Tentang Rasa, Asa, dan Cita (OSN 2016: Part 6-TAMAT)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Aku merenungi bulan-bulan yang sudah berlalu semenjak OSN 2016 berakhir. Mei, Juni, Juli, Agustus, September … Nyaris empat bulan pagelaran OSN 2016 usai, tapi serial OSN 2016 di blog ini malah belum ditutup dengan apik 😀 . Rencananya sih, aku akan membuat satu post lagi, post pamungkas yang akan mengakhiri serial OSN 2016 ini. Tapi, kok … banyak halangan menghadang. Mulai dari aku yang belum bisa membagi waktu karena rupanya, kelas 11 memang sesibuk itu, baik dari sisi akademis maupun non-akademisnya. Ditambah lagi hobiku menulis di tempat lain sedang minta diperhatikan belakangan ini. Jadilah jadwal sekolah lima hari yang selama ini berlaku di sekolahku tidak begitu membantuku menyisakan waktu untuk menulis blog. Oh, lebih-lebih ketika sesuatu yang lain datang … Eh, itu nanti saja, deh, ya. Hehe.

Intinya, aku berterimakasih untuk semua orang yang sudah menyempatkan diri membaca blog-ku! Baik yang membaca dengan scanning, skimming atau sampai titik komanya pun diperhatikan, terimakasih! Aku selalu berharap bahwa tulisanku nggak cuma berakhir jadi diary seorang anak labil, tapi ada sesuatu pelajaran yang bisa dipetik dari sana. Sekali lagi, terimakasih, semua! Dan terimakasih juga untuk pertanyaan ‘kapan lanjutan blog-nya?’ yang mampir ke ask.fm-ku beberapa kali. I really, really appreciate it 🙂 .

Continue Reading

Advertisements

Tradisi Kebanggaan Kami (OSN 2016: Part 3)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Setelah pengumuman OSN keluar, aku dan teman-teman bolak-balik mengamati lembar demi lembar daftar peserta tersebut. Kami mengamati siapa saja kenalan kami yang lolos, sekaligus nama-nama siswa yang menjadi bagian tim Jawa Tengah pada bidang masing-masing. Teman-temanku berusaha mengontak teman setim mereka untuk berkenalan terlebih dahulu. Sedangkan aku, aku mengamati Biologi Jateng dan …

Eeh… yang benar saja? Aku membelalakkan mata sambil meringis lebar. Berikut adalah daftar tim Jawa Tengah untuk OSN 2016.

Daftar Bio Jateng 1

Daftar Bio Jateng 2

Dari delapan orang teman setimku itu, yang belum kukenal hanya dua orang :’))) Lima orang adalah alumni OSN tahun lalu, bahkan empat dari mereka (Syailendra, Kak Rio, Kak Handika, Kak Bagus) juga anak Pelatnas. Sedangkan Anggit adalah bagian dari tim Biologi Jateng untuk OSN 2014. Aku hanya harus berkenalan dengan adik kelas Kak Fatin dari SMAN 1 Kendal dan seorang anak kelas 8 dari Salatiga. Ini sih, kurang lebih reuni … hehe.

Kali ini, semua bidang OSN membuka kesempatan untuk setiap provinsi mengirimkan maksimal sembilan orang. Jelas saja, Biologi Jawa Tengah nggak bisa membawa sekampung lagi seperti tahun lalu 😀 . Semenjak setiap sekolah diberi batasan untuk mengirimkan maksimal dua siswa per bidang, seingatku mulai tahun 2010, jarang sekali sebuah tim bisa berisi anggota yang jumlahnya dua digit. Eh, nggak tanggung-tanggung, tim Biologi Jateng tahun lalu itu sampai 15 orang! Heran sih, tapi bangga juga. Hehe. Sekaligus agak kesal karena sepanjang Pelatda hingga OSN berakhir, Bio Jateng 2015 nggak pernah mempunyai foto tim yang lengkap. Nyaris lengkap, namun selalu saja ada yang tiba-tiba menghilang : ( . Paling mendekati lengkap adalah ber-14! Ckck.

Setelah penantian sekitar satu minggu, akhirnya kami mendapat kepastian tentang tanggal pelaksanaan Pelatda Jateng. Setiap tahun, Jawa Tengah selalu menfasilitasi siswa yang lolos ke OSN dengan pelatihan selama kurang lebih satu bulan. Well, khusus tahun ini kurang dari sebulan, tepatnya tiga minggu. Pelatda akan dimulai pada 26 April dan akan berlanjut sampai keberangkatan ke Palembang tanggal 15 Mei 2016.

“Eh, kita semua satu hotel lho, di Hotel Citra Dream!”

Kabar menyenangkan itu membuat kami bersemangat. Pasalnya, pada Pelatda 2015, sembilan bidang OSN terpisah di tiga hotel yang berbeda. Kalau bersatu semua kan, pasti asyik! Alhamdulillah.

Mungkin, durasi Pelatda yang cukup panjang setiap tahunnya membuat Pelatda Jateng memiliki tradisi yang telah turun-temurun terpelihara. Apa saja tradisi tersebut?

  1. Bu Titin, seorang official Jateng yang sudah mengurusi OSN dari jaman duluuuuu sekali, selalu menunjuk ketua kelas dan ketua angkatan untuk mempermudah koordinasi.
  2. Lahirnya istilah ‘kambing’. Kambing adalah kependekan dari kakak pembimbing. Sebutan ini populer dikalangan anak Jawa Tengah untuk menyebut kakak alumni yang kembali mengajar.
  3. Setiap bidang OSN di Jateng membuat nama tim yang berlaku untuk tim bidang OSN tahun tersebut.
  4. Setiap tim membuat jaket/sweater/kaos yang kompak dan biasanya bertuliskan nama tim masing-masing.

Kalau bertemu dengan alumni OSN dari kontingen Jawa Tengah, pasti pernah merasakan setidaknya dua dari tradisi di atas. Beneran, deh, tradisi ini membuat Pelatda makin seru 😉 .

Continue Reading

Karena Hidup Sering Tak Terduga (OSN 2016: Part 2)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hai, Pembaca! Kali ini, aku mau berbagi sebuah rahasiaku. Ini serius, kok, karena memang nggak banyak orang yang mengetahui hal ini sebelum aku memutuskan untuk menuliskannya di blog.

Apakah itu???

JENG JENG JENG ….

Salsa kecil adalah seorang yang cengeng. Banget. Salsa kecil akan meminta Umi untuk menampakkan bagian tubuhnya di jendela kelas TK, supaya aku tahu Umi masih ada diluar, menemaniku yang sedang belajar (atau bermain, aku nggak tahu mana yang lebih tepat untuk seorang anak TK). Ketika Umi meninggalkanku, atau aku berpikir Umi meninggalkanku padahal masih ada, aku akan menangis sejadi-jadinya.

Hm, mungkin nggak terlalu unik, ya? Namanya juga anak kecil, bukankah hal seperti itu wajar? Well, seiring waktu berlalu, aku memang semakin nyaman dengan TKku dan nggak melulu minta Umi menemani setiap saat.

Eits, tapi … masih ada yang lebih unik lagi.

Continue Reading