Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 9: Medan Pertempuran, Aku Tiba! (2) )

Hari itu, hari Minggu tanggal 18 Mei, aku terbangun dengan satu pikiran langsung melintas di kepalaku. Your last shot sal … Yaps, hari inilah kesempatan terakhirku untuk mengerjakan soal sebaik mungkin yang kubisa, dengan harapan nilai teori bisa menolong nilai praktikumku yang sepertinya ……… hopeless.

Tentu saja, dengan menyapa yang Maha Kuasa dipagi buta, bakal membuat semuanya terasa lebih mudah! Alhamdulillah, aku keluar dari kamar dengan hati ringan. Seperti biasa, aku makan pagi bersama …. Nggak bersama Rahma sih, karena ruang makan yang sangat penuh, akhirnya kita berpencar. Aku satu meja sama Rara dan Nurul, lalu berkenalan juga dengan teman mereka sesama kontingen Banten yang ternyata juga anak Biologi.

Entahlah, rasanya kejadian-kejadian itu berlalu begitu cepat. Yang kuingat, tiba-tiba aku sudah berada di bus. Aku nggak melakukan apapun selain terus berdzikir. Perjalanan terasa begitu singkat. Kembali kami menyusuri gang becek itu untuk sampai ke SMPN 8 Padang. Kami berbaris kembali. Namun, yang berbeda, kali ini peserta IPS dan biologi disuruh berpose sebentar untuk direkam bersama anggota satu mapelnya sambil berseru (untuk biologi); BIOLOGI! BISA!

Lalu, peserta IPS menuju kelas lebih dulu. Entah kenapa ada seorang bapak panitia yang tiba-tiba berkomentar, bapak itu melihat anak biologi terlalu loyo; “Yaaah … Anak IPA ini memang terlalu serius. Senyum dong … Santai saja. Kalian semua pengin dapet emas kan? Ya nggak mungkin juga sih, ha ha ha.” Dan kita nggak ada yang ketawa. Aku berpikir, ada yang salah ya dengan anak biologi tahun ini? Perasaan dari pembinaan di provinsi sampai di nasional selalu dibilang kurang ramai lah, diem lah, nggak bersemangat lah. Duh -_-

Kelas biologi dibagi lagi menjadi 4 kelompok seperti tes hari sebelumnya. Kelompoknya pun masih sama. Sebelum aku masuk ruangan, aku hanya bisa berdoa supaya jam dinding di ruanganku nanti berfungsi. Karena kalau enggak … wah, nggak tau deh. Aku nggak punya jam tangan. Dan, masa iya ngelihat HP ditengah ujian? Rasanya nggak pantes. Dan begitu aku masuk … JENG JENG JENG! Jam dindingnya mati! Aduh, aku sempat waswas.

Namun, aku menjadi lega. Ini semua karena pertolongan Allah, aku satu bangku dengan teman dari Jateng! Anggit! Subhanallah … aku bersyukur sekali karena dia bawa jam tangan. Jadilah aku minta tolong ke dia untuk melepas jam tangannya dan diletakkan di tengah-tengah meja. Alhamdulillah, makasih banyak ya nggit! Entah jadi apa aku kalau nggak liat jam, karena selama aku ngerjain soal harus selalu memperkirakan waktu. Sekali lagi makasih🙂

Tes dimulai dengan panitia menampilkan gambar di soal yang kurang jelas di LCD di depan ruangan. Yang selalu aku heran adalah, kenapa soal OSN, terutama yang butuh pengamatan visual mendetail seperti di biologi, nggak pernah dibuat berwarna? Masih untung ketika tingkat nasional soal dengan gambar nggak jelas tersebut bisa diperjelas. Namun, bagaimana dengan tingkat kota dan provinsi? Aku merasakannya sendiri, banyak soal yang sebenarnya mampu kujawab di OSK dan OSP, tapi karena gambarnya nggak jelas, belum tentu pengertianku sama dengan kunci jawaban. Fiuh😐

Soal Biologi yang dari tahun ke tahun selalu mengandung bocoran tentang struktur sel saraf pada covernya. Guess what? Setiap tahun soal tetang sel saraf juga keluar.

Soal Biologi yang dari tahun ke tahun selalu mengandung bocoran tentang struktur sel saraf pada covernya. Guess what? Setiap tahun soal tentang sel saraf juga keluar.

Alhamdulillah, aku bisa mengerjakan soal dengan tenang. Beberapa soal sengaja aku kosongi untuk menghindari minus jika jawabanku salah. Waktu 150 menit yang diberikan, terasa kurang tapi cukup juga. Loh? Hehe … maksudku, aku merasa masih ada jawaban yang aku belum yakin 100%, namun kalau kelamaan dipikir aku juga pusing sendiri dan sama aja nggak nemu jawabannya. Jadi lebih baik berhenti mengerjakan😀 haha. Setelah itu, sebuah quetioner dibagikan. Isinya tentang penyelenggaraan OSN tahun ini, terutama untuk kualitas tesnya. Sekarang aku baru sadar, banyak yang sebenarnya ingin kunyatakan. Tapi karena pikiranku yang saat itu masih terbebani tes yang baru saja kuselesaikan, nampaknya aku menjawab quetioner itu dengan standar sekali. Sedikit sayang sih.

Dalam hati aku berjanji untuk nggak menyentuh soal tes teori tadi sama sekali (kebetulan boleh dibawa pulang). Biarlah ia tersimpan rapi ditasku. Tapi … apa daya? Begitu tes usai dan aku menemui teman-teman dari Jateng, langsung saja kami mengadakan pembahasan soal dadakan. Ya ampun. Aku juga nggak tahan buat nggak mengecek jawabanku yang ragu-ragu dibuku referensi. Aku rasa memang beginilah diriku. Nggak pernah berhenti sebelum mendapat jawaban yang pasti #eaaa. Semoga bisa membawaku untuk nggak pernah menyerah dalam menuntut ilmu deh😉

Tak bisa dipungkiri, rasa lega itu muncul. Alhamdulillah, Allah telah memberi kemudahan kepadaku dan teman-teman selama dua hari ini. Kesehatanku juga baik-baik saja. Nggak terlukiskan rasa syukur yang hamba panjatkan kepada-Mu, ya Rabb …

Anak biologi kembali ke hotel tanpa anak IPS. Loh? Iya, karena kabarnya mereka masih menghadapi tes praktikum🙂 Semangat ya gaiss! Dan lagi, kepulangan kami ke hotel nggak pake front rider. Nggak kayak saat berangkat ataupun kemarin-kemarin. Rahma mengajukan teori, bahwa kemarin kami begitu dijaga karena akan mengikuti tes, sekarang karena kami sudah menyelesaikan semua tes tersebut, terserah deh mau kenapa-kenapa juga. wkwkwk😀

Sampai di hotel … Aku langsung mencari kasur! Wuhuuu … Nisa dan aku langsung melaksanakan rencana kami dari kemarin-kemarin; nonton tv! Haha. Tapi itu pun bentar, karena tiba-tiba kami sadar bahwa di jadwal tertulis pukul dua nanti ada motivasi lagi sama Kak Agung. Ya udah deh, kami memilih buat tidur siang dulu. Setelah menunggu sekitar sejam, pengisi acara ataupun panitia tak kunjung tiba. Gara-gara nganggur, anak bio jateng yang cewek malah main kejar-kejaran, dan kita nyembunyiin ID cardnya si Rini huehe (kakak kelas jahat, jangan ditiru). Eeeh, ternyata, acaranya batal! Mungkin karena anak IPS belum pada datang. Fiuh … rada sebel sih, udah pewe di kamar begitu. Akhirnya, aku dan beberapa teman memilih untuk jalan-jalan keliling hotel. Misi kita adalah mencari kolam renang. Kok tau ada kolam renang? Soalnya, miniatur hotel di lobby menggambarkan seperti itu. Setelah mencari beberapa menit, kami tak kunjung menemukannya. Akhirnya kami sadar. Miniatur …………….. kan cuma miniatur? Astaga. Itu masih building plan:/

Acara tersebut dipindah pada malam harinya. Seru banget! Kita ada semacam game. Game itu dimainkan semua peserta sampai ditemukan 4 pemenang. Salah satunya anak Jateng, cowok. Tapi sama temen yang lain dia disuruh milih hadiah boneka teddy bear gede pake rok merah yang super unyuuu :3 haha. Ujung-ujungnya kita dikasih balon, disuruh menuliskan jawaban dari pertanyaan yang diajukan Kak Agung pada permukaan balon tersebut, lalu meniup balon itu sebesar mungkin sampai meletus. Waduh! Aku bener-bener nggak bisa niup balon. Mmm belum pernah mencoba sampai usaha banget sih. Namun, thanks to Kak Agung, akhirnya aku bisa! Alhamdulillah! Tapi udah gede banget tetep aja nggak meletus. Seorang anak pun membantuku meletuskan balon itu pake bolpoin. Akhirnya :’) Acara itu usai sekitar pukul 11 malam. Padahal besok pagi kita harus sudah siap jam 6😦

Overall, hari ini asyik! Asyik karena aku (cukup) bisa menuntaskan tes teori dengan baik. Entah kenapa begitu semua rangkaian tes  selesai, dunia menjadi lebih cerah (?). Makanan hotel terasa lebih enak. Air minum terasa lebih segar. Adakah pengaruh rasa tegang terhadap indra perasaku? Entahlah. Yang jelas, aku bersyukur aku bisa sampai tahap ini, no matter what! Nggak ada lagi yang bisa aku lakukan selain tawakkal dan berdoa! Bismillah! Semoga dapat hasil yang terbaik dan …. semoga besok nggak bangun kesiangan😀

 

 

BERSAMBUNG

3 thoughts on “Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 9: Medan Pertempuran, Aku Tiba! (2) )

  1. […] yang lalu! Hihihi. Makasih ya, Nggit, jasamu masih terkenang sampai saat ini😀 Kisah lengkapnya disini. Anggit jago menawar barang, jadi kami lumayan diuntungkan saat memesan kaos kelas […]

  2. firmansyah

    permisi kak, kakak tau link untuk mendapatkan soal biologi dan fisika tinkat nasional ?
    saya mencari-cari tidak pernah ketemu soal tingkat nasional
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s