Berani Bermimpi, Berani Gagal, Belajar Ridho

Assalamu’alaikum 🙂

Aku nggak pernah meragukan kekuatan mimpi. Bagiku, mimpi adalah hal yang membuat kita semangat untuk bangkit dari kasur setiap pagi setelah membuka mata. Mimpi adalah hal yang membuat kita berani untuk keluar dari zona nyaman, menghadapi semua tantangan di depan demi membuatnya terwujud. Mimpilah yang membuat hidup jadi bergairah. Tanpa mimpi, hidup akan berubah jadi rutinitas semata yang sama sekali nggak menuntut kita untuk berkembang.

Maka dari itu, aku senang bermimpi. Alhamdulillah, aku dibesarkan oleh keluarga yang sangat mendukungku untuk bermimpi. Dalam bentuk apapun. Entah sengaja atau tidak, kedua orangtuaku telah menanamkan hal tersebut semenjak aku kecil.

Sebenarnya, yang mereka lakukan cukup sederhana. Mereka ‘hanya’ membiarkanku mengeksplor dunia. Tidak terhitung berapa meter dinding rumah yang penuh coretan masa kecilku. Mereka nggak marah melihat rumahnya jadi artistik begitu. Pun tidak terhitung berapa kilogram tepung yang sudah aku hambur-hamburkan, aku campur air, aku jadikan pengganti plastisin, yang seharusnya adalah bahan kue dagangan mereka.

Continue Reading

Advertisements

(Masih) Belajar Menjadi Muslim

Assalamu’alaikum!

Teman-teman sekalian, perkenankanlah aku mengungkapkan suatu kisah yang sudah tersimpan lama di lubuk hati ini. Dan, karena semua hal yang terjadi belakangan, rasanya jari sudah gatal untuk menuliskannya, bahkan dalam keadaan Pelatnas :’D Hehehe. Hitung-hitung menghindari semakin banyak debu menumpuk di blog ini, ya.

Aku sedang dan masih belajar menjadi muslim. Dan, salah satu guruku belajar menjadi muslim yang lebih baik, adalah, percaya atau tidak, teman-temanku yang bukan muslim.

Bagaimana bisa begitu? Mari kuceritakan latar belakangku sejenak.

Aku lahir dari keluarga muslim yang, sangat kusyukuri setiap saatnya, selalu berusaha mendalami Islam lebih baik. Singkat kata; keluarga yang islami. Aku pun dibesarkan di lingkungan dengan mayoritas muslim, masuk ke sekolah dasar Islam, lalu bersekolah di SMP dan SMA umum, namun sekali lagi dengan mayoritas muslim. Bahkan, selama aku bersekolah di SMP dan SMA-ku sekarang, kebetulan sekali angkatanku 100% muslim.

Perkenalanku dengan teman-teman yang menganut agama berbeda dimulai dari keikutsertaanku dalam Olimpiade Sains Nasional saat SD. Berlanjut ke SMP, lalu SMA. Sempat aku merasa kaget, namun cepat juga menjadi terbiasa. Indonesia negara dengan mayoritas muslim. Tapi khusus dalam ajang-ajang olimpiade seperti itu, acapkali muslim menjadi minoritas.

Continue Reading