Sisi Lain Kami #3 (Habis)

Assalamu’alaikum …

Selama Training Center IJSO, kami bukan cuma belajaaaaaar melulu loh. Banyak hal-hal unik yang kami lakukan untuk menepis kebosanan. Dan beberapa hal itu teramat sangat aneh dan gokil. Mari kita amati satu persatu sisi lain anak IJSO 2014🙂

1) No Mager!

Sudah jadi perjanjian dengan kakak pendamping, setiap pagi jam setengah enam kami harus mengikuti olahraga pagi. SETENGAH ENAM woy. Jadilah kami yang masih setengah sadar, rambut awut-awutan, muka bantal, kedinginan dan belum mandi itu mengikuti kegiatan olahraga.

Olahraga di taman depan hotel

Olahraga di taman depan hotel

Pemanasan dulu yuk ...

Pemanasan dulu yuk …

Muka-muka belum mandi hiii~~

Muka-muka belum mandi hiii~~

Kegiatannya ringan, sih. Pertama-tama kami pasti pemanasan dengan dipimpin oleh seorang teman. Gaya pemanasannya … ya suka-suka yang mimpin. Terus dilanjutkan dengan jalan santai atau lari-lari kecil. Simpel, kok. Pokoknya, kata kakak-kakak, kami nggak boleh mageran alias males gerak. Ketika aku mengeluh sakit apaaa gitu ke kakak yang manapun, pasti komentarnya “Itu tuh, kamu kurang gerak.” Ya iya sih masuk akal… hehe.

2) Menyapa Hantu Tanpa Muka

Widih, judulnya serem amat ya. Tapi beneran, deh. Jadi ceritanya, setiap malam jam 7 sampai setengah 8, kami ada waktu free. Biasanya, kami sudah ada di kelas untuk mempersiapkan tutorial. Cuma, terutam anak cowok, sering datang lebih awal. Kemudian, mereka membajak proyektor kelas untuk menampilkan game yang sedang mereka mainkan. Iya, game yang populer itu Slender Man. Jujur lho, aku nggak mudeng itu permainannya gimana. Pokoknya melibatkan kejar-kejaran sama hantu tanpa muka. Terus lampu kelas dimatiin dan seseorang nyetel lagu Lingsir Wengi. Kalau udah kayak gitu, golongan cewek rajin biasanya ngungsi keluar kelas dan…. belajar. Kalau aku sih memilih di luar juga tapi … nggak belajar. Hehe.

3) Futsal Mania

Nah, hari Minggu, kami menyusun jadwal untuk berkegiatan diluar. TC I itu beranggotakan 20 cowok dan 9 cewek. Akhirnya, suara mayoritas menentukan kami bakal main futsal. Rrrrgh … Terus, aku main futsal juga gitu? Enggak lah ya, aku mah jadi cheerleader aja sama Eli. Anak cewek yang lain malah bawa buku terus …. belajar.

Posen ala pemain bola

Posen ala pemain bola

Cewek-cewek jadi penonton aja🙂

Selama main futsal ini, beberapa orang kayaknya bahagia banget. Mereka emang jago mainnya, terus yang pada jago itu satu tim lagi. Curang banget kan. Tapi seru sih ngelihatnya. Pasca futsal itu, trio kwek-kwek (julukan dari aku dan Eli😛 ) hobiiii banget nanyain ke Kak Nadia “Kak, kapan futsal?”. Mana mereka semua lolos tahap 2 (ups, nggak apa ya spoiler😀 ). Makin pusing tuh, kakaknya … hehehe.

The winning team: Trio kwek-kwek, Andrew, Kevin. David numpang foto ajaa… hehe😀

4) Coffee Break Vaganza

Alhamdulillah, selama TC aku nggak pernah kelaparan. Gimana mau kelaparan, kalau tiga kali sehari kami dapat snack. Terutama snack malam hari, biasanya enak bangeeett. Yang favorit itu Bakso, Mie Pangsit, Siomay, sama Batagor. Sedihnya, aku sering kehabisan bakso. Kayaknya ada oknum (?) tak bertanggung jawab yang mengambil banyak bakso, terus nggak dihabisin. Kan yang nggak kedapetan jadi nelangsa gitu melihat bakso yang masih bersisa di piring-piring kotor tak bertuan …. *lebay sih*

5) Penemuan Hukum Terbaru

Lihatlah kekreatifan teman-temanku🙂 Hukum Kevin jadi sangat tren selama pembinaan. Bukan, itu bukan teori. (katanya sih) Itu hukum, jadi nggak perlu dipertanyakan kebenarannya. (Karena udah pasti nggak benar? Hehe😀 ). Ini adalah manuskrip asli hukum tersebut. Hak Cipta: Kevin Kanaka Swargoputra.

6) Selfie Everywhere, Tongsis Everywhere

Gara-gara Kak Nadia nih, menularkan virus tongsis ke Adit dan kawan-kawan … Alhasil mereka sering banget mengabadikan berbagai gaya dengan tongsis. Ada yang anglenya dari atas, samping, bahkan bawah (?). Akhirnya, virus tongsis itu resmi menjalar ke seluruh anggota TC. Malahan pas penutupan, Patrick yang tangannya panjang (bukan kiasan) bela-belain berusaha megang tongsis supaya sekali jepret muat untuk 30 orang lebih …. WAW.

Seberusaha itu untuk mendapatkan ourselfie

—————————–

Tanggal 13 September malam hari, diadakan upacara penutupan. Pendamping peserta sudah hadir, sekalian untuk menjemput. Penutupan berjalan cukup santai dan seru. Apalagi sewaktu bapak perwakilan dirjen meminta seorang peserta maju dan menceritakan kesan dan pesannya selama TC. Akhirnya, Adit maju. Ceritanya kocak banget, kami semua jadi flashback apa-apa yang sudah terjadi dua minggu belakangan. Kemudian, seorang lagi diminta bercerita, kali ini harus perempuan. Akhirnya, aku maju. Yah gitu lah, skip aja.

Entah kenapa sejak pertama penutupan dimulai sampai selesai, aku terintimidasi (duh, bahasanya) sama Jonathan. Banyak banget yang dia lakukan buat ngebully aku. Padahal aku nggak salah apa-apa. Hehe, nggak sepenuhnya bener sih. Aku cuma menunjukkan ke orang-orang betapa dia bisa jadi bijak si sebuah video. Tapi dia balas dendamnya kebanyakan. Harus ditonton yaa videonya teman-teman, ada di salah satu postinganku kok🙂 *sampai di Bandung aku dibully lagi sama Jo* *alah, biarin, paling dia juga nggak baca*

Gaya rusuh tapi ... bahagia :')

Gaya rusuh tapi … bahagia :’)

Seusai penutupan … acara bebas! Kami puas-puasin berfoto dulu dong yaa. Satu kata untuk malam itu: unforgettable! Kami berbagi file foto selama dua minggu, lalu kembali ke kamar masing-masing untuk packing dan lain-lain.

Yang megang tongsis kurang profesional. Nggak semua kena tuh ... :P

Yang megang tongsis kurang profesional. Nggak semua kena tuh …😛

IMG_20140913_212422

Bisa dibilang, sejauh ini, TC I IJSO kemarin adalah pembinaan menjelang lomba sekaligus lomba yang paling berkesan buat aku🙂 Mungkin karena aku baru ikut sedikit pembinaan untuk lomba-lomba semacam olimpiade, jadi nggak begitu banyak yang bisa dibandingkan sih. Yang jelas, asyiknya, di IJSO itu kita udah benar-benar berbaur. Kalau OSN kemarin rata-rata kumpulnya masih dengan tim asal provinsi masing-masing. IJSO enggak😀 Mungkin juga karena kali ini pengumuman peserta yang lolos tahap dua adalah lewat internet, sehingga setiap peserta bisa pulang ke daerah masing-masing dengan senyuman mengembang. Aku juga ingin mengucapkan terimakasih seeeebesar-besarnya untuk pihak sekolah yang sudah mendukung selama kegiatan TC, sampai-sampai Pak Haris (kepala sekolahku) bela-belain meninggalkan pekerjaannya buat nganter dan jemput aku. Serta semuaaaa pihak yang nggak bisa disebutin satu-satu.  You all made my days during Training Center an enjoyable one. Jazakumullah khairan katsiir semuanya!

Alhamdulillah, aku selalu bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan. Rasanya … rencana-Nya begitu sempurna dan bahkan nggak pernah terpikirkan oleh hamba-Nya. Nggak ada usaha sia-sia, dan nggak ada doa yang tak berbalas. Aku bilang ke Eli kalau untuk pengumuman kali ini, aku akan bersikap dewasa. Lolos atau nggak lolos, nggak boleh ada air mata yang tumpah! Tapi malah diketawain sama Jo -_- Yang penting aku bakal membuktikan saat pengumumannya sudah keluar nanti😀 Apapun itu, semua pasti berakhir indah🙂

 TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s