Mereka, Para Jenius ( IJSO 2014 : Part 3 )

Assalamu’alaikum.

Pembaca yang budiman, (ehem, agak resmi dikit) sebelumnya aku mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang pembaca sampaikan untuk tulisan-tulisan di blog ini. Aku benar-benar semangat karena itu. Jadi, sekali lagi… Jazakumullah khairan katsir 😌.

Aku selalu bersyukur, atas nikmat yang telah Allah berikan. Mulai dari hal-hal yang memang aku senangi, sampai hal-hal yang menurutku awalnya buruk, ternyata dibalik itu semua tersimpan hikmah yang sangat berharga. Mengikuti Training Center 2 pun sebuah nikmat yang luar biasa untukku. Disini, aku bertemu sebelas pelajar jenius, sembilan pendamping yang bagaikan kakak sendiri, guru-guru yang sabar dan kaya ilmu, serta kakak tutor yang gaul nan ahli.

Perjalanan masih sangaaaat panjang. Untuk itu, ada baiknya kita mengintip para pemain di kisah ini. Berikut profil singkat serta impersonate mereka-mereka 😄😄 (Apa tuh imprersonate? Bisa dilihat disini).

1. Eliora Violain Buyamin (Eli, dan banyak nama lainnya)

Eliora Violain Buyamin

Eliora Violain Buyamin

Si cewek mantan matematika ini🙂 Yah, Eli memang peraih medali emas OSN Matematika SMP 2013. Eli pun lanjut ke beberapa kompetisi internasional sekaligus memborong sekian medali. Keren banget kan? 😁 Karena memang peraturan nggak mengijinkan peraih medali emas dan peraih medali internasional ikut OSN bidang yang sama lagi, Eli pindah bidang deh di OSN 2014, yaitu fisika. Dan dapet emas lagi :D:D. Dia pun bukan satu-satunya. Ada beberapa anak lain yang melakukan hal yang sama. Ckckck … dewa ._.

Eli itu pencerita yang jago. Kalau dia udah cerita, rasanya heboh banget. Beberapa topik cerita Eli diulang-ulang terus. Sampai-sampai aku hafal dan kalau disuruh mengulang ceritanya dari awal sampai akhir aku bisa-bisa aja, bisa banget malah… hehe. Eli ini sering narik aku kemana-mana selama di TC, jadi aku memang kelihatannya nempel banget sama cewek sipit berkacamata tebel ini 😆. Hobi Eli tuh berargumen, dengan keren dia bisa memaparkan pendapatnya disertai alasan yang logis. Kalau teriak teriak…. aduh, bikin sakit telinga (partner aku sih kalau itu). Eli punya kakak cewek sama adek cowok. Adek cowok Eli lucu bangeeeett… nggak nahan, pengen kubawa pulang :3

Karena nama Eli cenderung nggak mainstream, banyak banget orang yang ngasih nama panggilan lain ke dia. Mulai dari Ellorian sampai Melissa😦. Aku sama Eli janji, suatu saat kita harus meet up, kan kita sama sama di Semarang. Sekarang sih Eli sekolah di SMPK Tritunggal Semarang, dan kayaknya bakal nerusin disitu juga. Eli awalnya galau sma mau nerusin olimpiade bidang apa, tapi kayaknya sih sekarang udah mantap sama yang itu. Itu tuh … hihi. Eli rajin banget, pekerja keras banget dan pinter banget, apapun aku yakin pasti bisa 😌. Pokoknya, El, I am soooo sooo lucky to have you as my friend and I just want you to know that, I already miss yaa 😘.

“Aaaaaa…” (teriak-teriak sambil mukul-mukul)
“Aku merasa aku udah ketemu soulmateku, orang yang beneran ngertiin aku, sepemikiran sama aku, mereka tuh…” (diulang terus sampai aku hafal)
“Sekarang gini, misalkan kamu…” (ngejelasin apa pun)
“Neng, bangunin aku pas kamu selesai mandi ya.”
“When the sun comes up and it shines on me…” (eh, ini bukan Eli deng. Ini  alarmnya setiap pagi)

2. Mutiara Auliya Firdausy (Muti)

Mutiara Auliya Firdausy

Mutiara Auliya Firdausy

Uwaaa anak Jawa Timur nih, dari SMPN 1 Tuban. Partner biologiku :3 ketika Dean yang tahun 2014 ikut OSN Biologi sudah tidak mengakui identitasnya sebagai anak biologi ‘-‘ (tapi tetep aja nilai dia dewa ._.) (Eh kok jadi bahas Dean sih). Awal kenal Muti, Muti masih pendiam dan rada jarang kumpul sama yang lain. Sering nggak ada di kamar, jalan-jalan di sekitar hotel terus balik pas udah maleeem banget. Tapi lama-lama, semakin kenal Muti, Muti orangnya kocak banget! Dia sering melakukan hal-hal diluar kesadarannya, misalnya baru bangun tidur terus nimbrung percakapanku dan Eli padahal… nggak nyambung. Hehehe. Pokoknya seru deh 😆. Muti pendengar yang baik banget. Sering minta aku cerita sesuatu, apapun, terus bakal dia dengerin dengan perhatian penuh.

Muti biologist sejati nih… meskipun belakangan dia juga tertarik sama kimia. Tapi, cita-cita utama Muti masih jadi ahli taksonomi tumbuhan! Wah… jelas aku mendukung banget. Coba lihat kelakuan Muti sehari-hari, kemana pun kita pergi, pasti tumbuhan di sekitar menarik perhatiannya banget. Kameranya penuh dengan foto-foto tumbuhan. Menurutku, dia bener-bener jadi inspirasi buatku. Dari Muti, aku menyadari bahwa belajar tuh bukan buat dapat penghargaan dari orang lain, tapi lebih kepada memuaskan rasa keingintahuan kita sendiri dan melakukan hal yang kita cintai! Thanks a lot, dear 😄.

Dan ternyata pemirsa ….. Salsa dan Muti akan bertemu lagi semasa SMA🙂 Yeay! Ternyata, Muti dapat beasiswa ke SMA Semesta Semarang, sekolahku sekarang dan SMA ku juga. Ecie kata Muti sendiri: Sal, kita berpisah sekarang untuk ketemu lagi, kan? Iyaaaa Muti sayaaang :):):), sampai bertemu tahun depan!

“Ke salah berapa?” (Nanya ke aku habis ujian, padahal dirinya sendiri nggak mau jawab kalau ditanya balik -_-)
“Sal kamu nggak laper?” (Ini pasti bertujuan buat cari temen untuk cari makan … hehe)
“Iya mah, terus buat Aria juga.” (Lagi telepon sama mamahnya, terus aku dan Eli jadi salah paham. Aria yang mana mutt??? MUEHEHEHE)
“Sal, menurutku dia …” (terus mengajukan hipotesis dan deduksi yang aneh-aneh menyangkut sesuatu)

Kangen sama suaranya Muti yang medok kalau ngomong dan berubah drastis pas nyanyi … hehe. Baik-baik ya di Tuban, sabaaar tahun depan kita satu sekolah, yeay😉.

3. Dean Fanggohans (Dean)

Dean Fanggohans

Dean Fanggohans

Anak Riau nih, dari SMP Kalam Kudus Pekanbaru. Inget banget waktu penganugerahan medali OSN 2014 kemarin, aku kenalan sama Dean diatas panggung. Pokoknya, akhirnya kita saling mengucapkan semoga ketemu lagi buat ijso. Dan … terwujud! Kalau dibikin venn diagram antara anak fisika dan biologi, maka Dean pastilah menempati intersectnya. Gimana enggak… Dean tuh double gold medalist fisika dan biologi 2013 dan 2014. Walau begitu, Dean tetap rendah hati, kok! Keren ya🙂

Dean itu orangnya perfectionist dan ambisius. Dalam artian bagus loh, sungguh. Aku kagum banget sama semangat dia buat mencapai target-targetnya setelah gagal seleksi IJSO 2013. Dia membuktikan tahun ini bahwa … eh, nanti dulu deh, jangan spoiler biar asik😀 And I am soo lucky to get into one team with him in experiment. Karena … ya gitu. Aku kan orangnya ceroboh, dia bisa sabar ngingetin macem-macem. “Sal, dua tangan.” Itu kata-kata yang memorable banget soalnya aku melulu lupa setiap nuang sesuatu, tabung yang menerima tuangannya nggak kupegang… hehe.

Dean udah fix hijrah ke kimia! Setelah melalui berbagai pertimbangan dan kata banyak orang juga, Dean udah wajah-wajah kimia. Aku nggak ngerti sih sebenernya dinilai dari mana wajah seseorang itu sampai bisa digolongkan bidang apa olimpiadenya. Tapi… menurutku… Dean memang wajah kimia sih. (Loh gimana toh). Dean sering ngeri sama aku karena aku udah hafal baju-baju yang dia pake… hehe. Nggak cuma Dean sebenernya, hampir semua kuhafal. Wong 3 bulan bareng lama-lama pasti inget. Kayak baju kafeinnya dean, kaos yang ada tulisan stand up for love atau bicol. #ngeri #terusdeannggakmautemenanlagisamasalsa #itukanprivasi #duhmaafya

“Gua blablabla (insert boys name here)” (jadi Dean tuh kalo sama cowok pake gue elu, sama cewek pake aku kamu hoho)
“Aaaa… parah banget…”
“Menurut kamu? Dasar teorinya apa?” (Ini kalo lagi diskusi pas eksperimen)
“Ok. Jadi, yang kita perlukan …” (jiwa leadershipnya keluar nih)

Semangat IChO looh, ditunggu gold medal selanjutnya🙂.

4. Ahmad Aufar Thoriq (Thoriq)

Ahmad Aufar Thoriq

Ahmad Aufar Thoriq

Thoriq sekolah di SMPN Sragen Bilingual Boarding School, tapi rumahnya di Bondowoso. Ya… gitu deh. Nasibnya sama kayak aku. Waktu SD dulu, kita sama-sama mewakili Jawa Timur di OSN SD 2011. Dia bidang matematika dan aku IPA. Kemarin aku lihat lagi foto-foto jaman kelas 6 and you know what THORIQ TUH LEBIH PENDEK DARI AKU sekitar… lumayan keliatan lah selisihnya. Tapi sekarang … :”( :”( :”( tapi dulu dia juga gendut bulet gitu… hoho. Ah, puberty… you’ve made so much difference.

Thoriq tuh… bisa dibilang, penggalau. Maksudku, ‘penggalau’ nggak mesti dikonotasikan buruk, kok. Hal-hal yang dia galauin malah sering bikin aku ikutan mikir dan merenung. Terus ikutan galau. Eh, enggak deng. Bisa buat muhasabah, alias introspeksi diri. Bisa buat semakin sadar juga bahwa … dunia tuh nggak adil (loh kok galau). Hehe… enggak, sebenarnya lebih ke… dunia memang nggak bakal berjalan sesuai keinginan kita kok. Kadang, ada hal-hal yang nggak kita inginkan tapi… ya terjadi. Terus mau menyalahkan siapa? Bukan siapa-siapa. Sungguh, nggak ada yang bisa disalahkan. Beberapa hal memang masih menjadi misteri. Begitu rendahnya pemikiran manusia, sehingga ada hikmah dari kejadian-kejadian yang masih Allah simpan, belum terungkap. Tapi, pasti ada kok. Ada hikmah dibalik semua yang terjadi🙂.

Thoriq juga pendengar yang baik. Makasih banget… aku tahu aku cerewet xD. Pernah ada saat-saat dimana Thoriq ngenes banget karena ……… jomblo. Waktu itu ada eksperimen biologi pake ikan. Terus dia langsung komentar, “Ikan aja berdua, masa aku sendiri?”. Ternyata, selesai eksperimen ada dua ikan yang mati. Salah satunya yang dipakai kelompokku (waktu itu aku satu tim sama Thoriq). “Tadinya aku punya pacar, tapi sekarang udah mati.” Duh, aku ikutan sedih ya, Thor :”(

“Mmmm…” (sok-sok imut kalau sama seseorang)
“Dunia itu nggak adil…” (galau)
“Justru itu, kita terlalu beruntung.” (Galau lagi)
“Bisa nggak?” (Setiap pelajaran fisika kalau duduk di sebelahku selalu tanya kayak gitu, biasanya sih aku nggak bisa terus bener-bener dijelasin. Baik banget kan?? Hehe. You’re such a help, thanks! 😄)

Hayoloh yang masih bimbang sekolah dimana… (Atau udah pasti?). Pokoknya apapun bidang olim SMA nanti, dimanapun, sukses terus ya🙂.

5. Michael Gilbert (Michael, Mike, MG, Miki, Miji)

Michael Gilbert

Michael Gilbert

Michael… rasanya kesan pertama itu bisa sangat menipu. Jujur aja, awal ngelihat Michael tuh rada takut… ngg, kayaknya pendiem terus jaim terus tertutup gitu. Mana aku denger Eli manggil Michael, ‘Om om berkumis’ lagi. Kan tambah ngeri … hehe. Tapi seiring waktu berjalan… kesan-kesan itu perlahan sirna! Michael nggak pendiem, cerewet juga lama kelamaan. Michael nggak jaim, lebih tepatnya image dia rusak gara-gara teman sekamarnya… Jonathan. Michael nggak tertutup. Sangat terbuka malah. Sekali lagi gara-gara… Jonathan. Tapi tampaknya hal-hal itu kurang pantas dibicarakan disini ya 😆😆😆.

Nah, Michael juga termasuk anak anak matematika yang hijrah ke fisika, dapet emas, ikut IJSO, terus… ya gitu. Memang deh dia ini kutu buku banget. Rencananya SMA mau ikut fisika. Masa dia udah nyelesaiin beberapa buku buat olim SMA 😮😮. Integralnyaaa … 😯😯😯 Keren kali dirimu, nak. Michael orangnya tenang banget, setim bareng dia pas eksperimen membuktikan hal itu. Kalau dia lagi mikirin suatu permasalahan … ekspresi mukanya unik! Nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata pokoknya.

Makasih ya, Mike, udah nostalgia lagu-lagu lamanya Indonesia itu di bus. Nggak nyangka Michael suka nyanyi juga pemirsa! Kata temen-temen sih, kacamatanya Michael level ketebalannya udah mencapai tahap anti peluru. Ckckck… kutu buku. Oya, Michael orang Cirebon, sekolahnya di SMPK Penabur Cirebon.

“Tenang … semua pasti bisa diatur. Cuman aturannya aneh aja.” (Komentar dia untuk hampir semua masalah)
“Semua cewek tuh cantik, asalkan rambutnya dipanjangin, poninya dikesampingin, operasi wajah tujuh kali.” (Mike ._.)
“Muka dia tuh … kayak persamaan fisika yang pengen gua pecahin.” (Don’t say … semua orang fisika kalau lagi jatuh cinta kayak gini >.<)

Jangan kebanyakan mikirin si dia yang jauh disana, Mike. Tetap jadi Mike yang humble dan kayak om-om itu, nggak masalah kok🙂 suatu saat aku bakal liat kamu jadi gold medalist IPhO ya? Semangaaaat 😄.

6. Jonathan Aristya Setyadji (Jo, Joa)

Jonathan Aristya Setyadji

Jonathan Aristya Setyadji

Orang Semarang tuleeen! Ngomongnya medok banget deh. Jo sekolah di SMP PL Domenico Savio Semarang. Aku paling nggak nahan ngedengerin koleksi lagu-lagu dia. Bener-bener penuh lagu Indonesia dan … gitu. Masa lagu favoritnya Fortune Cookies dan lagu-lagu Jawa yang bermakna sangat beragam itu. Si Jo basicnya fisika, tapi dia keren looh, mau eksperimen apapun juga. Dia orangnya peka dan perhatian sama hal-hal kecil. Sehari-hari, dia dan Patrick paling bisa mencairkan suasana dengan guyonan dan celotehan-celotehan mereka.

Waktu di Bandung, kamar cewek yang isinya tiga orang berseberangan sama kamar Jo yang bareng sama Michael. Jangan ditanya apa yang terjadi setiap kamar mereka kebuka -_- Jo jago futsal! Bagi dia itu refreshing sekaligus olahraga. Jago main PES juga kelihatannya. (Eh, nggak tahu) (Salsa sok tahu) (itu permainan yang sepak bola itu kan? Iya kan??). Entah kenapa, entah dia merasa sok muda atau gimana, yang jelas dia kadang-kadang suka manggil aku kakak ‘-‘ padahal sama Andrew enggak, sedangkan Andrew tertua dan aku tertua kedua.

“Kalau cowok ganteng mau diapain aja ya tetep ganteng. Mau ketabrak mobil, mau kepalanya udah nggak ada, ya tetep ganteng.” (Teorinya Jo ._.)
“Omongannya nggak bisa dijaga… nggak tahu diri.”
“Ganteng nggak?” (Pertanyaan dia setiap aku ngomongin seorang cowok yang nggak dia kenal ke dia. Siapapun orang itu. SIAPAPUN. Astaga Jo, kamu…)

Jo sering dapet boneka! Padahal dia anak bungsu dari tiga bersaudara yang cowok semua. Nggak tau tuh bonekanya mau diapain. Huwaaaa Jo jangan lupain kita ya Jo, kalau udah disana. Wish you all the best luck, someday we’ll meet again, okey?😀.

7. Patrick Bryan Nugraha (Patrick)

Patrick Bryan Nugraha

Patrick Bryan Nugraha

Si koko dari dua adik perempuannya! Wohooo… kebayang kan, Patrick segentle apa? Mmm, tidak usah dibayangkan🙂 karena, entah kenapa, dia seperti punya dua mode sikap. Normal dan abnormal. Kenormalan dia udah mulai kelihatan semenjak di Bandung. Patrick yang heboh, Patrick yang kalo foto gayanya Masya Allah kalau nggak gadis pantai ya ngebelakangin kamera atau nutupin semua yang lagi siap-siap pose juga. Begitu ada faktor-faktor eksternal (re: keluarga) langsung … tadaaa! Itulah Patrick yang anteng 😌. Justru saat seperti itu kita merasa Patrick nggak normal.

Patrick sekolah di SMPK IPEKA Internasional Jakarta. Aku mendukung semangat dia buat dapetin beasiswa. Semangat terus, Pat! You can do it 😄. Patrick memang cepet belajar. Paling nempel sama Campbell selama di TC. Kenempelannya dengan Campbell cuma bisa disaingi sama Eli. Makanya dia belum bener-bener menentukan bidang untuk olimpiade SMA nanti. Patrick update tentang dunia, seriously. Bacaannya BBC dan semacamnya.

Patrick paling bisa bikin aku sama Eli teriak-teriak. Kelakuannya aneh dan ada-ada aja, sih. Aku udah susah percaya Patrick. Tingkat kepercayaanku ke dia awalnya 0,1%, terus turun jadi 0,0001% sampai akhirnya minus. Nggak tahu kenapa aku selalu heboh sendiri sama berita yang dikasih tahu Patrick. Pas aku lagi bingung gitu, aku tanya ke temen yang lain. Jawaban mereka, “Ah, masa kamu percaya Patrick ngomong apa?”. Terus aku merenung. Oh iya juga ya. Terus aku tanya lagi, “Emang bener, Pat?” “Enggak lah.” Katanya. ((Serasa mau minum Baygon)) Dan itu terjadi berkali-kali, dalam banyak kasus ‘-‘

“Atu, kalau nggak gitu…”
“Enggak lah, nggak bakal gitu lah…” (komentar dia kalau kita mengkhawatirkan sesuatu)
“Sal, siap-siap ya.” (Sewaktu aku bakal menghabiskan 8 jam duduk sebelah dia)
“Ooo… masa?”

Aahh… pokoknya versi normal Patrick bikin kelas rame lah! Kalau aku ketemu kamu pas SMA dan ternyata kamu Biologi… aku nggak bakal kaget kok… hehe. Good luck dan terus semangat yaps:mrgreen:.

8. Andrew Wijaya (Andrew)

Andrew Wijaya

Andrew Wijaya

Andrew orang Bandung, sekolah di SMP Santa Angela Bandung. Tapi, nenek moyangnya (eh, berasa lama banget gitu nggak sih) dari Semarang. Jadi, Andrew bisa ngerti Bahasa Jawa gitu deh. Tapi kalau ngomong… nggak medok, jadinya lucu.. hehe.

Yaps, Andrew is also my teammate and I am grateful for it. Andrew jago analisis data, hal-hal yang berhubungan dengan grafik dan manipulasi data gitu. Eitss… manipulasi nggak selamanya salah, kok. Tanya aja sama yang ngajarin aku begitu ……….. yaitu Andrew sendiri. Hehe. Tapi, katanya yang memang basic fisika, eksperimen fisika tuh ada dasar yang jelas. Seharusnya semua terprediksi. Bikin data yang masuk akal tapi juga nggak perfect seratus persen butuh keahlian dan kemampuan ngelihat pola. Kesimpulannya: aku sama sekali nggak jago begitu, tapi Andrew bener-bener ngebantu and I really learnt a lot from him.

Andrew juga ahli banget sama barang-barang elektronik. Maklum, anak robotik. Dia udah lihai sama alat-alat lab. Paling bisa ngeberesin alat lab pasca pemakaian. Di tangan Andrew, semua alat menjadi putih bersinar sunlight dan serasa belum kepake buat apa-apa! Cocok jadi laboratorian sekalee 😁.

“Hah? Hah? Gimana gimana, ulangin?”
“Sal… sini. Nganggur nggak?” (Ceritanya pas eksperimen)
“Yah, udah jam sebelas.” (Andrew nggak bisa tidur malem-malem wooo hehe)

Terus semangat buat SMAnya, ndrew. It seems that you have already made plans for your future so … yeah. Wish you success 😄.

9. Aria Purwasatya Salim (Aria)

Aria Purwasatya Salim

Aria Purwasatya Salim

Aria anak Pribadi Depok, tapi aslinya Bekasi. Perantauan juga? Tapi nggak jauh-jauh banget kan… hoho. Kakak adik pinter banget loh … nggak ngerti lagi. Karena Aria anak PASIAD juga, waktu itu pas cerdas cermat fisika pernah aku, Thoriq, Aria sama Mike sekelompok. Terus kita bertiga sok sok an pake Bahasa Turki biar Mike nggak ngerti… hehe. Padahal Bahasa Turkinya juga standar banget sih.

Awal kenal Aria tuh … aku nggak tahu mau ngomong apa sama dia. Hehe. Aria seru seru aja sama cowok-cowok, tapi sama cewek … ya habisnya kita diajak ngomongin bola kan mana ngerti gitu. Tapi as the time goes by the atmosphere starts to be warmer kok. Meskipun ya… aku tetep nggak mudeng apa-apa soal bola. Tapi … hei, kalau di chat atau sosmed Aria lebih cerewet. Entah apa cuma perasaanku aja ya? Hehe.

Aria juga cepet belajar! Pernah waktu itu ada semacam game Eat Bulaga pas Biologi. Ada yang maju untuk ngelihat pertanyaan, terus si partner bakal nebak pertanyaan itu. Yang maju cukup bilang iya-tidak-bisa jadi. Materinya tentang keanekaragaman hewan, alias taksonomi. Kan banyak banget itu … tapi Aria jadi yang maju, dia belajar bentar (plus strategi) jadi bisa kok:mrgreen:. Keren …

“Gua blablabla… yah lu gimana sih.” (Ini ngomong sama cowok)
“Ooh… gitu. Iya.” (Ini ngomong sama cewek)

Hehe maafkan aku ya yak, mungkin aku terlalu overexcited pas dikabarin mau kunjungan ke sekolah kamu 😄. Masih galau yaa olim pas SMA? Tetep semangat!:mrgreen:.

10. Olym Rifki Amali (Olym)

Olym Rifki Amali

Olym Rifki Amali

Awalnya, denger Olym ngomong sama yang lain rada aneh. Kenapa formal banget begitu pake saya-kamu? Eeh, ternyata, di tempat asal Olym di Mataram NTB, saya-kamu memang bahasa sehari-hari. Kalau ngomong pake aku-kamu atau gue-elu malah diketawain. Olym sendiri sekolah di SMPN 2 Mataram.

Keren yaa… namanya Olym, terus anak olim pula. Jadi kita kalau lagi ngomongin yang bawa-bawa kata-kata ‘anak olim’, Olym serasa telah menjadi seorang ayah ._. Selidik punya selidik, ternyata nama Olym memang diambil dari Olimpiade Sydney yang waktu itu diselenggarakan disekitar waktu kelahiran Olym. Ckckck…

Olym memang paling muda diantara kita semua. Entah karena apa tapi… kayaknya Olym kadang kurang percaya diri gitu. Padahal… dia bisa kok! Aku nggak setim sih sama Olym pas eksperimen, tapi dilihat nilai-nilainya dia, dia juga bisa :):). Tuh kan … hardwork never fails… dan, salutnya lagi, Olym selalu tersenyum 😆. Sepanik-paniknya keadaan, Olym nggak bakal ikutan panik.

“Saya blablabla…” (lucu aja ngedengerinnya 😎)
“Nggak, nggak …”
“Sama, saya juga belum selesai.”

Aku kagum sama Olym yang nggak gampang patah semangat😉. Ditunggu di olim SMA, ya Olym (rrrggh, well, sounds awkward). Bisa, in syaa Allah. Semangat 😁.

11. Gian Cordana Sanjaya (Gian)

Gian Cordana Sanjaya

Gian Cordana Sanjaya

Satu lagi anak matematika yang terlalu multi talenta sampai mengikuti osn lagi dan berakhir di IJSO. Gian itu … kayaknya punya dunianya sendiri. Sekali dia tertarik sama sesuatu, disitu dia bakal memfokuskan seluruh perhatiannya. Dan, empat hal yang menjadi ketertarikannya: Matematika, Kimia, Minesweeper dan COC. Belakangan Pokemon juga. Hihihi…

Udah jadi adek banget buat Jonathan sama Thoriq. Kayaknya cinta banget sama matematika dan SMA bakal pilih bidang itu lagi. Gian asalnya dari Bali, tepatnya SMPN 1 Negara.

“Mbeeek …” (favoritnya Gian, terus diikutin sama Jonathan)
“Muti, hampir muuut! Di sebelahnya angka delapan mut …” (laporan ke Muti sampai dapet angka delapan di Minesweeper)
“Ada yang bawa wifi portable nggak?”

Gi, janji bawain emas IMO ya? I know you can🙂. Sekali-sekali boleh lah, keep your laptop and start joining people around you😉.Terus semangat!

——————————

Subhanallah, aku bahagia banget selesai menuliskan seluruh deskripsi itu. Seharian beneran aku mikirnya … hoho. Lalu, bagaimana dengan aku sendiri? Well, tentu saja aku nggak bisa menilai diriku sendiri. Tapi, orang lain pasti bisa. Jadilah aku berusaha mengumpulkan pendapat beberapa teman dan kakak pendamping tentangku. Kepinginnya sih, semuanya. Cuma, setelah diingetin dan diberisikin berkali-kali di whatsapp dan messenger yang beneran ngirim cuma …

12. Salsabiilaa Roihanah (Salsa)

Salsabiilaa Roihanah

SalsabiilaaRoihanah

 

Kak Nadia (pendamping):

Salsa itu cepat tanggap dan cerdas dalam menyelesaikan permasalah. Selalu berusaha memberikan yang terbaik utk (si)apapun. Satu hal yang sangat mencolok dari Salsa, dewasa sebelum waktunya. Ups, itu bukan hal negatif, tentunya. Cara Salsa dalam menyampaikan segala hal yang diingkan tidak seperti pada umumnya anak seusia Salsa. Dan itu menjadi daya tarik teman2 yang lain untuk menjadi lebih dewasa.😉

Eli (teman):

Salsa itu orangnya kayak guru banget. Kalau ngajarin tuh jelas apalagi tentang bio. Julukan buat Salsa mustafa #lupa yang asli namanya apa. Meskipun Eli kalau dijelasin nggak mudeng-mudeng. Apalagi kalau pas Eli lagi kumat. Pas ngomong kata-kata salah Salsa dengan setia menerjemahkan… wkwkwk.

Salsa itu udah kayak emak Eli sendiri; ngingetin Eli mandi, bangunin Eli, terus tiap pagi rajin banget matiin alarm “The Best Day Ever”-ku. Nggak pernah bosen dengerin curahan hati seorang Eli meskipun diulang-ulang sampai bosen, tapi tetep akan dengerin.

Salsa itu partner in crime Eli. Kemana-mana selalu bersama. Mulai dari selfie bareng, belajar bareng, ngerumpi bareng, sampai ke toilet bareng.

Intinya, Salsa adalah my everything!

Ni yang formal:

Salsa orangnya asik banget, pinter, ceria, soleh, berprinsip dan ramah.

Kak Dhanys (pendamping):

Salsa itu bijak, kedewasaannya melampaui umurnya, santun, soleha juga. Salsa itu role model yang sangat baik untuk remaja2 Indonesia saat ini.

Kak Lulu (pendamping):

Salsa orangnya baik, dewasa, bisa jd andalan bagi teman2 yg lain, cantik.

Aria (teman):

1. Salsa itu baik (sama aja kayak yg tadi✌)
2. Salsa itu orangnya religious
3. Salsa itu orangnya jujur
4. Salsa itu orangnya suka update

Dean (teman):

Gimana yah,
Seperti kata Aria deh, Salsa itu baik. Ngga jauh beda sama tipikal cewek pada umumnya. Ngga overact, ngga pendiam juga. Mau bersosialisasi, dan ga susah kalau berteman. Enak diajak bicara, to the point and speak clearly. Ramah, santun, penyabar. Dan, tipikal orang yang jarang marah kayaknya, ahaha.

Orangnya gigih, kerja keras, yah kalau anak biologi apalagi yang mau masuk kedokteran sih, wajar aja. Selain itu, yah, kalau mengerjakan sesuatu rapi. Untuk beberapa (dan banyak) hal terampil.
Dibilang rajin sih iya, tapi ngga nerd gitu, udah tipikal medalist OSN yang bener-bener enjoy sama sains. Dan sepertinya punya mimpi besar. Teruslah mengejar mimpimu, kak, ahaha.

Kalau kesan sih..
Aku senang, bisa kenal dan berteman sama Salsa. Bisa berbagi cerita dan pengalaman. Dan terlebih, yang paling berkesan itu karena bisa setim sama Salsa untuk IJSO tahun ini. Kelompok pertama dan terakhir, ahaha. Ga tahu kenapa, tapi setiap kali kepikiran tentang tim kita, aku ada perasaan bangga, gimana yah… Bangga bisa setim dan bekerja sama dengan calon emas IBO. Kira2 gitu sih… Dan sebagai ketua tim, menurutku Salsa ga pernah mengecewakan.

Yah, itu aja sih. Akhir kata, aku ngucapin terima kasih (lagi) atas semuanya, dari awal sampai akhir. Tetep jaga nilai-nilai plusmu yah.

Jonathan (teman):

1. Salsa adalah penulis terbaik dari 12 orang. Bukan hanya dalam sastra tapi juga kalo membuat laporan paling jago dan rapi. Keteraturannya melebihi batas orang normal.
2. Adalah anak yang tekun dan gigih. Persoalan dihadapi tanpa menyerah. Rajin sekali.
3. Adalah anak yang sangat santun. Ketika berbicara selalu dipikir dan diolah. Adalah observan yang baik, sehingga bisa menulis dengan tepat.

Michael (teman):

1. Jago biologi bingits. Gw harus banyak belajar biologi dari kamu 🙏.
2. Enak diajak diskusi.
3. Hobby menulis. Tulisannya sudah kaya JK Rowling. Yeahhh…
4. Soulmatenya Eliora selama hampir 3 bulan TC.

——————–

Makasiiih banget buat temen-temen dan kakak-kakak yang udah menyatakan kesannya buat aku. Buat yang lain, aku tahu kalian pasti ada kesan untukku, tapi nggak semua punya waktu untuk menuliskannya, dan nggak semua bisa menuangkannya dalam bentuk kata-kata. Nggak papa kok🙂.

Jadi intinya, tiga bulan itu waktu yang cukup lama untuk mengenal seseorang. Kita jadi makin tahu pribadi masing-masing. Karena, selama tiga bulan itu, kita dalam keadaan tertekan. Seperti kata banyak orang, disaat-saat kritis dan tertekanlah kita bakal bisa melihat kualitas asli dari diri seseorang. Aku merasa beruntung bisa mengenal mereka semua. Mereka jenius; tentu saja dalam bidang yang beragam. Aku belajar banyak dari mereka semua. Mulai dari materi yang mereka bagi, cara belajar mereka, hingga hal-hal yang lebih bersifat sosial. Rasanya memang menyenangkan berkumpul bersama orang-orang yang memiliki satu ketertarikan dengan kita. Kalau ngomongin fisika, kita nyambung (walaupun kalau aku sih rada lemot). Ngomongin kimia, semua nimbrung. Biologi, ya lumayanlaah. Kesempatan kenal mereka benar-benar berharga🙂.

Namun, selayaknya sebuah pertemanan, we always have ups and downs. Tapi, dari situ juga kita belajar menjadi seseorang yang lebih mengerti orang lain.

Di episode selanjutnya …

BERSAMBUNG

17 thoughts on “Mereka, Para Jenius ( IJSO 2014 : Part 3 )

  1. Rizqi Bagus Setyawan

    Intinya Semuanya Lebih dari Keren.. pokoknya semua jempolku ku acungin deh xD.. eh iya tadi ada yang typo Jonathan no 1 paling bawah xD #GoodJob

  2. Timothy Jordan

    Worth to read😀

  3. Ngeri banget yang anak-anak Olymp ini^_^ Sukses terus buat kalian:D Btw, ternyata anak Olymp banyak yang kocak juga yaaa:D

  4. Seneng banget bacanya! Aku jadi terinspirasi banget buat do the best biar bisa kaya mereka… Kecil kecil sudah mantab dan semangattt banget belajarnya.. dan ternyata anak olim ga se-nerd yang kubayangin, tapi pastinya lebih pekerja keras daripada yang kubayangin!! Pertahankan yaa prestasinya.

    • Alhamdulillah, aku juga terinspirasi kok sama mereka … a bunch of kids who have already found their passion and interest🙂 hehe we can be ‘that’ nerd but not all the time😀 siip deh. Kita sama-sama semangat buat do our best yaa!

  5. si aria masih kaku sama cewe ya? wkwk ga berubah dari dulu. gue setuju sama lo, aria kalo di sosmed lebih cerewet lol xD

  6. yang paling keren jonathan lah kak! aku temennnya loh temen dalam artian tanda petik hehehe…

  7. Gian seberapa dekat sih sama laptopnya pas tc ijso? ._. *pengalaman pas di jogja kemarin, gara-gara dia gak bawa laptop ujung-ujungnya dia ngebajak laptop saia \._./ padahal beda kamar ._. *malahcurhat *gubrak

  8. Nice, I hope all of student in the world is will be like them .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s