Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 6: Mengarungi Angkasa Sumatra)

Sebelumnya, aku mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pengurus tim OSN Jawa Tengah 2014. Aku tahu, pembinaan yang berlangsung dari tanggal 3 sampai 13 Mei itu telah dirancang untuk menyenangkan siswa sebaik mungkin. Aku pernah mengutarakan sebuah hipotesis, kalau kami terus melaksanakan rutinitas seperti saat di training center, yaitu: Mulai belajar jam 7-12, dilanjut pukul 1-setengah 4, kemudian jam 4-5, dan jam 7-9 malam dan dengan beban buku yang kami bawa di dalam tas, maka seharusnya pertumbuhan kami terhambat dan berat badan bertambah. Tapi untuk saja tidak terjadi🙂

Dan lagi, sudah terjadwal setiap pagi dari pukul setengah 6 sampai jam 6 lebih seperempat atau setengah 7, yaitu olahraga! Pernah juga sekedar jalan santai sampai ke Simpang Lima, selebihnya pemanasan biasa dan game-game sederhana. Tapi … yah, begitulah. Aku pribadi selalu mager setiap hari. Terus mau mandi dan siap-siap ke kelas jam berapa, kalau pukul setengah tujuh baru selesai? Kadang aku merasa kurang dalam memahami materi, jadi butuh belajar pagi hari (terlaksananya jarang). Atau rasa kantuk yang belum hilang sepenuhnya, jadi butuh tambahan waktu tidur (terlaksananya sering). Jadi, maafkan Salsa yang tidak mengikuti kegiatan dengan baik, wahai segenap panitia😀

———–

Pagi hari tanggal 15 Mei adalah pagi yang berbeda. Kami merubah segenap aktifitas kami biasanya. Bangun sedikit lebih pagi, menata barang bawaan, dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Tiba-tiba sudah mau berangkat saja! Batinku saat melangkah menuju bus yang akan membawa kami ke Bandara Ahmad Yani. Kami berangkat pukul delapan dan sampai disana sekitar pukul setengah sembilan. Kalau tidak salah, keberangkatan kami baru pukul 10.45. Entah apa saja yang harus kami lakukan ketika menunggu … Akhirnya aku membuka laptop dan bersosial media ria, jelas bukan moodku untuk membaca buku😀

Selfie ketika di boarding lounge, dengan mengenakan pin tim OSN Jateng 2014

Yaps, itu dia pin dari Jateng sekaligus tanda pengenal kami, yang harus kami kenakan kapan pun dan dimanapun selama OSN berlangsung! Supaya mudah dikenali, begitu kata panitia. Dan kelak terbukti bahwa tanda pengenal ini berguna juga😉

Aku bersyukur sekali, karena berkesempatan untuk terbang dengan maskapai Garuda Indonesia pertama kalinya. Hehe maklum … selama ini keluargaku cukup mengirit ketika berpergian menggunakan pesawat, jadi belum pernah naik Garuda. Aku selalu teringat harapan Umi buatku. Katanya, beliau ingin aku merasakan berbagai kenikmatan, semisal pergi keluar negri, bersekolah, tinggal di negara lain, dan sebagainya tapi tidak dengan kocek dari kantung sendiri, melainkan karena orang lain yang menghargai apa yang kulakukan (beasiswa, dibiayai perusahaan, dan sebagainya). Umi bilang, pasti enak kemana-mana dibiayai orang lain gara-gara kelebihan kita🙂 Benar juga sih … Dan aku senang sudah bisa mulai merasakan kenikmatan itu bahkan diusia yang masih belasan. Semoga jadi ladang menambah ilmu dan pengalaman, deh!

Penerbangan pertama adalah menuju Bandara Soekarno Hatta. Kami akan transit sebentar lalu melanjutkan perjalanan ke Padang. Selama di pesawat, aku memutuskan untuk menonton film Negri 5 Menara. Aku sudah pernah membaca novelnya (sangat recomended (y) ). Belum setengah jalan aku menonton, kami sudah mendarat. Yah, penerbangannya memang tidak lama, hanya sekitar 45 menit.

Kami menunggu sekitar 45 menit di Soetta, baru kemudian kami menaiki penerbangan selanjutnya. Rupanya, kami satu pesawat dengan setengah rombongan tim DKI Jakarta. Kali ini perjalanan ditempuh selama sekitar satu setengah jam. Aku sangat excited, aku akan melewati angkasa Sumatra untuk pertama kalinya! (hehe… lebay) Aku memutuskan untuk melanjutkan  Negri 5 Menara. Tiba-tiba aku tersadar bahwa … daerah asal Alif, tokoh utama dalam film itu, tidak hanya bisa kusaksikan lewat layar, namun sebentar lagi aku bahkan akan menginjakkan kaki di tanah Minang! Subhanallah … betapa sebuah kebetulan😀

Ketika terdengar pemberitahuan bahwa pesawat akan segera mendarat, kebanyakan penumpang (yang kebanyakan adalah anak OSN) buru-buru memanjang leher, berusaha mendapatkan sedikit view keadaan diluar lewat jendela pesawat.

Pesawat semakin merendah, pemandangan diluar semakin jelas terlihat. Laut, pesisir. Kemudian mulai nampak daerah yang padat oleh rumah penduduk. Aku sedikit menggernyitkan dahi. Kagum bercampur heran melihat topografi wilayah itu. Bukit-bukit kecil yang masih rimbun dengan pepohonan, dikelilingi oleh rumah penduduk. Bukit-bukit yang berbaris juga terlihat di kejauhan.

Guncangan khas landing mulai terasa. Beberapa menit kemudian, pesawat telah mendarat dengan sempurna. Penumpang langsung berdiri dari kursi masing-masing dan membawa barang bawaan mereka. Aku mengikuti arus manusia yang akhirnya membawaku ke bangunan Bandara Minangkabau.

Aku telah menjejakkan kaki di tanah kelahiran Alif.

 

 

BERSAMBUNG

2 thoughts on “Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 6: Mengarungi Angkasa Sumatra)

  1. Khairunisa Rahma

    Kak, KEREN BINGITSSSSSSSSSSSSSSS. JADI FLASHBACK OSN KEMARIN. JADI KANGEN SEMUANYA. HAHA AKU JUGA NGGAK PERNAH IKUT OLAHRAGA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s