Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 3: Kesempatan Itu)

OSP berlangsung tanggal 19 April, sedangkan pengumumannya dijanjikan akan muncul tanggal 29 April. Cukup lama bukan? Ada jarak dua minggu diantaranya. Dan … harus kuakui, sekarang aku bisa bilang bahwa dua minggu itu adalah dua minggu TERMALAS dalam sejarah aku persiapan OSN dari tingkat kota sampai nasional. Tentunya, teman-teman pernah merasa jenuh bukan? Mempelajari hal yang sama … Sedangkan untuk biologi, memang harus terus review. Bukan, bukan berarti aku udah dewa banget jadi merasa menguasai semua materi. Aku capek aja, bosen. Belum lagi, semangat belajarku nggak tercharge dengan maksimal. Muncul pemikiran, ‘Ah, iya kalau aku lolos. Kalau enggak mending ikut pelajaran’.

Dan lagi, minggu-minggu itu adalah jaman bejibunnya TUGAS KELOMPOK. In case you don’t know, I’m not really enjoying team assignment. I always end up do it by myself, so I will be sure that the assignment is done well (this is because I’m being so perfectionist). Tapi kayaknya guru-guru pengen merubahku -,- jadinya mereka memberi banyak tugas kelompok demi aku *mulai ge er*.

Yaah it turns out not to be as bad as I imagine. Geography, bisa terselesaikan dengan penampilan kelompokku yang kocak dan mendapat pujian. Chemistry, presentasi kami mendapat nilai yang baik dan makalah kelompokku bisa terselesaikan bahkan sebelum aku berangkat OSP. Penampilan kelas kami mendapat juara satu dalam Ecology Week. Dan, tugas video untuk Turkish bisa selesai walaupun penuh perjuangan😦

(Pssst, aku baru tahu sepulang dari OSN, bahwa video Turkish kelompokku juara satu di kelas dan setiap anggota kelompok kami mendapatkan jersey Fenerbahce :’)

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTsiNoslWddLHwhiBaWdElYpfxbTgYeGKDojpIU9y1UEkHKqk67

Jersey Fenerbahce gratis , Alhamdulillah🙂

Namun, sebelum aku tahu semua akan berakhir seperti itu, aku benar-benar merasa nggak maksimal belajarnya. Pas outing malah bikin power point. Pas outing malah nyiapin penampilan. Pas outing malah bikin skenario buat video. Pas outing malah ketiduran –” Dan aku sering mengingatkan diriku sendiri ‘Salsa, kalau kamu lolos, nggak sampai sebulan lagi pertandingan sesungguhnya di nasional, lho!’

Sampai pada suatu malam, aku iseng-iseng buka laptop dan internet. Kalau nggak salah, waktu itu aku mau mengirim email ke abi. Setelah selesai, aku melihat ada yang bikin status di facebook ‘Selamat buat yang lolos ke Padang …’ DEG. Aku cuma baca sampai situ. Buru-buru aku membuka web dikdas.kemdikbud.go.id dan … Benar saja! PENGUMUMANNYA SUDAH KELUAR.

Perutku mules lagi. Biasa. Aku mendekap laptopku sesaat (?). Kemudian, aku terus menyebut asma Allah sambil mengklik pengumuman untuk mapel Biologi. Aku bisa merasakan tanganku bergetar. Aku scroll dowm terus sampai … Nama sekolahku tercantum. Aku bergeser sedikit ke kiri. ADA NAMAKU DISANA. Ya Allah … Alhamdulillah. Namun, aku belum lega. Sama sekali belum. Seperti yang aku bilang, aku nggak bisa sebahagia ITU kalau orang disekitarku nggak bahagia. Pertama, aku membuka mapel fisika. Aku baca dengan teliti, berulang kali. Mencermati semua yang lolos dari provinsi Jawa Tengah. Tapi tidak ada nama temanku. Aku menaruh harap pada matematika. Tapi, sama saja. Tidak ada nama temanku. Tiba-tiba aku menyadari sesuatu yang membuatku sedikit begidik. Aku satu-satunya wakil SMP Semesta.

ImageYah, sepertinya tim biologi Jateng kali ini cukup sedikit. Hanya 12 orang. Kebanyakan dari mereka sudah kukenal semenjak pembinaan OSP. Aku segera memberitahu temanku yang belum tidur (ketika itu sekitar pukul setengah sebelas malam). Mereka ikut senang, namun tidak bisa sesenang itu. Well, kami semua sedih. Sekolah juga pasti akan sedih. Sudah tiga tahun berturut-turut paling tidak siswa SMP Semesta menyumbang 3 medali. Bahkan sekitar empat emas didapat sejak tahun 2009.

Namun, ya sudahlah. Justru karena aku satu-satunya, maka emas harus diraih. In shaa Allah memang ini jalan yang terbaik. Adik kelasku tampak sedikit terpukul. Namun, aku berusaha menghiburnya. “Ciee keren banget masih kelas 7 sampai OSP. Yuk yuk, cheer up yuk! Tahun depan emas!”

Semoga saja :’)

Aku tinggal menunggu panggilan dari Jateng untuk mengikuti training center. Aku sangat bersemangat. Semangat belajarku terisi kembali. Bismillah!

BERSAMBUNG

2 thoughts on “Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 3: Kesempatan Itu)

  1. Ka salsa, bedanya passing grade sama perwakilan itu apa? Soalnya aku jadi perwakilan aja..

    • Jadi, perserta OSP nilainya dikumpulkan. Lalu, diambil berapa besar. Misalkan, 70 besar. 70 besar nasional ini masuk OSN lewat “Passing Grade”. Nah, kemudian dilihat lagi nilai dari masing-maisng provinsi. Juara 1 dan 2 dari setiap provinsi akan masuk sebagai “Perwakilan”. Jika ada provinsi yang sudah ada yang masuk di Passing Grade, maka Perwakilan dari provinsi itu adalah siswa yang nilainya lebih rendah dari yang masuk Passing Grade.

      Kalau OSP, artinya nilai Perwakilan memang lebih rendah dari Passing Grade (setahuku). Tapi nggak apa kok, nggak ada pengaruhnya. Semua bisa berjuang dengan sama rata! Semangat terus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s