Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 2: OSP, Pintu itu Mulai Terbuka)

Ada sesuatu yang terasa kurang. Ketika pagi itu aku dan dia berjalan beriringan menuju ke sekolah. Namun, ia berbelok menuju kelas. Melambaikan tangannya dan mengucapkan semangat buatku. Aku membalas lambaiannya. Tiba-tiba, hatiku tergelitik, ‘Bukankah aku harusnya menuju perpustakaan bersama dia?’ Kemudian aku sadar. Allah sudah memberikan yang terbaik. Aku tersenyum kembali dan melangkah untuk mulai pacaran. Sama buku biologi. Di perpustakaan.

Aku telah menghitung, kira-kira aku punya waktu satu bulan untuk menggilas habis semua materi. Kubuat jadwal belajar di Ms excel. Kembali aku menjadi siswa kelas delapan yang ‘ada dan tiada’ di kelas. Tanggal 13 April, akhirnya aku berangkat menuju gedung P4G, semacam gedung pelatihan dengan fasilitas penginapan milik pemerintah di Semarang. Disana, kami akan mendapat pembinaan dari tanggal 13-17 April. Tanggal 18-nya kami berangkat ke tempat lomba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Tanggal 19 April, barulah pertempuran untuk mendapat tiket ke Padang dimulai.

Saat pembukaan training 4 hari itu, kami dikumpulkan pada sebuah aula (yang akhirnya kutahu bisa disulap menjadi kelas nantinya) untuk mendengarkan … Ok, aku kurang tahu siapa beliau. Intinya, Bapak perwakilan dari Dinas Pendidikan Jateng itu memberi kami semangat. Menceritakan kisah kejayaan Jawa Tengah dalam OSN-OSN sebelumnya. Bagaimana ‘Juara Umum’ menjadi predikat yang sudah melekat dengan nama Jawa Tengah sendiri. Diikuti janji-janji Pak Gubernur untuk memberi penghargaan lanjutan bagi siapa saja yang memperoleh medali. Aku percaya dengan semua itu. Sudah jelas betapa carenya Jawa Tengah dalam urusan OSN ini. Well, salah satu yang membuatku memilih masuk Semesta adalah, karena di bawah provinsi Jateng, pembinaan pra maupun pasca OSNnya cukup menjajikan. Keseriusan mereka layak untuk dicontoh provinsi lain, termasuk provinsi asalku sendiri😀 hehe.

Oh ya, aku juga mendapatkan seorang teman sekamar dari Semarang. Naomi namanya. Seharusnya pnghuni kamar kami ada 3 orang. Namun, sore hari tanggal 13 April itu, aku mendengar kabar mengejutkan. Orang tua Ela datang ke kamar (Kebetulan, aku kenal Ela karena ia sekamar denganku saat OSN SD di Manado, orang tuanya juga pernah berkunjung). FYI, Ela ini meraih medali emas bidang fisika di OSN 2013. Kerennya, dia berhasil melanjutkan hingga IJSO dan menyabet perunggu. Kekerenannya berlanjut, saat OSK dia menduduki peringkat pertama.

Kata orang tua Ela, Ela tidak diijinkan mengikuti OSN Biologi, karena dianggap sudah mencapai tahap internasional, dimana IJSO juga memperlombakan biologi. Aku sempat kecewa. Aku selalu mengagumi Ela (sewaktu sd dia juga meraih emas!) dan orang tuanya yang hangat dan ramah. Cukup kaget juga, sewaktu Mama Ela menyapaku. ‘Eh, tante masih inget?’ Hehe. Pokoknya semangat terus buat kamu, El. Pasti terbuka jalan yang lebih baik🙂

Begitulah … Akhirnya aku dan Naomi berdua di kamar. Lalu, bagaimana jalannya pembinaan? Cukup … warna-warni. Hehe. Bertemu empat dosen pengajar yang akan membimbing kami lagi kalau lolos ke nasional. Lalu suasana kelasnya … Ah, bayangkan saja 35 orang dalam satu kelas. Yang pasti hukum seleksi alam berlaku sekali untuk memperebutkan tempat duduk paling depan😀

Sejujurnya, aku merasa makin kelabakan setelah pelatihan itu usai. H-1 alias tanggal 18 April, aku mereview beberapa materi yang belum kukuasai dengan maksimal. Justru, dalam pelatihan itu aku mendapat TERLALU banyak hal baru. Seakan-akan mendapat pencerahan ‘Oh ternyata gitu toh’, tapi pencerahan itu semakin membuatku terbebani, karena aku jadi banyak belajar materi-materi baru dan nggak sempat mereview yang lama. Aku sadar. Banyak banget yang belum aku ketahui selama ini. Namun, itu malah menjadi semangatku. Bahwa, jika aku lolos ke nasional, aku berkesempatan untuk menimba ilmu LEBIH banyak lagi. Ya, itulah momen dimana aku bahagia belajar biologi. Bahagia karena bisa mengerti molekul dan organisasi kehidupan di atasnya. Bahagia yang sederhana, tanpa sarat. Sesimpel itu hingga rasanya mendapat medali nggak bisa disejajarkan dengan ilmu baru yang kudapat.

Dan teman baru. Ya, tentu saja … Aku bertemu cewek-cewek heboh dari kamar 210 (kamar yang… ah nanti saja :p). Secara nggak sengaja kami duduk berdekatan. Aku lupa bagaimana tepatnya kami berkenalan. Namun, semua itu tampak mengalir saja. Tak lama kemudian, Aisha, Fira, Rahma, dan aku meributkan kelas dengan canda tawa kami.

Tibalah hari itu. Pagi hari tanggal 19 April, aku menyempatkan diri menelepon umi.

“Mi, aku merasakan itu lagi.” ucapku.

“Merasakan apa?” tanya umi.

“Perutku muleeees lagi,” desahku putus asa. Terdengar tawa diujung telepon.

“Nak, nak, berapa kali sih, kamu merasakan seperti itu. Kuncinya itu TENANG. RILEKS aja. Bisa kok, bisa,” Abiku turut menyemangati.

Aku nyengir sendiri. Dasar Salsa, sakit perut tampaknya merupakan reaksiku dalam keadaan tertekan. Itu sudah menjadi kebiasaan setiap akan menghadapi sesuatu yang menantang. Apa teman-teman juga punya hal unik seperti itu? Sesuatu yang selalu menyerang dalam keadaan nervous? Haha, aku harap teman-teman tidak merasakannya, atau kalaupun iya maka jangan sampai menganggu aktifitas kita. Karena dalam kasusku, itu cukup menganggu😦

Baiklah, aku berusaha menarik nafas, menenangkan diri, berdzikir, membaca Al Ma’tsurat. Alhamdulillah, sakit perutku perlahan mereda dan …. hilang. Aku terus berdzikir, sampai waktu mengerjakan dimulai.

Dan … selesai! FIUH! Aku meletakkan lembar jawabanku di meja dan meninggalkan ruangan beserta peserta yang lain. Sungguhan deh, soal provinsi itu … menyita waktu, pikiran, dan tenaga sekali. Aku nggak punya waktu santai. Beda sekali, nggak seperti OSK. Waktu dua setengah jam menurutku mepeeet banget. Tapi Maha Suci Allah, aku cukup percaya diri untuk soal kali ini. Susah memang. Tapi alhamdulillah beberapa hasil ‘cap cip cup’-ku (cap cip cup disini adalah hasil pertimbangan setelah pilihan yang paling tidak mungkin dieliminasi, kemudian pilihan yang tersisa dipikirkan matang-matang, lalu dipilih yang paling MUNGKIN, hehe …) ternyata tepat. Isian singkatnya juga lumayan gampang, jadi yah … Aku berdoa saja semaksimal mungkin. Allah knows the best, and we don’t🙂

Sedih juga berpisah dari teman-teman yang aku kenal di OSP. Tapi senang juga karena sekarang kontak di hpku terisi oleh nomer dari berbagai daerah di Jawa Tengah. ‘Semoga berikutnya dari seluruh penjuru Indonesia,’ batinku.

Kami saling mengucap janji, akan bertemu lagi untuk persiapan menuju tingkat nasional. Karena kami akan lolos. Begitu harapan kami saat itu. Harapan yang … tercapai untuk beberapa orang, tapi tidak untuk sebagian yang lain😦

BERSAMBUNG

6 thoughts on “Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 2: OSP, Pintu itu Mulai Terbuka)

  1. serius kakak keren (y) bangga deh. kapan saya bisa begini😥

  2. I. Ramadhan

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Kak, jadi aku tuh tahun 2016 ini rencana ingin bisa ikut IJSO. Tapi setelah masuk smp (setahun yg lalu), aku baru tahu kalo smp ku itu gak bisa ikut OSN (soalnya madrasah) jadi cuman bisa ikut KSM. Waktu itu ada tes untuk kelas olimpiade, nah aku keterima fisika. Nah, habis itu kan diberi pembinaan rutin. Selam pembinaan aku tuh merasa fisika untuk sedikit memusingkan (padahal ketrima di fisika peringkat 2 se-sekolah). Jadinya, aku memutuskan untuk pindah ke biologi. Pas coba biologi, aku ngerasa gurunya kok gak enak. Terus aku pindah ke fisika lagi (plin-plan emang). Nah, waktu pun terus berjalan sampe aku itu sudah tidak lagi menyukai fisika (padahal masih pembinaan fis). Saat waktu liburan, aku sempat membaca buku kedokteran dan campbell punya ayah. Gara2 itu aku jadi suka biologi. Di kelas 8 pun aku memutuskan untuk pindah ke biologi. Alhamdulillah dibolehkan dan aku merasa nyaman di bidang itu (karena gurunya ganti, yeyeyey). Akhir-akhir ini aku mengikuti seleksi KSM BIO, dan alhamdulillah lolos (diambil 3 anak). Seminggu setelahnya, aku diberitahu oleh WAKA kurikulum kalo sekolahku tahun ini bs ikut OSN. Nah, disitu aku yang dulu tahunya kalo OSN itu IPA-nya misah ternyata gabung lagi. Nah, aku merasa bahagia sekaligus sedih. Gatau kenapa (?). Setelah itu aku juga dikasih tau klo yg lolok seleksi KSM fis dan bio bakal diseleksi lagi u? OSN IPA. Aku merasa belum siap dengan fisika, tapi aku ingin mencoba (tapi pas mencoba itu aku merasa tdk bs (butuh bimbingan). Seleksi dimulai minggu depan. Aku tuh pesimis soalnya gk yakin kepilih (soalnya ada yg lebih pintar IPA). Terus waktu untuk belajarku jug numpuk gegara aku tggal untuk lomba2. Aku ingin bisa, gimana ya kak solusinya? Apakah mngkin OSN bukan jalanku? Solusi yang tepat agar aku bs belajar fisika?

    Terimakasih sebelumnya,
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    • Wa’alaikum salam.

      Hm, jujur saja, aku juga awalnya sangat sangat bingung dengan Fisika. Bisa dilihat kan, dari cerita-ceritaku selama IJSO? Hehe. Tapi… aku coba sih, perlahan-lahan. Fisika IJSO itu setingkat Fisika SMA kok, mungkin kadang soalnya agak lebih kreatif dikit. Waktu itu aku baca buku fisika Giancoli. Untuk setingkat fisika dasar, buku ini termasuk agak sederhana. Tapi, nggak mengurangi keakuratan kok! Malah, anak Biologi mungkin cukup cocok dengan uraian-uraiannya.

      Semisal ada rumus, kita harus tahu rumus itu maksudnya apa. Jangan cuma tahu kalo F= ma tanpa tahu maksud masing-masing komponen dan hubungan diantara mereka.

      Sepertinya materi IPA yang bagian fisika nggak jauh-jauh dari Mekanika, plus sedikit Listrik dan Optik. Kamu cukup beruntung lho, buktinya sekolah kamu sudah menyediakan pembinaan. Karena kamu sudah pernah mencicipi fisika walaupun sedikit, paling nggak kamu udah pernah ‘kenalan’ kan sama Fisika?

      Semangat terus! Kalau bermimpi sampai IJSO, mau nggak mau harus jadi avatar😀 alias menguasai Biologi dan Fisika.

      Barakallah🙂

      • I. Ramadhan

        Kak, gak lolos seleksi sekolah nih….. gimana ya.. rada’ sedih juga. Tapi mamaku bilang, “Mungkin belum rejeki, belum tahun ini. Belajar aja lagi buat SMA.” Benar juga sih. Mohon do’anya juga sih ya kak, sekarang disuruh latihan soal2 OSN-nya SMA.

        Moga bisa ikut IBO, Aamiin.

        Tpi uniknya sih kak, temenku yang lolos itu minta diajarin bio. Ya gak salah sih, soalnya dia anak fisika. Mohon doanya untuk anak yang satu ini. (dia temen baik, kita janjian belajar breng trus biar bs ikut IJSO, tapi…)

        Mohon doanya juga ya kak buat KSM-nya.

        Makasih kak….

      • Oke, semangat dik! Kamu menunjukkan dirimu berjiwa besar. Itu namanya mental Juara Sejati. Pertahankan, ya!

        Nah, seru tuh punya teman seperti itu. Saling mendukung terus ya, semoga Allah berikan hasil yang terbaik. Sukses untuk kalian!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s