Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 10: Menyapa Bukittinggi)

Tanggal 19 Mei, hari Senin, menjadi hari yang berbeda buatku. Nggak ada lagi bayang-bayang ujian, tapi berganti dengan bayang-bayang hasil. Medali apa ……. ah, aku buru-buru menghilangkan tebakan-tebakan yang melintas dibenakku. Lebih baik nikmati hari ini saja! Karena … Hari ini kami akan berwisata ke Bukittinggi! Yeay😀

Bisa dibilang, keadaan di depan hotel selalu rusuh setiap pagi. Ratusan peserta berjejalan untuk memasuki bus yang telah menunggu diluar. Tentu saja aku ingin menaiki bus yang sama dengan kebanyakan anak Jateng. Aku dan Rahma sangat yakin ketika akan masuk ke dalam sebuah bus, karena kami melihat anak bio cewek lainnya telah memasuki bus itu terlebih dahulu. Namun, setelah sampai di dalam, mereka tak ada! Tampaknya mereka keluar lagi lewat pintu belakang. Aku dan Rahma beranjak keluar. Ah, sayangnya, kedua pintu bus telah ditutup! Dengan putus asa, kami menetap di bus tersebut.

Kemudian kami sadar, kami berada di antara anak provinsi lain yang … Tidak kami kenal. Setelah berusaha bertukar tempat duduk dengan seorang anak, akhirnya aku dan Rahma bisa duduk bersebelahan (tadinya kami duduk terpisah). Kami sedikit shock mendengar kabar bahwa bus yang kami tumpangi sekarang adalah bus yang sama sampai kami kembali ke Padang nanti. Kami hendak memprotes tapi … Nggak enak juga. Ya sudahlah, siapa tahu kami bisa menambah teman.

Ternyata, penumpang bus itu kebanyakan adalah anak Jawa Timur, termasuk teman sekamarku, Nisa. Jujur, aku selalu mengikuti percakapan mereka. Membuatku teringat rumah. Loh? Iya, terkadang mereka menggunakan bahasa Jawa. Jawa yang Jawa Timuran. Aku bisa membedakannya karena seperti itulah orang di sekitar tempat asalku berbicara. Berbeda dengan Bahasa Jawa di Semarang atau daerah lain di Jawa Tengah. Aku kangen mendengar mereka memanggil satu sama lain ‘rek‘. “Yo opo see…” “Ga ngerti aku.” “Iya, ta?” “Ono opo se?” Haha pokoknya bikin aku flashback masa-masa SD dulu!😀

Perjalanan ke Bukittinggi cukup lama. Sekitar dua setengah jam. Namun, pemandangan alam yang kami saksikan selama perjalanan selalu mengundang decak kagum.

Melewati pegunungan

Melewati pegunungan

Tujuan pertama kami adalah SMPN 4 Bukittinggi. Disana, kami disuguhi penampilan-penampilan sekaligus makan siang. Untuk menuju kawasan wisata di Bukittinggi, kami semua berjalan kaki. Tujuan kami adalah ….

1) Lubang Jepang

Awalnya ada rencana buat masuk sampai ke dalam terowongan, namun dibatalkan oleh panitia. Alasannya ditakutkan kami tersesat dan kehabisan oksigen karena terlalu padat pengunjung. Namun, setelah aku dan Rahma ngepoin salah satu kakak pendamping, terungkap juga ketakutan mereka tentang kejadian ‘mistis’ yang dikhawatirkan bakal terjadi kalau terlalu banyak yang masuk ke sana.

Nggak usah masuk ke dalam terowongan deh! Berhenti di atas dan menyaksikan pemandangan Ngarai Sianok dari jauhan sudah sangat menyejukkan mata.

Pemandangan Ngarai Sianok ... Subhanallah :)

Pemandangan Ngarai Sianok … Subhanallah🙂

Ada gunung yang nampak dari kejauhan juga ...

Ada gunung yang nampak dari kejauhan juga …

 

Aku dan Rahma menyempatkan untuk sholat Dhuhur dijamak dengan Ashar terlebih dahulu. Setelah puas berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

2) Jam Gadang

Subhanallah … Aku seneng banget begitu melihat maskot kota Bukittinggi ini dari kejauhan! Foto Jam Gadang telah menghiasi dekstopku sebulan belakangan. Tentu saja menjadi reminder, bahwa aku punya mimpi, bisa ke Padang untuk mengikuti OSN tingkat nasional! Alhamdulillah, mimpiku terwujud🙂 Sesuatu yang awalnya hanya berupa banyangan, berubah menjadi nyata. Terimakasih ya Allah🙂

Jam Gadang ini letaknya semacam di tengah alun-alun begitu. Di kelilingi oleh pasar dan mall.

Jam Gadang yang menggunakan angka romawi, namun untuk angka empat bukan IV melainkan IIII

Keunikan Jam Gadang adalah menggunakan angka romawi, namun untuk angka empat bukan IV melainkan IIII

Terlihat kecil dari jauh

Terlihat kecil dari jauh

Dari Jam Gadang, kami berjalan sebentar untuk sampai ke pasar di belakangnya. Sudah jadi jadwal wajib untukku membeli oleh-oleh buat keluarga dan kawan. Tapi, belum lama aku menjelajahi pasar tradisional itu, kakak pendamping sudah berteriak-teriak. Katanya kami harus segera berkumpul dengan grup masing-masing untuk kembali ke bus. Kontan aku keheranan. Lah? Masa sebentar banget gitu? Rasanya belum puas berbelanja. Namun ya sudahlah, apa boleh dikata.

Akhirnya, aku dan Rahma kembali ke grup bus kami, kalau tidak salah Bus 8. Kakak pendamping kami bernama Kak Adi. Saat kami semua sudah kembali di bus dan menempati kursi masing-masing, seorang pengamen datang. Lagu-lagunya kocak dan mengundang tawa, pokoknya menghibur banget, deh. Beberapa butir koin aku berikan.

Bus pun beranjak pergi meninggalkan kota Bukittingi. Secara keseluruhan, aku menikmati wisata ini. Aku suka sekali dengan Kota Bukittinggi. Udaranya bersih, jalan-jalannya juga lumayan bersih dari sampah. Aku yakin banyak lagi destinasi wisata yang belum kami kunjungi. Semoga kelak bisa mampir kembali, Bukittinggi! Entah kenapa, perjalanan pulang ini terasa lebih lama daripada perjalanan berangkat. Kalau tidak salah kami sempat terjebak macet. Sampai di hotel, kami buru-buru membersihkan diri. Karena rupanya, pukul tujuh nanti kami harus berangkat ke kantor Gubernur. Ada acara makan malam bersama Pak Gubernur.

Baiklah, nama acaranya memang seperti itu. Namun, Pak Gubernur sendiri tidak bisa hadir, dan posisi duduk kebanyakan peserta sangat jauh dari panggung utama, nggak kelihatan apa-apa. Tim Jateng malah sibuk berbincang-bincang sendiri. Kami bermain ABC 5 Dasa Nama Latin Spesies. Cara mainnya seperti biasa, hanya saja yang disebutkan adalah nama latin spesies. Misalnya … V! Volvox! Vorticella! Varanus komodiensis! Dan sebagainya. Yang masih menjadi pertanyaan kami adalah … nama latin spesies berhuruf depan K, Q, dan X. Pada saat seperti itu, aku dan Rahma malah berencana selfie. Terang saja menjadi menantang karena teman-teman sudah bersiap mengganggu.

Selfie gagal gara-gara digangguin

Selfie gagal gara-gara digangguin

Selfie berhasil! Akhirnya :)

Selfie berhasil! Akhirnya🙂

Saat itu, David bercerita. Dia menceritakan sesuatu yang membuat perutku terasa nggak enak. Beban hasil OSN jadi semakin berat. Aku semakin mereka-reka … Apa ada kesempatanku mendapat medali? Seperti impianku, emas? Kayaknya kok nggak mungkin. Praktikumku kacau. Teori nggak susah, jadi kayaknya semua peserta pasti bisa, bakal nggak terlalu ngaruh kalau nilaiku bagus. Yang bikin beda itu praktikumnya. Dan praktikumku????? HUAAAAAAA. Aku pulang dari kantor Gubernur dengan pikiran melayang kemana-mana. Perasaan was-was itu terbawa sampai ke hotel. Sampai ke alam mimpi. Sampai keesokan harinya ….

 

 

BERSAMBUNG

2 thoughts on “Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 10: Menyapa Bukittinggi)

  1. Khairunisa Rahma

    Haha cie yang mules gara2 dagingnya kegedean :p aku tungguin lanjutannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s