Kembali Pulang ( IJSO: Part 1 )

Assalamu’alaikum🙂

Hari ini, tanggal 14 Desember 2014 di pagi buta, aku masih duduk dihadapan laptopku. Seberapa keras pun aku mencoba, mataku tetap tak bisa terpejam. Fiuh, tentu saja. Jet lag. Jam biologisku masih belum sesuai untuk jam di Indonesia, dimana aku telah terbiasa di Argentina untuk dua minggu belakangan. Disana, pagi buta di Indonesia adalah siang hari.

Tunggu.

…. Salsa habis dari Argentina? Ngapain coba?

Sewaktu aku masih duduk di bangku kelas 8, mendengar kabar seorang kakak kelasku mengikuti perlombaan internasional di India membuatku terkagum-kagum. Kak Tika, saat itu, meninggalkan sekolah selama kurang lebih tiga bulan. Aku membantin, what a hard work, yet much pride to be Indonesian delegation in international events! Ketika aku menjelajahi google, aku menemukan berita-berita terdahulu yang memuat tentang punggawa-punggawa Indonesia yang bekerja keras untuk mengibarkan merah putih dalam kompetisi sains internasional. Mereka, yang telah melewati bertahap-tahap seleksi, terpilih menjadi perwakilan Indonesia di panggung dunia. Dahulu, menjadi seperti mereka serupa angan saja. Namun kini, aku percaya bahwa batasan antara mimpi dan kenyataan hanyalah sebatas doa dan usaha serta ridho Allah Yang Maha Kuasa.

Alhamdulilillah, Allah memberiku kesempatan untuk mengikuti the 11th International Junior Science Olympiad yang diadakan 2-11 Desember 2014 di Mendoza, Argentina. Begitu baaaaaanyaaaaak kesan dan pengalaman yang kudapat selama even tersebut. Tidak, bukan hanya saat perlombaan yang memberikan kesan mendalam bagiku. Persiapan kami timnas Indonesia selama dua setengah bulan sebelumnya, adalah waktu-waktu penuh kenangan yang masih lekat di memoriku. Memang, aku tidak sendiri. Sebelas orang lain menjadi teman seperjuanganku. Ada Eli, Muti, Dean, Michael, Patrick, Andrew, Thoriq, Olym, Aria, Gian dan Jo.

Alhamdulillah, kembali aku bersyukur untuk kesempatan bisa menengok dunia di belahan lain bumi. Tempat yang benar-benar berbeda, mulai dari keadaan geografis sampai kultur dan budayanya. Amerika Latin! Siapa yang menyangka, aku bisa menginjakkan kaki ke negara asal pesepak bola legendaris Maradona (yang sebelum ke Argentina, sering tertukar di pikiranku namanya dengan Madonna. Padahal astaga, itu kan beda sekali😀 ) dan bintang lapangan hijau masa kini, Lionel Messi.

Bagaimanapun, sepotong lirik Indonesia Pusaka memanglah nyata untukku.

Disana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan Bunda

Tempat berlindung di hari tua

Sampai akhir menutup mata

Indonesia tetap rumah. Tetaplah peraduan tempatku bertemu sanak keluarga, menerima kenyamanan tiada tara hanya dengan berkumpul bersama orang-orang terdekatku. Bahkan, teringat rasa berbagai kuliner nusantara yang kaya akan bumbu membuat lidah ini merindukan tanah air.

Dan akhirnya, kami memang. Pulang. Aku menengokkan kepala keluar jendela pesawat. Sedih, aku mendapat seat di tengah, sehingga tidak begitu leluasa menikmati pemandangan diluar. Penerbangan Buenos Aires-Doha via Sao Paulo adalah tengah malam. Kota Buenos Aires yang  masih hidup terlihat bak serbuk-serbuk emas yang ditaburkan di atas pualam hitam kelam. Ya, kerlipan lampu kota yang kekuningan membuat ibu kota Argentina itu terlihat seperti perhiasan emas. Berkilau. Aku mengerjapkan mata beberapa kali. Pesawat semakin terbang tinggi. Kota itu terasa semakin mengecil dan menjauh….

Di pesawat, aku banyak menghabiskan waktu untuk menonton film. Eli dan Muti yang duduk di sebelahku juga melakukan hal yang sama. Kami tak lagi menghiraukan waktu istirahat seperti saat berangkat kemarin. Kalau akhirnya di Indonesia pun kami terkena efek jet lag, ya sudahlah. Waktu tidur kami kan tidak lagi ada yang mengatur … hehe.

Sampai di Doha, kami transit sekitar 4 jam di Hamad International Airport, Bandara keren yang nyaman banget! Selagi menunggu keberangkatan ke Jakarta, mulai banyak orang-orang disekitar kami yang berbicara Bahasa Indonesia, menandakan tujuan mereka yang sama dengan kami. Aih… kataku pada Eli, “El, masa-masa kita bisa ngerasani orang sambil teriak-teriak sudah berakhir … Disini mah, semua udah ngerti Bahasa Indonesia.” Hehehe.

Penerbangan selanjutnya, aku duduk di sebelah Patrick. Biasa mah dia, ada-ada aja tingkahnya. Pernah suatu kali aku dipaksanya menunduk lalu dia melangkahi kursiku supaya bisa keluar ke toilet. Ckckck. Saat itu pun aku banyak-banyak menonton film.

Apa teman-teman pernah merasa seperti ini: ketika perjalanan pulang, perjalanan terasa lebih singkat dari berangkat? Yah, memang seperti itu rupanya. Belum terasa begitu lama, seorang pramugari membangunkanku dari tidur untuk menegakkan kursi. Sebentar lagi landing. Waw, cepat sekali.

Sampai di bandara dan mengambil bagasi, kami keluar menuju daerah penjemputan. Ketika kami melangkah keluar, tepuk tangan dan sorak sorai para penjemput terdengar. Aku melihat orang tuaku, kemudian tersenyum ke arah mereka. Kami berbaris, kemudian Bapak Supriano mengalungkan karangan bunga kepada kami satu persatu. Selanjutnya, kami berfoto bersama sambil menunjukkan medali dan membawa spanduk.

Sumber: MI/Syarief Oebaidillah (news.metrotvnews.com)

Sumber: MI/Syarief Oebaidillah (news.metrotvnews.com)

Disamping guru-guru tercintaaa...

Disamping guru-guru tercinta

Jadi, kesimpulannya … Salsa berhasil membawa pulang medali? Alhamdulillah, iya🙂 Allah memberiku kesempatan untuk meraih Medali Perunggu di IJSO 2014 kali ini. Jangan disangka emas ya … karena sekilas dari foto memang mirip. Iya, mirip emas karatan😀 Hehehe.

Alhamdulillah, Bronze Medal of the 11th International Junior Science Olympiad

Alhamdulillah, Bronze Medal of the 11th International Junior Science Olympiad

Ini dia hasil lengkapnya dari tim Indonesia.

Perolehan MedaliAlhamdulillaahi robbil ‘aalamiin … Aku yakin inilah hasil terbaik yang Allah berikan untuk kami. Emas yang tahun lalu meninggalkan Indonesia, kini kembali lagi dalam genggaman. Alhamdulillah!

Kemudian, aku menyapa kedua orang tuaku, serta pakde dan bude beserta keluarga yang turut menjemput. Aku mengecup tangan Umi dengan penuh hikmat. Subhanallah, aku merasa sangat beruntung, ternyata Pakde Ipung beserta keluarga memberikan hadiah spesial berupa … boneka! Awalnya, aku nggak begitu mudeng itu karakter apa, ternyata salah satu tokoh di film Disney Big Hero 6 yang namanya Baymax ya? (ceritanya googling dulu😛 ) Hihi maklum … film itu rilis ketika aku masih pelatihan, jadi memang masa-masanya nggak update apa-apa tentang dunia luar😀 Kerennya lagi, Pakde dan Budeku itu telah menyiapkan dua belas boneka! Diberikan untuk sebelas temanku yang lain juga🙂 Waah … mereka semua kelihatan suka. Khusus teman-teman cowok yang punya adik cewek, boneka itu langsung di ‘akuisisi’ deh sepertinya. Hehe.

Sama adek-adek :)

Sama adek-adek🙂

Baymax

Baymax😉

Pegang Boneka 2

Si Baymax dan kloning-kloningnya dikalungi medali IJSO😀

Teman-temanku yang mendapat emas, terutama Dean, tampaknya sedang dikelilingi wartawan. Apalagi kalau bukan untuk diwawancara. Suasana ketika itu … penuh dengan kebahagiaan dan jepretan foto disana-sini. Kami sampai lelah tersenyum lebar dihadapan kamera-kamera itu. Tapi … seneng banget lah, jelas :’) Momen-momen ini tidak akan pernah kulupakan.

Dean yang dikerumuni wartawan

Dean yang dikerumuni wartawan

Berikutnya, kami berkumpul di salah satu lounge di bandara untuk menerima penghargaan lebih lanjut sekaligus ramah tamah. Pemerintah memberikan reward berupa uang untuk kami. Ketika giliranku maju, abiku sempat mengabadikan suatu momen yang menurutku sangat komikal😀

Mike ... -_-

Mike … -_-

Lihat deh … Michael dengan baik hati berusaha memberikan piagamku saat Pak Supriano akan menyerahkan peghargaan. Tapi … kenapa pas banget ketika aku sebenarnya sedang senyum cantik ke kamera dan terhalangi lembar piagam yang akan diserahkan Michael? Ckckck … aku masih senyum-senyum nggak jelas kalau memperhatikan foto ini. Belum lagi melihat ekspresi Michael yang kayaknya nggak bersalah dan tulus ingin membantu itu. Nah kan … Hahahah aku udah ketawa lagi😀 Michael, Michael …

Akhirnya, tiada yang menghalangi :D

Akhirnya, tiada yang menghalangi😀

Di saat-saat itu, aku sengaja menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan teman-temanku. Aku sadar, sebentar lagi kami akan berpisah. Kami akan kembali ke rumah masing-masing dan menjalani aktivitas seperti biasa. Nggak ada lagi belajar Fisika, Kimia, Biologi mati-matian. Nggak ada lagi tambahan jam lima pagi. Nggak ada lagi ngerengek-ngerengek minta futsal atau nonton Interstellar. Ah … everything will change.

Kumpul-kumpul bareng untuk terakhir kalinya. Mendengarkan cerita Michael tentang cintanya yang tak sampai ...

Kumpul-kumpul bareng untuk terakhir kalinya. Mendengarkan cerita Michael tentang cintanya yang tak sampai …

Akhirnya, satu persatu dari kita meninggalkan lounge. Ya, kami benar-benar akan berpisah. Rasanya … saat itu atmosfernya berubah jadi melankolis. Aku dan Eli berpelukan untuk (semoga bukan) terakhir kalinya.

Kita berpisah untuk bertemu kembali kan? :"

Kita berpisah untuk bertemu kembali kan? :”

Kami pun saling mengucap janji, untuk bertemu kembali. Kapan pun itu, dimana pun itu, aku berharap dalam hati bahwa … suatu saat, kami bisa berkumpul kembali. Saat itu, mungkin kami sudah dewasa. Atau malah saat SMA nanti, atau beberapa hari lagi? Siapa tahu, kan? Pokoknya … kami berjanji, untuk terus keep contact dan nggak melupakan satu sama lain. Aku menginterogasi satu persatu temanku, memastikan bidang apa yang mereka ikuti untuk olimpiade SMA nanti. Kebanyakan belum menentukan, namun ada juga yang sudah pasti. Nah, apa pun jalan yang nantinya akan kalian pilih, kawan … semoga sukses🙂

IJSO memang telah berakhir. Perjuangan 3 bulan itu telah membuahkan hasil. Salah satu kakak tutorku, Kak Zamzam Nursani, pernah menulis di facebooknya dalam sebuah status yang mendoakan keberangkatan tim Indonesia.

Semoga Tuhan menyertai keberangkatan kalian dengan kemudahan, kelancaran dan sukses… lalu kembali dalam kemenangan hakiki. Bukan hanya tentang medali, tapi tentang pribadi yang menjadi jauh lebih baik pasca kompetisi. Aamiin …

Benar, kan? Bahwa intinya bukan pada medali, atau raihan apapun yang diberikan oleh manusia. Kompetisi ini, yang telah kita jalani dan kita perjuangkan dengan segenap jiwa, adalah tentang sebuah perjalanan. Perjalanan yang tak pernah berujung untuk menemukan ridho-Nya.

IJSO memang telah berakhir. Namun, semua cerita sepanjang tiga bulan ini memang sangat pantas untuk diabadikan, dalam tulisan-tulisan mendatang di blog ini. Teringat ucapan selamat banyak orang yang akhirnya diikuti embel-embel “Ditunggu ceritanya ya, Salsa …” hehe. Terimakasih semua yang telah menunggu🙂 Beberapa tulisan ke depan akan dipenuhi flashback. Mulai dari persiapan IJSO hingga perlombaannya. Serta hal-hal menarik dan luar biasa yang menyertai perjalanan kami ini. Mungkin tidak semua akan selesai dalam waktu dekat, mengingat banyak file foto yang masih belum Salsa dapatkan. Namun, Salsa akan berusaha untuk mempersembahkan yang terbaik. Sehingga, lewat tulisan-tulisan ini, akan bangkit rasa semangat dan berjuang kita untuk mengharumkan nama bangsa. Dan, tentu saja yang terpenting, untuk menjadi versi terbaik dari diri kita😉

Wassalamu’alaikum!

-Akhir untuk awal-

16 thoughts on “Kembali Pulang ( IJSO: Part 1 )

  1. Pas baca ini aku ngebayangin bahagianya bisa berkumpul dg anak2 pintar nan jenius dari penjuru Indonesia. Pas OSN aja udah seru banget apalagi IJSO. Aku nangis baca yg terakhir sal T^T

  2. Hai salsa! Selamat yaaa keberhasilannya. Aku nungguin cerita kamu loh. btw, boleh tolong confirm di fb?

  3. Ngebaca ini… Antara seneng sama envy. Turut seneng ya salsa atas kemenangannya. Kapan2 ajarin ya ilmunyaa^^

  4. selamat kak :”
    aku gatau mau bilang apa. aku minta maaf jg garagara pernah iri sm kakak ehehehe.
    aku yg selama ini ngestalk ask.fm kakak dari awal liat di web smp semesta ._.
    dan aku senengg bgt bisa tau ttg kakak. sekali lagi selamat ya kakk😀

    • Alhamdulillah… makasih. Berkat doa dan dukungan baanyaaak pihak kok, termasuk kamu :” Aih … aku apalah dibandingkan banyak orang yang lebih pantas kamu iriin. Asalkab iri itu berujung semangat untuk bisa lebih baik, that’s fine. Yuuk berlomba-lomba dalam kebaikan😉

  5. Kamu mah emang selalu keren dan selalu bikin hati ngiri-ngiri mamboooo^_^ Sekali lagi Congratulation, Salsa:D Hebat euyy bisa bawa nama baik Indonesia ke kancah Internasional. Ditunggu ya part-part selanjutnya. Sumpah! Aku paling nungguin landscape Argentina muehehe😀

  6. keren bgt salsa selamat yah😀
    jadi envy pengen ngerasain ikut IJSO😦

  7. silvana linda

    membaca ini saya membayangkan anak anak yang berjuang belajar untuk negeri tercinta dan dengan berdarah darah memakai istilah mbak salsa untuk satu tujuan bahwa anak anak mempunyai keinginan n mampu menunjukkan kita bisa sejajar dengan bangsa lain. Semoga IJSO 2015 bisa membawa nama Indonesia lebih baik lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s