membantu Umi mengubah bahan-bahan mentah itu menjadi sesuatu yang lezat. Yah, anggap saja aku sedang magang di rumah sendiri πŸ˜€

Seperti yang aku katakan, resep-resep ini adalah percobaan pertama Umiku. Percobaan pertama nggak selalu sukses. Atau, bisa jadi awalnya terlihat sukses, tapi untuk beberapa percobaan berikutnya ada keanehan yang membuat kue kering itu tidak sesukses percobaan pertama. Menghadapi segala keanehan itu, Umiku selalu melakukan analisis. Kira-kira, apa yang kurang? Apa yang bisa ditambahkan? Apa yang perlu dihilangkan? Kini, aku mengerti. Bahwa, ada hal-hal yang tidak tertulis di dalam resep. Ada hal-hal yang harus kita temukan sendiri dari sebuah percobaan. Aku menyebutnya; resep tersembunyi.

Sekarang, kami tahu resep mana yang bisa menggunakan kuning telur beku, atau hanya bisa yang fresh. Kami jadi mengerti bahwa waktu pemanggangan sebuah jenis kue kering bergantung kepada pewarna yang digunakan supaya warna yang dihasilkan terlihat cantik. Kami menemukan cara untuk membuat bentuk-bentuk kue kering dalam suatu jenis yang sama menjadi lebih teratur. Kami membandingkan kuas berukuran sebesar apa yang paling mudah digunakan untuk mengolesi permukaan kue kering dengan kuning telur supaya mengkilap.

Benar, kan? Semua itu nggak tercantum di dalam resep. Agar sampai kepada kesimpulan tersebut, kita butuh waktu, butuh latihan, dan bahkan butuh kegagalan yang berulang kali. Aku rasa, perjalanan kami untuk mengungkap lebih banyak ‘resep tersembunyi’ itu nggak akan pernah berhenti πŸ™‚

Sama halnya dengan … seluruh sisi kehidupan ini. Sama halnya dengan … olimpiade πŸ™‚

Satu kesempatan yang begitu berharga untukku, karena di Pelatnas kali ini, aku bisa berlatih eksperimen berkali-kali. Yap, OSN dan IBO tentu nggak melulu soal teori. Untuk penilaiannya sendiri, Teori dan Eksperimen memiliki perbandingan 50 : 50! Jelaslah, eksperimen menjadi suatu aspek yang nggak boleh dianggap ringan. Nah, berlatih eksperimen itu juga nggak bisa sembarangan. Sangat sedikit sekolah di Indonesia yang sudah terbiasa melakukan eksperimen dalam kegiatan belajar-mengajarnya. Apalagi untuk eskperimen setingkat IBO dan OSN yang biasanya melibatkan Biologi Molekuler, kebanyakan sekolah tidak memiliki peralatan lab yang memadai.

Meskipun selama tes eksperimen peserta akan diberikan prosedur pengerjaan, namun … Banyak sekali resep tersembunyi yang sebaiknya kita ketahui supaya hasil eksperimen menjadi maksimal.

Continue Reading