(Masih) Belajar Menjadi Muslim

Assalamu’alaikum!

Teman-teman sekalian, perkenankanlah aku mengungkapkan suatu kisah yang sudah tersimpan lama di lubuk hati ini. Dan, karena semua hal yang terjadi belakangan, rasanya jari sudah gatal untuk menuliskannya, bahkan dalam keadaan Pelatnas :’D Hehehe. Hitung-hitung menghindari semakin banyak debu menumpuk di blog ini, ya.

Aku sedang dan masih belajar menjadi muslim. Dan, salah satu guruku belajar menjadi muslim yang lebih baik, adalah, percaya atau tidak, teman-temanku yang bukan muslim.

Bagaimana bisa begitu? Mari kuceritakan latar belakangku sejenak.

Aku lahir dari keluarga muslim yang, sangat kusyukuri setiap saatnya, selalu berusaha mendalami Islam lebih baik. Singkat kata; keluarga yang islami. Aku pun dibesarkan di lingkungan dengan mayoritas muslim, masuk ke sekolah dasar Islam, lalu bersekolah di SMP dan SMA umum, namun sekali lagi dengan mayoritas muslim. Bahkan, selama aku bersekolah di SMP dan SMA-ku sekarang, kebetulan sekali angkatanku 100% muslim.

Perkenalanku dengan teman-teman yang menganut agama berbeda dimulai dari keikutsertaanku dalam Olimpiade Sains Nasional saat SD. Berlanjut ke SMP, lalu SMA. Sempat aku merasa kaget, namun cepat juga menjadi terbiasa. Indonesia negara dengan mayoritas muslim. Tapi khusus dalam ajang-ajang olimpiade seperti itu, acapkali muslim menjadi minoritas.

Continue Reading

Work Hard and Be Yourself ( IJSO: Part 10 )

Assalamu’alaikum.

Kami akan melaksanakan tes dalam tiga hari berbeda. Setelah setiap tes, akan ada satu hari untuk wisata dan jalan-jalan. Seru, sih, kami bisa refreshing dan menikmati keindahan Argentina. Namun di sisi lain, kami harus waspada untuk tidak kelelahan jika esoknya masih ada tes lain.

Tes Pilihan Ganda atau Multiple Choice Question (kami biasa menyebutnya MCQ) diadakan di gedung yang sama seperti upacara pembukaan. Karena waktu itu para cewek masih tinggal di hotel yang berbeda, kami harus datang menggunakan bus. Sampai di depan gedung, para cowok sudah menunggu. Eh, tapi kok ada yang kurang, ya …

Selidik punya selidik, ternyata baru saja terjadi sebuah insiden! Jo dan Gian sedang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Nah, lho … apa yang terjadi? Rupanya, Jo dan Gian sedang sangat tidak beruntung. Tadi, mereka berdiri di bawah pohon. Tiba-tiba, beberapa burung datang, terbang di atas pohon tersebut. Ada burung yang membuang kotoran, tepat mengenai Gian dan Jo! Entah bagaimana bisa tepat sasaran seperti itu. Jo cukup beruntung, ia sedang mengenakan jaket. Tapi Gian …

Well, kejadian ini banyak mengundang tawa. Gara-gara Inez, sejak saat itu Gian dijuluki ‘Bird Poop’. Aduh, kasihan sekali… untung Gian nggak merasa tersinggung dipanggil seperti itu. Kami menghibur Gian dan Jo. Bisa jadi kejatuhan ‘sesuatu’ dari atas langit adalah pertanda rejeki untuk mereka! Semoga saja :D.

Continue Reading