Saatnya Berbagi! (Tips dan Trik OSN)

Assalamu’alaikum!

Wah, nggak kerasa ya, kurang dari dua minggu lagi, gelaran OSN 2017 akan segera dimulai. Gimana nih, perasaan teman-teman yang sudah terpanggil untuk menjadi peserta OSN 2017? Pastinya senang, namun juga super deg-degan, ya? I know that feeling so well. Yang jelas, semoga kegiatan belajarnya nggak mengganggu makan opor dan silaturahim saat Lebaran nanti … hehe.

Menanggapi pertanyaan seputar cara belajar, tips dan trik OSN yang sering sekali aku dapatkan, aku berinisiatif untuk menjawab semuanya. Tapi, yang biasanya aku tuangkan lewat tulisan, aku ingin mencoba hal baru. Hm, apa tuh hal barunya?

Kali ini, aku bekerja sama dengan lembaga Konsultan Olimpiade Sains Nasional yang udah saaaaangat berpengalaman dalam bidang per-olimpiade-an ini; pelatihan-osn.com! Aku membuat 3 video yang bisa teman-teman temukan di channel youtube Pelatos (nama bekennya pelatihan-osn.com). By the way, aku juga alumni Pelatos loh, untuk mempersiapkan OSN SMA 2015 dulu 😀 .

Oke deh, yuk kita bahas satu-satu apa saja konten yang bisa teman-teman dapatkan dari menonton ketiga video tersebut! 🙂

Continue Reading

Advertisements

Otak, Mulailah Bekerja #2

Assalamu’alaikum!

Namanya aja Training Center, alias Pemusatan Latihan. Artinya, masa-masa itu adalah saat dimana seluruh energi dan pikiran kita harus kita curahkan untuk berlatih dan mempelajari materi IJSO. Sedangkan menurutku sendiri, IJSO itu bukan lomba biasa, tapi LUARRR BIASAAA! Bayangkan saja, siswa SMP sudah lebih spesifik bidangnya di OSN. Yang saat SD hanya ada IPA, berkembang jadi Biologi dan Fisika. Tapi, untuk tahapan internasional, seluruh siswa baik dari Fisika atau Biologi HARUS menguasai 3 bidang itu: Kimia, Fisika, dan Biologi. Keren kan? Dalam waktu yang cukup singkat, tim IJSO harus menguasai bidang yang (mungkin) bukan ketertarikan utamanya. Intinya, harus multitalenta dan punya semangat belajar yang nggak pernah padam! Memang nggak mudah. Buktinya? Mari kita telusuri rekam jejakku mengikuti pembinaan dua minggu itu 🙂

~ Chemistry Chapter

Kimia kami pelajari selama empat hari. Hari pertama sampai hari ketiga adalah teori, hari keempat eksperimen. Untuk semua bidang, setiap harinya kami diberi materi oleh dosen. Kemudian, pada sore harinya kami dihadapkan pada tes tentang materi yang tadi dibahas. Saat malam, akan ada tutorial untuk mempersiapkan materi esok hari.

Continue Reading

Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 9: Medan Pertempuran, Aku Tiba! (1) )

Sesuatu yang sangat berbeda di Padang dan aku harus cepat-cepat menyesuaikan diri adalah …………. waktu sholat! Aku yang terbiasa di Semarang, bahkan asalku di Malang, pasti heran sangat dengan jadwal sholat di Padang. Masa jam 5 baru adzan shubuh? Itu mah matahari udah bersiap terbit kalo di Malang. Jam 6 sore masih terang? Di Malang mah udah gelap, di Padang malah belum maghrib. Heran sendiri tapi sejujurnya jadwal sholat yang seperti ini sangat mendukung buat aktifitasku disana… hehe. Bangun jam empat seperempat aja masih bisa sholat tahajud. Jam 5 sore masih bisa sholat ashar. Haha pokoknya pewe banget deh 😀

Tes Praktikum, Sabtu 17 Mei 2014

Sabtu pagi tanggal 17 Mei, aku sempatkan untuk memiliki ‘quality time’ dengan yang Maha Kuasa. Alhamdulillah, terasa sekali kedekatan dengan-Nya membawa ketenangan yang menyelimuti kalbu. Aku dan teman-teman meninggalkan kamar, kemudian aku bertemu dengan Rahma untuk sarapan.

“Udah mules, kak?” tanya Rahma yang selalu sok muda itu.

“Alhamdulillah belum,” aku nyengir 😀 . Tampaknya dia sudah tahu kebiasaan sakit perutku saat nervous. Tapi, baru saja aku berkata begitu, perasaan nggak enak mulai menjalar ke perutku. Ya Allah, jangan lagi … ucapku dalam hati.

Continue Reading

Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 8: Bersiap untuk Bertempur)

Pagi tanggal 16 Mei 2014. Tampaknya, aku dan teman-teman sekamarku terlalu lelah. Ka Ret mengabarkan bahwa kami harus sudah siap sarapan pukul 6 pagi. Karena sekitar pukul tujuh kami harus sudah sampai di tempat pembukaan. Dan ternyata, kami semua baru terbangun pukul enam kurang dua puluh menit! Untung saja di Padang jam segitu masih bisa sholat subuh (walau mepet). Akhirnya, dengan bersiap siap yang super cepat, jam enam lebih seperempat kami meninggalkan kamar. Fiuh …

Aku makan pagi hanya bersama Rahma. Ternyata, memang seringnya akan seperti ini untuk satu minggu ke depan. Kami sih ingin sekali bisa makan bersama anak Jateng yang lain. Namun, nasib selalu berkata lain. Mereka yang di lantai tiga jarang sekali turun untuk makan dalam waktu yang bersamaan denganku dan Rahma. Entah kami atau mereka selalu lebih dulu. Kami juga nggak mungkin menghabiskan waktu dengan janjian lewat sms atau telefon cuma buat makan. Tapi, ya sudahlah … diam-diam aku bersyukur, karena tidak melulu bergaul dengan kontingen asal, aku jadi mendapat banyak teman baru yang secara tidak sengaja makan di meja yang sama.

Continue Reading