Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 1: OSK, Kejutan Pertama)

Alhamdulillah🙂

Berawal dari sebuah pertanyaan di ask.fmku: “Hal pertama yg kamu lakukan ketika mendengar nama mu di sebut menjadi peraih medali emas osn smp” Tiba-tiba kilas balik tentang gelaran akbar yang baru saja kuikuti itu melintaaas di otakku. Berseliweran, masing-masing memori bergatian menampakkan dirinya dan berkata ‘Tulis tentang aku! tulis tentang aku!’ Dan teriakkan mereka itu membuatku tergerak untuk menuliskan semua memori. Dari awal … awal sekali. Sampai akhir … akhir sekali. Sampai akhirnya aku bisa duduk disini mengetik sebuah post pada sebuah blog yang sudah bisa dijadikan prasasti, mungkin (kata anak IPS)😀

Olimpiade Sains Nasional untuk tingkat SMP ada empat bidang. Fisika, Biologi, Matematika, IPS. Yep, I do biology for sure🙂 Tentunya, seleksi itu dimulai dari tingkat kota. Tahun ini diadakan tanggal 8 Maret 2014. Well, aku merasa di sekolahku, ajang OSK yang semakin dekat itu menjadi begitu penting. Kakak-kakak olim kelas 9, terutama, mereka paling aktif nanyain, ‘Gimana persiapannya?’, ‘Rajin-rajin etut, yaa…’,’Semangat, makin deket looh …’ Pokoknya I love them with all my heart banget atas segala support dan role model mereka selama ini #eaaa.

Hihi … intinya aku dan temen seperjuanganku yang anak fisika, bener-bener semangat banget menghadapi OSK. Tiap hari kami tidak mengikuti kelas, belajar mapel olim kami secara mandiri di perpustakaan (istilahnya etut atau outing). Ikut kelas cuma kalau penting banget atau pas ada ujian. Bukan berarti kami seratus persen belajar, loh, selama outing. Yaah, diselingi main-main sedikit. Apalagi sewaktu masih ada kakak olim kelas 9 yang sedang bersiap-siap untuk OSK SMA. Wuuuiih ramainya mereka bikin kangen❤

Oiyaa ada satu fakta yang perlu teman-teman tahu tentang OSN. Satu fakta, yang bisa bikin mules semua anak olim. Di sekolahku, terutama, yang persaingan keluar sekolah aja sudah sedemikian berat. Jadi, PERATURAN PEMERINTAH mengatakan bahwa, untuk OSN SMP, satu sekolah maksimal mengirimkan satu wakilnya untuk setiap bidang. JLEB, menusuk hati banget. Udah biasa buatku, kakak-kakak kelasku dan (semoga enggak) adik-adik kelasku, bahwa sekolah mengirimkan lebih dari satu orang untuk OSK, dan biasanya semua wakil itu masuk passing grade. PASSING GRADE LOH, 35 besar se provinsi. Nggak jarang semuanya masuk top ten. Tapi failed, eliminated. Percuma aja kalo dari satu sekolah yang sama ada yang dapet ranking lebih tinggi. You’re out of the game. Kakak kelasku aja ada yang ranking 3 se provinsi, harus ngalah karena adek kelasnya ada yang ranking satu. S E D I H B A N G E T😥 Tapi ya udahlah yaa, kalau bahas itu lagi bakal panjang banget. Masalah ini yang membuat pengalaman OSN-ku cukup berwarna ……………………………… dengan tangisan.

Jadi aku sama my fellow olimmate-ku itu ngerasain gila-gilaannya belajar olim siang dan sekolah malam. Loh? Iyaa… saat etut malam hari, kami menyalin catatan teman atau belajar untuk quiz. Kinda stressing but I enjoy it anyway. Aku inget banget, seorang temanku pernah komentar, “Enak ya, Sal, jadi kamu. Aku pengen… banget ngerasain. Kayaknya tuh kamu belajar sesuatu yang bener-bener kamu suka. Pasti asyik banget, nggak ada paksaan.” Aku tersenyum mendengarnya. Bisa dibilang, komentar dia membuatku makin semangat. Siapa bilang aku nggak pernah terpaksa? Siapa bilang aku nggak pernah merasa muak, capek, dan malesss banget belajar tentang itu ituuuu aja? Tapi karena dia, aku sadar. Aku sebenernya suka sama yang aku lakukan, bosan itu normal. Namun, namanya usaha harus tetap sabar dan konsisten. Love you temaaans :*

Akhirnya, hari itu datang juga. Kami berangkat menggunakan mobil sekolah ke suatu SMP di Semarang bawah. Awalnya, ada masalah soal daftar peserta. Beberapa adik kelasku yang koordinator olim sekolah kira tidak terdaftar, ternyata terdaftar. Beliau langsung memberi ultimatum untuk mengantarkan mereka ke tempat lomba itu.

Entah kenapa, aku tidak merasa deg-degan samasekali saat OSK. Mungkin juga karena I did it too last year. And it was okay. Alhamdulillah, aku lolos passing grade provinsi juga tahun lalu. Tapi karena kakak kelasku ada yang rank 2 jadi … ya sudahlah. I’ve moved on. Pokoknya, kami menganggur cukup lama di musholla sekolah. Aku benar-benar nggak bernafsu untuk membuka buku meskipun membawa beberapa buku catatan di tas. Akhirnya, aku mengajak olimmateku sholat dhuha sebentar. Setelah selesai, dunia yang sudah cerah bertambah cerah :’)

OSK berjalan lancar. Aku mengerjakan cukup cepat dan cukup santai. Bahkan sempat melamun dan menikmati snack di tengah pengerjaan… hehe. Akhirnya waktu habis, aku berdoa supaya diberi hasil yang terbaik. Kemudian … pulang deh.

Bukan Salsa namanya kalau setelah sampai di asrama nggak buka soalnya lagi (kebetulan soal OSK boleh dibawa). Langsung saja aku mengecek sana sini yang ragu-ragu, aku menunjukkan soal itu ke kakak kelas dan coba mereka-reka, kira-kira berapa skor akhirku. Intinya, aku susah move on setelah mengerjakan soal. Soal itu bakal aku pelototin lagi dan lagi, aku bawa kemana-mana dan terus kepikiran sampai … sampai pengumuman OSK keluar.

Ya, pengumuman OSK keluar. Dan itu bikin air mataku tumpah.

Aku sadar, ini bagian dari rencana Allah untuk mendewasakan diriku. Supaya aku yakin bahwa, rencana-Nya nggak terduga, tapi memang itulah yang terbaik buat kita. Saat itu, aku senang. Senang sekali bisa menempati ranking 2 se provinsi Jawa Tengah. Tapi rasa senang itu nggak keluar, terhalangi oleh perasaan sedih yang mengganjal. Melihat olimmateku nggak lolos seleksi.

Kenapa aku nangis? Aku melihat dia sebagai orang yang ceria, heboh, suka teriak-teriak, suka membagi mimpinya ke siapapun, suka berbagi cerita tentang apa saja. Aku memutuskan untuk nggak bilang ke dia. Biarlah dia tahu sendiri. Berita itu sudah mengangetkan banyak orang. Dari beberapa anak olim fisika, dia menjadi kandidat terkuat selama ini. Namun nyatanya, orang lain (yang biasanya) di bawah dia malah lolos. Entah kenapa, aku yakin dia masuk 35 besar. Hanya saja … rankingnya terkalahkan.

Aku nggak kuat … bener-bener nggak kuat waktu dia mulai bahas lagi impian kita berdua, buat ikut IJSO, International Junior Science Olympiad yang bisa diikuti peraih medali OSN biologi dan fisika. Atau … ketika dia mulai berkata ‘Sal, pokoknya nanti pas OSN … aku bakal kenalan sama banyak orang.’ ‘Yaaah, kok di Padang ya? Kan aku nggak suka makanan bersantan.’ Setiap mendengar semua pikiran positifnya, hatiku kayak teriris. Sungguh, aku nggak bisa sebahagia ITU ketika temen deketku nggak bahagia.

Ketika dia tahu pengumuman itu, aku tahu dia mencoba tegar. Tapi bendungan air matanya jebol juga. Aku mengerti. Aku sangat mengerti. Mimpi yang telah ia tanam dalam-dalam dilubuk hatinya, seakan menguap begitu saja. Mimpi meraih medali emas. Mimpi ikut IJSO. Lebiiih menusuk lagi ketika, ketika mimpinya mirip dengan mimpiku. Ketika seakan-akan, aku masih punya kesempatan, tapi dia tidak. Padahal kami sudah sedekat itu dalam membagi mimpi kami. Ah … apalagi ya, kata-kata yang tepat. Anggap saja, misalnya, mimpimu adalah mencapai puncak Gunung Everest bersama Ayah. Tapi akhirnya kamu mencapai puncak Gunung Everest sendirian. Bukankah ‘bersama ayah’ saja sudah merupakan setengah dari mimpimu? Maka, setengah dari mimpiku menguap pula.

Alhamdulillah, dia bisa cukup cepat bangkit. Aku bangga padamu, teman🙂 Aku yakin banyak hal yang bisa kamu lakukan. Aku yakin ini cara Allah membuatmu lebih baik. Anggap saja kamu bukan kalah dalam peperangan. Kamu hanya mendapat tambahan waktu untuk menyiapkan amunisi. Sehingga, ketika peperangan semakin memuncak, kamu hadir disana dan menjadi pahlawan.

Sedangkan bagiku … Ya, setengah mimpiku hilang. Tapi setengah mimpiku masih bisa diperjuangkan. Katanya, mimpinya menjadi mimpiku juga. Maka aku harus terus berjuang. Karena kini, mimpiku utuh lagi. Aku akan segera menyongsong seleksi OSN tingkat provinsi. Bersama satu temanku untuk bidang fisika, dan satu lagi adik kelasku untuk matematika. Perjuangan baru dimulai!

 

 

BERSAMBUNG

2 thoughts on “Olimpiade Sains Nasional SMP 2014 (Part 1: OSK, Kejutan Pertama)

  1. SALSAAAAAAAA SUMPAH AKU TERHARU BACANYA HIHI LOVE YA MUCHH SEMANGAT IJSO NYAAAAAAAAAAA!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s