Belum Pasti, Namun … Berjuang Saja! ( IJSO: Part 2 )

Assalamu’alaikum.

Mari kita sedikit menoleh ke belakang. Kembali ke bulan September akhir, ketika Training Center IJSO 2014 Tahap 1 baru saja berakhir. Kala itu, kepala sekolahku menjemput langsung ke Bandung. Kami telah memesan dua tiket untuk kepulangan ke Semarang. Ternyata, tanpa membuat janji sebelumnya, nggak sengaja aku pun satu pesawat dengan tiga orang temanku dari Semarang; Eli, David, dan Jo. Mereka dijemput orang tua dan seorang guru privat Jo turut menemani.

Aku tertawa dalam hati. Rasanya… kok pas banget. Baru saja aku curhat ke Umi, betapa aku sudah merasa nyaman dengan teman-temanku selama TC kemarin, terutama teman sesama Jateng yang sering duduk berdekatan denganku. Sedih untuk berpisah dengan mereka, terlebih lagi tak ada jaminan kami bisa berkumpul kembali saat TC 2 nanti. Lumayan lah, menghabiskan waktu lebih bersama mereka di bandara saat menunggu pesawat.

…… Dan memang, nyatanya, kami menghabiskan banyak waktu bersama. Terlalu banyak malah, karena ternyata pesawat yang seharusnya membawa kami ke Semarang pada pukul enam sore di delay. Entah berapa lama kami harus menunggu. Sampai akhirnya, terbit kabar bahwa kami benar-benar tidak bisa berangkat dihari itu. Ya Allah ._. Kami pun menuju sebuah hotel yang telah disiapkan maskapai penerbangan. Esok paginya, kami akan menaiki pesawat dari maskapai yang sama pukul enam pagi. Aku masih saja tergelitik ketika mengingat-ngingat kejadian itu. Lewat grup di whatsapp, teman-teman yang lain menyampaikan rasa prihatinnya akan nasib yang menimpa anak Jateng 😦 .

Continue Reading

Langkah Pertama #1

Assalamu’alaikum semua … 🙂

Setelah ditunggu-tunggu berbulan-bulan, akhirnya … kabar itu datang juga! Dua puluh sembilan peraih medali emas dan perak bidang Fisika dan Biologi OSN SMP 2014, dipanggil untuk mengikuti Training Center IJSO 2014. TC itu berlangsung dari tanggal 31   Agustus sampai 14 September. Uniknya, aku pertama mengetahui panggilan itu dari facebook. Surat panggilan resmi dari dinas malah datang lebih terlambat. Langsung saja deh, aku berkoordinasi dengan pihak  sekolah. Aku berangkat ke Bandung (tempat TC tersebut digelar) pada tanggal 31 Agustus.

Nggak usah ngomongin hal-hal semacam persiapan gitu yaaa … wehehe. Mengingat IJSO itu memperlombakan 3 bidang sekaligus, aku masih sangat jauh dari kata siap. Apalagi untuk materi yang belum terlalu kukenal, Kimia dan Fisika. Terlebih Fisika.  Belum lagi, minggu-minggu itu, mungkin gara-gara aku lagi rajin-rajinnya baca buku Enid Blyton sebangsa Malory Towers dan kawan-kawan, mood nulisku tiba-tiba naik! Jadilah, otak ini impulsnya ke banyak arah. Sebagian ingin belajar olim, sebagian ngerjain tugas sekolah, sebagian ngurusin year book, dan baaaanyaaak bagian yang ingin menulis! Rasanya, banyak banget ide berseliweran di kepala yang bikin gatel tangan. Dan, satu-satunya cara buat menghilangkan rasa ‘gatal’ itu yaaa … dengan membiarkan jari-jariku menari di atas laptop. Jadi … ya sudahlah. Ikuti pembinaan dengan sepenuh hati aja 🙂

Bagi teman-teman yang baru awal mengikuti cerita Salsa, ada sekilas info 🙂 Alhamdulillah, di Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 lalu, aku mendapat Medali Emas Bidang Biologi. Sesuai peraturan, peraih medali emas dan perak mata pelajaran fisika dan biologi akan dipanggil untuk ikut seleksi jadi tim Indonesia. Tim apa? Nah, ada perlombaan tingkat international, namanya International Junior Science Olympiad atau disingkat IJSO. IJSO itu lomba sains untuk anak dibawah lima belas tahun. Yap, benar sekali! Sains disini adalah IPA. Fisika, Biologi, Kimia. Jadi satu! Akhirnya, 30 orang peraih medali emas dan perak bidang fisika dan biologi harus mengikuti Training Center selama dua minggu. TC itu juga berupa seleksi. Akan diambil 12 besar, dan dua belas orang ini diharapkan bakal mewakili Indonesia ke Mendoza, Argentina, bulan Desember besok.
Continue Reading

Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 6: Mengarungi Angkasa Sumatra)

Sebelumnya, aku mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pengurus tim OSN Jawa Tengah 2014. Aku tahu, pembinaan yang berlangsung dari tanggal 3 sampai 13 Mei itu telah dirancang untuk menyenangkan siswa sebaik mungkin. Aku pernah mengutarakan sebuah hipotesis, kalau kami terus melaksanakan rutinitas seperti saat di training center, yaitu: Mulai belajar jam 7-12, dilanjut pukul 1-setengah 4, kemudian jam 4-5, dan jam 7-9 malam dan dengan beban buku yang kami bawa di dalam tas, maka seharusnya pertumbuhan kami terhambat dan berat badan bertambah. Tapi untuk saja tidak terjadi 🙂

Dan lagi, sudah terjadwal setiap pagi dari pukul setengah 6 sampai jam 6 lebih seperempat atau setengah 7, yaitu olahraga! Pernah juga sekedar jalan santai sampai ke Simpang Lima, selebihnya pemanasan biasa dan game-game sederhana. Tapi … yah, begitulah. Aku pribadi selalu mager setiap hari. Terus mau mandi dan siap-siap ke kelas jam berapa, kalau pukul setengah tujuh baru selesai? Kadang aku merasa kurang dalam memahami materi, jadi butuh belajar pagi hari (terlaksananya jarang). Atau rasa kantuk yang belum hilang sepenuhnya, jadi butuh tambahan waktu tidur (terlaksananya sering). Jadi, maafkan Salsa yang tidak mengikuti kegiatan dengan baik, wahai segenap panitia 😀

Continue Reading