Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 9: Medan Pertempuran, Aku Tiba! (1) )

Sesuatu yang sangat berbeda di Padang dan aku harus cepat-cepat menyesuaikan diri adalah …………. waktu sholat! Aku yang terbiasa di Semarang, bahkan asalku di Malang, pasti heran sangat dengan jadwal sholat di Padang. Masa jam 5 baru adzan shubuh? Itu mah matahari udah bersiap terbit kalo di Malang. Jam 6 sore masih terang? Di Malang mah udah gelap, di Padang malah belum maghrib. Heran sendiri tapi sejujurnya jadwal sholat yang seperti ini sangat mendukung buat aktifitasku disana… hehe. Bangun jam empat seperempat aja masih bisa sholat tahajud. Jam 5 sore masih bisa sholat ashar. Haha pokoknya pewe banget deh😀

Tes Praktikum, Sabtu 17 Mei 2014

Sabtu pagi tanggal 17 Mei, aku sempatkan untuk memiliki ‘quality time’ dengan yang Maha Kuasa. Alhamdulillah, terasa sekali kedekatan dengan-Nya membawa ketenangan yang menyelimuti kalbu. Aku dan teman-teman meninggalkan kamar, kemudian aku bertemu dengan Rahma untuk sarapan.

“Udah mules, kak?” tanya Rahma yang selalu sok muda itu.

“Alhamdulillah belum,” aku nyengir😀 . Tampaknya dia sudah tahu kebiasaan sakit perutku saat nervous. Tapi, baru saja aku berkata begitu, perasaan nggak enak mulai menjalar ke perutku. Ya Allah, jangan lagi … ucapku dalam hati.

Kak Iwan selaku panitia mempersilakan ‘LADIES’ untuk masuk ke bus terlebih dahulu. Hihihi … ini paling unik dari Kak Iwan, menurutku. Saat beberapa peserta laki-laki akan memasuki sebuah bus, tiba-tiba Kak Iwan berteriak “Eeh, KAMU! SURUH SIAPA MASUK BUS? LAKI-LAKI NANTI. WANITA DULU, LADIES!” ditambah ekspresi mata melotot dan tangan yang terangkat menunjuk-nunjuk. Hahaha aku ngakak😀

Di sepanjang perjalanan, aku banyak-banyak berdzikir saja. Subhanallah, wal hamdulillah, wa laa ilaa ha illallah hu wallah hu akbar. Alhamdulillah, semakin tenang🙂 Sepertinya aku terbawa suasana, karena peserta di dalam bus kebanyakan membuka buku. Aku jadi ikut-ikutan, deh.

Akhirnya, sampailah kami di SMPN 8 Padang. Eh, ralat. Akhirnya, sampailah kami di gang depan SMPN 8 Padang. Jadi, kami masih harus melewati sebuah gang yang penuh dengan genangan air (re: becek) untuk mencapai tempat lomba. Sampai disana, kami disuruh berbaris. Oh iya, peserta IPS juga ada karena tempat tes mereka juga di SMPN 8 Padang. Sedangkan untuk matematika dan fisika bertempat di SMPN 1 Padang.

Tempat pelaksanaan lomba

Tempat pelaksanaan lomba (sumber: Kak Muhammad Ikhsan)

 

Berbaris sebelum masuk ke ruang tes (sumber: FB OSN)

Berbaris sebelum masuk ke ruang tes (sumber: Kak Muhammad Ikhsan)

 

Untuk biologi, peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok akan menuju ruangan yang berbeda untuk melaksanakan materi praktikum yang berbeda. Karena waktu setiap praktikum tidak sama, maka disediakan ruang transit untuk menunggu semua ruangan siap dipakai untuk giliran tes berikutnya. Oke, ralat lagi. Sebenarnya itu bukan ruangan. Kami berkumpul di kantin, yang dibagi menjadi empat daerah untuk masing-masing kelompok. Kantin itu beratap, tapi sinar matahari masih bisa menerobos dengan dahsyatnya sampai aku merasa pusing dan dehidrasi. The sun almost killed me. Semoga diperbaiki untuk pelaksanaan OSN berikutnya.

Nah, gara-gara tempat transit yang digabung ini, ujung-ujungnya memunculkan masalah. Panitia tidak terlalu ketat dalam menjaga komunikasi antar peserta yang berbeda kelompok. Padahal, bisa saja ada (dan memang ada) yang membocorkan atau TIDAK SENGAJA membocorkan materi praktikum yang telah dilaluinya. Nggak masalah kalau terdengar sama yang sudah melaksanakannya juga. Kalau belum? Aku saja mendapat clue gara-gara temanku ada yang keceplosan. Tapi sungguh, itu nggak membantu karena kebetulan praktikum yang ia (tidak sengaja) bocorkan memang sudah dikuasai tim Jateng. Belum lagi ketika ada peserta yang satu kelompok denganku saling bercerita soal praktikum yang baru saja mereka lalui. Maksudku, ngomonginnya nggak usah TOA banget juga kali, potensi terdengar kelompok lain sangat besar. Jadi, aku menegur mereka dengan berseru, “Ssssttt …”😦

Berikut ini akan aku uraikan Tes Praktikum OSN SMP 2014 Bidang Biologi.

1) Struktur dan Fungsi Tumbuhan dan Hewan

Tes ini menggunakan sistem ‘tes dok’. Jadi, peserta menempati meja yang telah disediakan. Pada setiap meja terdapat preparat, spesimen, atau apapun yang tertera soal disampingnya. Peserta mendapatkan waktu 1 menit untuk menyelesaikan soal di setiap meja. Ketika 1 menit itu sudah selesai, panitia memberi tanda pada peserta untuk bergeser ke meja disampingnya sesuai dengan denah yang telah dijelaskan di papan. Akan ada satu meja yang tidak berisi soal, berguna untuk istirahat sejenak.

Karena tumbuhan dan hewan digabung (tahun lalu dipisah), maka tingkat kesulitannya meningkat. Ketika dihadapkan pada sebuah preparat, aku harus menentukan dulu itu termasuk struktur hewan atau tumbuhan. Untuk preparat tumbuhan, aku cukup yakin. Namun, ada satu preparat tumbuhan yang ditunjuk suatu bagiannya di mikroskop. Tapi … sungguhan deh, penunjuknya kaya rambut! Aku jadi heran sendiri. Hewan? Ah, entahlah … aku sendiri bingung kenapa struktur yang sudah kuhafal sedikit yang keluar, kebanyakan nggak jelas atau malah belum pernah kulihat.

Untuk spesimen, kebanyakan menggunakan spesimen ikan yang dibedah dan ditunjuk organ dalamnya. Disini aku mengarang indah. Aku tahu aku sudah pernah melakukan pembedahan ikan, tapi … somehow aku selalu bingung, setiap ikan selalu berbeda warna dan ukuran. Bahkan ada yang organ dalamnya sudah diambil dan cuma disisakan beberapa. Jadi aku selalu nggak punya pegangan ciri yang pasti untuk setiap organ dalam. Ya sudahlah. Setidaknya aku cukup yakin bisa mengerjakan setengah dari soal yang diujikan.

2) Fisiologi Hewan

Ini praktikum paling surga … Karena ketika di pembinaan, kami benar-benar sudah menebak yang keluar adalah tentang respirasi. Kami mencoba praktikum repirasi hewan dengan respirometer dan jangkrik. Sedangkan tumbuhan dengan respirometer dan kecambah. Benar saja, untuk praktikum kali ini kami disediakan respirometer dan jangkrik. Kemudian kami diminta mengisi lembar jawaban.

Aku dengan penuh percaya diri memulai praktikum. Alhamdulillah, bisa selesai dengan cepat dan lancar. Namun, ketika aku mulai membaca soal … GLEK! Gimana coba cara menghitung laju respirasi? Kami belum belajar tentang itu. Jadilah aku mengarang indah lagi. Untung saja tidak ada kesulitan pada pertanyaan lainnya.

Tapi overall, aku bisa bilang bahwa fisiologi hewan adalah praktikum paling sukses diantara yang lain.

3) Keanekaragaman Tumbuhan

Ini mimpi buruk. Sungguh. Jadi, kami dihadapkan pada 10 spesimen tumbuhan. Kami harus mengidentifikasi nama latin tumbuhan itu dengan kunci determinasi yang telah disediakan. Aku berdebar nggak karuan selama mengerjakan praktikum ini. Aku nggak mengerti dengan deskripsi yang ada. Berdaun seperti sisik itu kayak gimana? Berdaun seperti cemara itu kayak gimana? Daunnya tereduksi itu seperti apa? Tereduksi berarti tidak nampak kan? Nah kalau tidak nampak bagaimana bisa menentukan itu asalnya dari daun? Aku tahu semua pasti ada ilmunya, dan saat itu aku belum mengerti. Jadi, aku hanya bisa pasrah. Melakukan terbaik yang kubisa.

Aku mengira-mengira, mungkin dari 10 spesimen, yang full score sampai bisa menemukan nama latinnya dengan baik cuma tiga. Tapi itu nggak pasti juga deng.

Intinya, praktikum ini benar-benar men-down-kan diriku. Ketika menunggu giliran praktikum berikutnya, aku berkumpul bersama kontingen Jateng yang satu kelompok denganku. Kami sama-sama menggalau soal praktikum ini. Temanku sampai ada yang berevolusi jadi tukang cat. Dia juga jadi dieeeeem banget padahal biasanya rame. Setelah aku tanya, katanya dia nggak suka dengerin kita ngebahas praktikum itu … haha😀

4) Genetika

Aku memasuki ruang praktikum genetika dengan rasa penasaran. Kira-kira apa ya materinya? Kami belum pernah mempelajari praktikum genetika apa pun …… Apa kancing genetika yang dibahas semalaman kemarin keluar? Ternyata, oh, ternyata, genetikanya adalah … kariotiping! Jadi, tersedia dua kertas. Kertas pertama berisi gambar setengah kromoson manusia yang telah tersusun rapi. Kertas kedua masih acak. Kami disuruh mencocokkan kromosom di kertas kedua dengan kertas pertama. Aku lega banget. Serasa jadi anak tk yang menggunting gambar lalu menempelkannya.

Pertanyaannya juga oke. Pokoknya oke semua. Alhamdulillah, ketakutanku nggak terwujud🙂

————

Semua praktikum kami selesaikan sekitar pukul dua siang. Fiuh … capeknya sangat terasa, tapi cukup lega juga. Perjuangan sudah setengah jalan. Dibilang sukses enggak juga sih … Aku aja nggak yakin bisa dapet total skor lebih dari 50%. Tapi ya sudahlah … Berdasarkan interogasiku dengan kawan biologi lain, mereka juga pada nggak pede dengan praktikum. Ah, dirimu memang selalu memberi kejutan, wahai praktikum.

Aku mendoakan teman-teman IPSku dari jauh. Bayangkan, mereka baru selesai praktikum sekitar pukul enam sore. Sedangkan malamnya masih dilanjutkan pengamatan langit malam. Ckckck… Semangat semua! Jangan iri sama anak matematika yang-kata salah satu jurinya sendiri-nggak usah repot mikirin praktikum, dua hari full buat teori. Cuma ngerjain 5 soal yang masing-masing waktunya 2 jam. Jadi jam sebelas saja mereka sudah sampai ke hotel. Hehe … no hard feelings buat anak mat, pasti masing-masing ada perjuangannya sendiri dong ya, aku juga nggak bisa kok ngerjain soal kalian🙂

————-

Malam harinya, aku memilih untuk tidur larut malam. Sekitar pukul satu dini hari, Nisa membangunkanku yang tertidur di sofa dengan buku sebagai bantal. Karena sudah mengantuk, aku memutuskan untuk menyapa alam mimpi saja. Esok hari adalah kesempatan terakhirku. Yang sudah kulalui hari ini biarlah berlalu. Semoga nggak mempengaruhiku saat mengerjakan tes teori besok. Aamiin.

 

 

BERSAMBUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s