Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 8: Bersiap untuk Bertempur)

Pagi tanggal 16 Mei 2014. Tampaknya, aku dan teman-teman sekamarku terlalu lelah. Ka Ret mengabarkan bahwa kami harus sudah siap sarapan pukul 6 pagi. Karena sekitar pukul tujuh kami harus sudah sampai di tempat pembukaan. Dan ternyata, kami semua baru terbangun pukul enam kurang dua puluh menit! Untung saja di Padang jam segitu masih bisa sholat subuh (walau mepet). Akhirnya, dengan bersiap siap yang super cepat, jam enam lebih seperempat kami meninggalkan kamar. Fiuh …

Aku makan pagi hanya bersama Rahma. Ternyata, memang seringnya akan seperti ini untuk satu minggu ke depan. Kami sih ingin sekali bisa makan bersama anak Jateng yang lain. Namun, nasib selalu berkata lain. Mereka yang di lantai tiga jarang sekali turun untuk makan dalam waktu yang bersamaan denganku dan Rahma. Entah kami atau mereka selalu lebih dulu. Kami juga nggak mungkin menghabiskan waktu dengan janjian lewat sms atau telefon cuma buat makan. Tapi, ya sudahlah … diam-diam aku bersyukur, karena tidak melulu bergaul dengan kontingen asal, aku jadi mendapat banyak teman baru yang secara tidak sengaja makan di meja yang sama.

Continue Reading

Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 7: Menjejakkan Kaki di Ranah Minang)

Alhamdulillah, sampai juga di Bandara Minangkabau! Perasaanku saat turun dari pesawat, bisa dibilang nggak karuan. Senang sudah sampai tujuan dengan selamat, senang karena untuk pertama kalinya bisa menginjakkan kaki di bumi Sumatra, senang karena bisa mengunjungi tempat yang diceritakan Ahmad Fuadi dalam novelnya, senang menerima kenyataan bahwa Bandara Minangkabau itu sangat bagus (intinya lebih bagus dari Bandara Ahmad Yani, itu sangat melegakan 😛 ). Rasa berdebar itu juga mulai muncul. Ya Allah, semakin dekat dengan hari H … batinku. Namun, rasa waswas itu segera terhapus ketika bisa kembali berkumpul bersama teman-teman dan berbagi canda.

Kala itu, ruang pengambilan bagasi penuh dengan makhluk berbatik coklat (kontingen Jateng) dan oranye (kontingen DKI Jakarta). Perwakilan Jateng yang berjumlah 55 orang memang cukup banyak. Kami berfoto terlebih dahulu sebelum akhirnya memasuki bus yang telah disiapkan panitia. Bus itu akan membawa kami ke hotel.

Continue Reading