Otak, Mulailah Bekerja #2

Assalamu’alaikum!

Namanya aja Training Center, alias Pemusatan Latihan. Artinya, masa-masa itu adalah saat dimana seluruh energi dan pikiran kita harus kita curahkan untuk berlatih dan mempelajari materi IJSO. Sedangkan menurutku sendiri, IJSO itu bukan lomba biasa, tapi LUARRR BIASAAA! Bayangkan saja, siswa SMP sudah lebih spesifik bidangnya di OSN. Yang saat SD hanya ada IPA, berkembang jadi Biologi dan Fisika. Tapi, untuk tahapan internasional, seluruh siswa baik dari Fisika atau Biologi HARUS menguasai 3 bidang itu: Kimia, Fisika, dan Biologi. Keren kan? Dalam waktu yang cukup singkat, tim IJSO harus menguasai bidang yang (mungkin) bukan ketertarikan utamanya. Intinya, harus multitalenta dan punya semangat belajar yang nggak pernah padam! Memang nggak mudah. Buktinya? Mari kita telusuri rekam jejakku mengikuti pembinaan dua minggu itu🙂

~ Chemistry Chapter

Kimia kami pelajari selama empat hari. Hari pertama sampai hari ketiga adalah teori, hari keempat eksperimen. Untuk semua bidang, setiap harinya kami diberi materi oleh dosen. Kemudian, pada sore harinya kami dihadapkan pada tes tentang materi yang tadi dibahas. Saat malam, akan ada tutorial untuk mempersiapkan materi esok hari.

Kimia adalah hal baru bagi kami. Jelas, belum ada yang menguasai kimia sedalam anak biologi dan fisika mendalami bidangnya masing-masing. Overall, aku cukup enjoy belajar kimia. Diibaratkan sebuah negara yang berseteru, aku dan kimia itu sedang dalam tahapan gencatan senjata😀

Suasana kelas

Suasana kelas

Kenalan sama Stoikiometri dulu, yuk!

Kenalan sama Stoikiometri dulu, yuk!

Eits… tapi, kimia menyerang lagi saat eksperimen. Apalagi waktu itu pertahananku sedang lengah (?). Kami melakukan praktikum di FMIPA UPI. Di depan gedung, kita yang udah cakep-cakep pakai jas lab baru (dikasih) itu pun narsis dulu. Buat kenangan😛

Sudah cocok jadi dokter? :D

Sudah cocok jadi dokter?😀

Jujur, eksperimen kimia itu paling bentar durasi waktunya dibandingkan (nantinya) bio dan fisika. Tapi … entah kenapa paling bikin capek. Dari dua praktikum yang diujikan, aku kacau semua deh kayaknya.

Masa. Aku. Sublimasi. Aja. GAGAL.

*terus ngegalau*

Hehehe… aku kan nggak mau terlarut dalam kegalauan, akhirnya aku mencari cara supaya nggak kepikiran apapun yang barusan kukerjakan. Hasilnya adalah ….

meme salsa feira

Sebuah meme😀 Spesial curahan hati terdalam aku sama Feira. Pardon my face🙂

Sepulang dari praktikum, tutorial kami adalah biologi. Yaps, aku sudah melewatimu, KIMIA❤

~ Biology Chapter

Wajah beberapa anak biologi yang empat hari belakangan ditekuk terus, tiba-tiba berubah cerah saat kami mulai belajar …. BIOLOGI! Wuhuuuu~ Wajarlah, momen ini yang aku dan teman biologiku tunggu-tunggu. It’s our root. Jelas kami gembira bisa bersua dengan ketertarikan kami yang sesungguhnya. Ternyata, kelas biologi hari pertama udah bikin sport jantung. Kami nggak menyangka dosen yang mengajar bakal kasih pretest. Ya sudah lah. Sebenarnya materi biologi pas TC I itu nggak begitu banyak. Cuma … biasalah, ini selalu terjadi. Di kelas, dosen sering menceritakan banyak hal yang, berhubungan dengan biologi sih, tapi kurang berhubungan sama materi yang sedang kami bahas … hihi.

Kelas Biologi

Kelas Biologi

Sedihnya, hari-hari saat materi Biologi, tiba-tiba banyaaaak temanku yang jatuh sakit. Sakitnya macem-macem. Mulai dari demam, mual, muntah, panas dalam, sampai infeksi jari tangan pun ada! Alhasil kelas sering nggak komplit, ada saja yang sedang beristirahat atau pergi ke klinik. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya mulai pulih dan bisa kembali mengikuti pembinaan dengan baik.

Kami juga melaksanakan praktikum biologi di FMIPA UPI. Kali ini, ada satu praktikum individu dan satu praktikum kelompok. Praktikum individu cukup sukses, sedangakn praktikum kelompok ………………. HAHAHAHA *ketawa miris*. Entahlah, kayaknya aku nggak bisa berbuat banyak untuk kelompokku. Waktu itu, aku sekelompok sama Adit dan Andrian. Malah aku mecahin satu gelas baker -_- dan lagi iodine kelompok kami kurang, sampai akhirnya ngemis-ngemis ke kelompok sebelah walau sebenernya nggak boleh😦 Heran juga sih, praktikum biologi eeeh yang keluar malah titrasi:/ Ya udah deh ya, let it go.

Praktikum kelompok

Praktikum kelompok

Istirahat dulu ah ...

Istirahat dulu ah …

Praktikum individu

Praktikum individu

Selesai praktikum, yang paling bahagia tentu anak-anak fisika. Biologi telah usai. Padahal aku mau aja lanjut teruuuuss, soalnya hubunganku sama biologi itu aman tentram damai maksimum~~ hehe. Esoknya kami mulai belajar Fisika. Astaga. F I S I K A.

~ Physics Chapter

Oke, hari-hari teorinya kita skip aja ya. Intinya, aku dengan menakjubkan bisa hidup sampai hari ketiga, dan mengikuti praktikum fisika di FMIPA UPI lagi. Tunggu … pasti ada teman-teman yang bertanya, kenapa sih kayaknya Salsa antipati banget sama Fisika? Enggak kok, sebenernya aku suka (Oh my, did I really type that? wkwk). Tapi pasti kalian pernah dengar pepatah ‘Tak kenal maka tak sayang’, kan? Nah, itu juga yang sepertinya terjadi denganku dan fisika. Hubungan kami tuh kayak negara yang lagi bersengketa dan di setiap perbatasan mereka terjadi baku tembak. Gitu. (Penulisnya kebanyakan nonton berita perang di tv. Maafkan). Dan juga … yah, mungkin cara belajar biologi dan fisika itu bedanya cukup jauh. Biologi rajin baca, Fisika rajin ngerjain soal. I just didn’t find the learning rhytm yet. But I will, for sure🙂

Kelas fisika

Kelas fisika

Tapi … Alhamdulillah bangeett, aku ngerasa praktikumnya cukup mudah. Dan itu sangat diluar ekspetasi aku. Sampai-sampai aku telepon Umi, terus aku cerita. Aku takut paktikumku salah semua, karena jadinya kok gampang gitu kelihatannya. Umi malah ketawa. Kata Umi, aku berdoa minta ke Allah supaya dimudahkan. Begitu dimudahkan kok malah bingung sendiri. Hehe … iya juga, sih, ya. Ya udah, aku berdoa aja supaya hasilnya juga maksimal😀

Praktikum fisika

Praktikum fisika

Praktikumku fisika juga ada dua, dan dua-duanya individu. Begitu waktu pengerjaan praktikum terakhir selesai, kami keluar dari ruangan dengan wajah cerah. HUWAAAAAA AKHIRNYA SELESAAAAI…. eh, hampir selesai maksudnya. Aku merasa lega banget. Besok adalah tes teori terpadu. Besoknya lagi … Pulang! Wow. Betapa cepat waktu berlalu.

Selesai praktikum fisika, kami masuk ke bus untuk kembali ke hotel. Para cowok dengan absurdnya dadah dadah ke orang-orang diluar bus. Sampai ada yang bener-bener ngeliatin bahkan ... membalas lambaian mereka. Ckckck.

Selesai praktikum fisika, kami masuk ke bus untuk kembali ke hotel. Para cowok dengan absurdnya dadah dadah ke orang-orang diluar bus. Sampai ada yang bener-bener ngeliatin bahkan … membalas lambaian mereka. Ckckck.

~ Tes Teori Terpadu

Untuk persiapan tes teori terpadu, malam harinya kami kedatangan 3 orang tutor, satu untuk setiap bidang. Paling ramai ya tutor kimia, selalu dikerubungin anak-anak. Keesokan harinya, tes dimulai sekitar pukul 9 pagi. Ada pilihan ganda dan esai. Dan, masing-masing hanya diberi waktu 90 menit. Ngerjain 45 soal pilgan campuran 3 bidang dan 7 soal esai 3 bidang juga dalam waktu masing-masing 90 menit itu …. bagaikan kedipan mata! Serius. Itu singkat banget (setidaknya menurutku). Apalagi, kami nggak boleh pakai kalkulator. Nggak. Boleh. Pakai. Kalkulator. Ya sudah lah.

Lalu … gimana soal-soalnya? Untuk posting tentang IJSO kali ini, aku lebih ingin berbagi pengalaman aja sih, nggak menceritakan detail materi dan soal yang keluar. Pokoknya….. ya gitu. Aku masih hidup kok setelah mengerjakan. Alhamdulillah. Biologi OK, Kimia OK, Fisika …… KO. Hehehehe.

Beres menyelesaikan soal, kami mengambil Coffee Break dan berfoto bersama. Karena kami anak-anak yang penuh akan rasa penasaran, kami masih sibuk membahas soal ini itu saat Kak Nadia teriak-teriak nyuruh kami berbaris untuk difoto. Kayaknya kakaknya sampai stress sendiri. hehe… maafkan, kak. Tapi akhirnya kami jadi berfoto kok. Cuma ya… gitu deh.

Foto normal

Foto normal

Foto abnormal

Foto abnormal

Itulah tumpah darah pembinaan kami selama dua minggu. Enggak, kami jauh dari kata anak-anak jenius berkacamata tebal yang doyan baca buku pagi siang sore malam. Ada sih yang begitu, tapi nggak gitu juga (?). Intinya, kami masih bisa have fun kok! Materi yang diberikan kami terima dengan santai aja, tapi serius. Betapa banyak ilmu baru yang aku dapat, sehingga kalaupun aku nggak lolos ke tahap selanjutnya, semua itu worth it. Sepadan. Nggak ada yang patut disesali.

Namanya juga menuntut ilmu, apa ruginya coba?🙂

BERSAMBUNG

2 thoughts on “Otak, Mulailah Bekerja #2

  1. Assalamualaikum Salsa😀 seneng deh liat kamu nulis. Apalagi sekarang jadi anak olimp ya, eaaa. Followback blog kakak ya, makasih😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s