Talitha Putri: OSN dan IJSO 2015, Memori Penuh Warna

Assalamu’alaikum!

Ketika kita mengenal seseorang yang sejak dulu berusaha mengejar mimpinya, dan kita benar-benar mengetahui perjuangan seseorang itu sejak awal, mendengar kabar atas prestasi yang ia dapat benar-benar membahagiakan! Mungkin perasaan bahagia itu yang banyak dirasakan kakak-kakak kelas di sekolahku, melihat prestasi adik kelasnya dalam olimpiade. (Atau terkadang kecewa? Hehe … bisa saja, sih 😀 )

Tahun 2015, OSN SMP mengalami perubahan yang sangat signifikan. OSN SMP 2014 yang aku ikuti masih memperlombakan 4 bidang: Biologi, Fisika, Matematika, IPS. Namun, OSN 2015 meleburkan Biologi dan Fisika menjadi satu; IPA! Keputusan ini mengejutkan banyak pihak. Namun, para alumni IJSO kebanyakan setuju. Toh, tujuan OSN SMP juga IJSO, cepat atau lambat para medalis kedua bidang harus mempelajari 3 bidang sains. Daripada menunggu saat seleksi, bukankah lebih efektif dan maksimal jika dari awal mereka mempelajari paling tidak 2 dari 3 bidang tersebut?

Talitha Putri atau Tata adalah adik kelasku, sekarang kelas 9 di SMP Semesta Semarang. Tata mengikuti OSN Matematika saat SD, sehingga mendapat beasiswa sebagian di SMP Semesta. Awalnya, ia memilih bidang Fisika dan telah menekuni bidang tersebut selama 1 tahun. Sampai akhirnya … terdengar kabar ‘peleburan’ bidang tersebut.

Sebagai kakak kelas yang baik (sungguh sangat ge-er ya … hehe) dan mengingat basic-ku adalah Biologi, aku membagi beberapa sumber buku yang butuh Tata pelajari. Namun, sungguh … ia sudah bisa belajar mandiri, ditambah rajinnya ia belajar, aku percaya dia mampu melahap materi Biologi meskipun baru mengenalnya sebentar.

Benar saja, kabar menggembirakan datang satu per satu. Tata lolos OSK, Juara1 OSP, kemudian mengikuti OSN SMP 2015 yang diadakan di Palu, Sulawesi Tengah.

Continue Reading

Advertisements

Kumpulan Kisah dari Negri yang Jauh ( IJSO: Part 11)

Assalamu’alaikum.

Disela-sela kesibukan tes, kami mendapat kesempatan untuk menyegarkan pikiran lewat serangkaian kegiatan wisata. Kami selalu menggunakan bus besar, bertingkat dua, yang memuat cukup banyak peserta setiap busnya. Kami dibawa mengelilingi berbagai sudut Mendoza dan berhenti di beberapa tempat.

Tim Indonesia, dengan Inez dan Nacho sebagai pemandu kami, selalu menempati satu bus bersama. Sekali saja para cewek dan cowok terpisah di dua bus, Inez mengusahakan kami harus berpergian bersama-sama. Sampai akhirnya, tiga cewek Indonesia beserta Inez menjadi satu-satunya wanita di dalam bus (dengan usaha mengusir beberapa orang terlebih dahulu). Selama perjalanan, aku senang sekali mengamati berbagai kenampakan alam di balik jendela bus. Mendoza adalah nama provinsi, dengan Kota Mendoza sebagai ibukotanya. Nah, perjalanan wisata kami tidak terbatas di suatu kota, benar-benar mengitari Provinsi Mendoza.

Mendoza terletak tepat bersebelahan dengan negara tetangga, Chili. Dibatasi dengan pegunungan besar yang terangkai sepanjang Amerika Selatan; Pegunungan Andes. Gunung Aconcagua, sebagai gunung tertinggi di benua Amerika Selatan terletak di provinsi ini. Dataran tinggi yang kering dan gersang; itulah Mendoza. Di perjalanan pun, aku banyak mendengarkan kisah tentang sejarah Argentina dan Mendoza dari Inez. Aku beruntung, karena Inez sendiri adalah seorang mahasiswi jurusan Bahasa Inggris, sehingga ia bisa berbicara dengan sangat lancar.

Continue Reading

Work Hard and Be Yourself ( IJSO: Part 10 )

Assalamu’alaikum.

Kami akan melaksanakan tes dalam tiga hari berbeda. Setelah setiap tes, akan ada satu hari untuk wisata dan jalan-jalan. Seru, sih, kami bisa refreshing dan menikmati keindahan Argentina. Namun di sisi lain, kami harus waspada untuk tidak kelelahan jika esoknya masih ada tes lain.

Tes Pilihan Ganda atau Multiple Choice Question (kami biasa menyebutnya MCQ) diadakan di gedung yang sama seperti upacara pembukaan. Karena waktu itu para cewek masih tinggal di hotel yang berbeda, kami harus datang menggunakan bus. Sampai di depan gedung, para cowok sudah menunggu. Eh, tapi kok ada yang kurang, ya …

Selidik punya selidik, ternyata baru saja terjadi sebuah insiden! Jo dan Gian sedang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Nah, lho … apa yang terjadi? Rupanya, Jo dan Gian sedang sangat tidak beruntung. Tadi, mereka berdiri di bawah pohon. Tiba-tiba, beberapa burung datang, terbang di atas pohon tersebut. Ada burung yang membuang kotoran, tepat mengenai Gian dan Jo! Entah bagaimana bisa tepat sasaran seperti itu. Jo cukup beruntung, ia sedang mengenakan jaket. Tapi Gian …

Well, kejadian ini banyak mengundang tawa. Gara-gara Inez, sejak saat itu Gian dijuluki ‘Bird Poop’. Aduh, kasihan sekali… untung Gian nggak merasa tersinggung dipanggil seperti itu. Kami menghibur Gian dan Jo. Bisa jadi kejatuhan ‘sesuatu’ dari atas langit adalah pertanda rejeki untuk mereka! Semoga saja :D.

Continue Reading

Diversity, It Exists ( IJSO: Part 9 )

Assalamu’alaikum.

Peserta dan Team Leaders memang menempati hotel yang berbeda. Hotel para dosen dan official adalah Hyatt Hotel yang berada di kota. Lebih ke pinggir kota, adalah hotel kami; Savoia Hotel. Team leaders dan official turun terlebih dahulu di hotel mereka. Kami melanjutkan perjalanan ke hotel kami. Begitu tiba di hotel, suasana sudah ramai. Para peserta berkumpul untuk menerima tas, kaos, dan beberapa perlengkapan lain. Aku duduk di sofa lobby sambil memperhatikan sekitar. Diriku bertanya-tanya dalam hati. Kami anak Indonesia kenapa terlihat paling kecil di antara mereka… batinku sambil mengamati para peserta berkulit putih pucat. Kebanyakan datang dari daratan Eropa. Namun, jangan salah. Orang-orang Amerika Selatan pun banyak yang berkulit putih.

Seketika, aku teringat perkataan Pak Budhy. ‘Jangan sampai kalian merasa terintimidasi melihat peserta dari negara lain yang badannya gede-gede. Pengalaman IJSO terdahulu, ada kakak kelas kalian yang merasa minder seperti itu.’ Ketika di Depok, kami tertawa mendengar ketakutan senior kami itu. Apa coba yang harus dikhawatirkan dari badan kami yang lebih kecil? Ternyata, ketika sampai disini, aku menyadari bahwa ketakutan itu memang nyata. Wajar untuk merasa minder melihat kami yang berbeda. Tentu saja banyak anak Asia lain, rata-rata berukuran tubuh seperti kami. Walaupun nggak semua, sih. Anak Hongkong dan Vietnam tinggi-tinggi. Tapi memang, anak-anak Eropa, Australia dan Amerika Selatan memang heboh-heboh dan gampang mencuri perhatian.

Continue Reading

Otak, Mulailah Bekerja #2

Assalamu’alaikum!

Namanya aja Training Center, alias Pemusatan Latihan. Artinya, masa-masa itu adalah saat dimana seluruh energi dan pikiran kita harus kita curahkan untuk berlatih dan mempelajari materi IJSO. Sedangkan menurutku sendiri, IJSO itu bukan lomba biasa, tapi LUARRR BIASAAA! Bayangkan saja, siswa SMP sudah lebih spesifik bidangnya di OSN. Yang saat SD hanya ada IPA, berkembang jadi Biologi dan Fisika. Tapi, untuk tahapan internasional, seluruh siswa baik dari Fisika atau Biologi HARUS menguasai 3 bidang itu: Kimia, Fisika, dan Biologi. Keren kan? Dalam waktu yang cukup singkat, tim IJSO harus menguasai bidang yang (mungkin) bukan ketertarikan utamanya. Intinya, harus multitalenta dan punya semangat belajar yang nggak pernah padam! Memang nggak mudah. Buktinya? Mari kita telusuri rekam jejakku mengikuti pembinaan dua minggu itu 🙂

~ Chemistry Chapter

Kimia kami pelajari selama empat hari. Hari pertama sampai hari ketiga adalah teori, hari keempat eksperimen. Untuk semua bidang, setiap harinya kami diberi materi oleh dosen. Kemudian, pada sore harinya kami dihadapkan pada tes tentang materi yang tadi dibahas. Saat malam, akan ada tutorial untuk mempersiapkan materi esok hari.

Continue Reading

Langkah Pertama #1

Assalamu’alaikum semua … 🙂

Setelah ditunggu-tunggu berbulan-bulan, akhirnya … kabar itu datang juga! Dua puluh sembilan peraih medali emas dan perak bidang Fisika dan Biologi OSN SMP 2014, dipanggil untuk mengikuti Training Center IJSO 2014. TC itu berlangsung dari tanggal 31   Agustus sampai 14 September. Uniknya, aku pertama mengetahui panggilan itu dari facebook. Surat panggilan resmi dari dinas malah datang lebih terlambat. Langsung saja deh, aku berkoordinasi dengan pihak  sekolah. Aku berangkat ke Bandung (tempat TC tersebut digelar) pada tanggal 31 Agustus.

Nggak usah ngomongin hal-hal semacam persiapan gitu yaaa … wehehe. Mengingat IJSO itu memperlombakan 3 bidang sekaligus, aku masih sangat jauh dari kata siap. Apalagi untuk materi yang belum terlalu kukenal, Kimia dan Fisika. Terlebih Fisika.  Belum lagi, minggu-minggu itu, mungkin gara-gara aku lagi rajin-rajinnya baca buku Enid Blyton sebangsa Malory Towers dan kawan-kawan, mood nulisku tiba-tiba naik! Jadilah, otak ini impulsnya ke banyak arah. Sebagian ingin belajar olim, sebagian ngerjain tugas sekolah, sebagian ngurusin year book, dan baaaanyaaak bagian yang ingin menulis! Rasanya, banyak banget ide berseliweran di kepala yang bikin gatel tangan. Dan, satu-satunya cara buat menghilangkan rasa ‘gatal’ itu yaaa … dengan membiarkan jari-jariku menari di atas laptop. Jadi … ya sudahlah. Ikuti pembinaan dengan sepenuh hati aja 🙂

Bagi teman-teman yang baru awal mengikuti cerita Salsa, ada sekilas info 🙂 Alhamdulillah, di Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 lalu, aku mendapat Medali Emas Bidang Biologi. Sesuai peraturan, peraih medali emas dan perak mata pelajaran fisika dan biologi akan dipanggil untuk ikut seleksi jadi tim Indonesia. Tim apa? Nah, ada perlombaan tingkat international, namanya International Junior Science Olympiad atau disingkat IJSO. IJSO itu lomba sains untuk anak dibawah lima belas tahun. Yap, benar sekali! Sains disini adalah IPA. Fisika, Biologi, Kimia. Jadi satu! Akhirnya, 30 orang peraih medali emas dan perak bidang fisika dan biologi harus mengikuti Training Center selama dua minggu. TC itu juga berupa seleksi. Akan diambil 12 besar, dan dua belas orang ini diharapkan bakal mewakili Indonesia ke Mendoza, Argentina, bulan Desember besok.
Continue Reading

Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 9: Medan Pertempuran, Aku Tiba! (2) )

Hari itu, hari Minggu tanggal 18 Mei, aku terbangun dengan satu pikiran langsung melintas di kepalaku. Your last shot sal … Yaps, hari inilah kesempatan terakhirku untuk mengerjakan soal sebaik mungkin yang kubisa, dengan harapan nilai teori bisa menolong nilai praktikumku yang sepertinya ……… hopeless.

Tentu saja, dengan menyapa yang Maha Kuasa dipagi buta, bakal membuat semuanya terasa lebih mudah! Alhamdulillah, aku keluar dari kamar dengan hati ringan. Seperti biasa, aku makan pagi bersama …. Nggak bersama Rahma sih, karena ruang makan yang sangat penuh, akhirnya kita berpencar. Aku satu meja sama Rara dan Nurul, lalu berkenalan juga dengan teman mereka sesama kontingen Banten yang ternyata juga anak Biologi.

Entahlah, rasanya kejadian-kejadian itu berlalu begitu cepat. Yang kuingat, tiba-tiba aku sudah berada di bus. Aku nggak melakukan apapun selain terus berdzikir. Perjalanan terasa begitu singkat. Kembali kami menyusuri gang becek itu untuk sampai ke SMPN 8 Padang. Kami berbaris kembali. Namun, yang berbeda, kali ini peserta IPS dan biologi disuruh berpose sebentar untuk direkam bersama anggota satu mapelnya sambil berseru (untuk biologi); BIOLOGI! BISA!

Continue Reading