Kepo yang Indah

Hai blog! Kelihatan banget kamu udah berdebu, malah di beberapa sudutmu sudah tercipta jaring laba-laba, pertanda aku tak sekali pun menggubrismu untuk sekian lama. Masih maukah kau bersua denganku? Baiklah, blog, maafkan aku ya, kini kusiap menorehkan kembali kisah-kisah hidupku (atau siapa saja) lewat dirimu.

I’m back. That’s for sure. Kenapa lama menghilang? Karena sekolah hehe. Alasan klise? Nggak apa, yang penting sekarang aku disini yeay!

Aku mau berbagi sebuah fenomena di penghujung tahun ini. Sebuah social media yang (setahuku) baru saja booming. Seriusan deh, lebih rame disini daripada twitter!

Yaps, welcome to the world, ask.fm!

Sebenernya itu sebuah socmed yang cukup sederhana. Kalo kita buat akun, orang lain bisa mengirim pertanyaan ke kita, dengan atau tanpa identitas, dan kita menjawabnya! As simple as that. Kalo nggak salah dulu pernah ada socmed serupa, formspring.me namanya. Tapi tahun 2013, aku lupa tepatnya kapan, websitenya ditutup. Memang kelihatan unpopular sekali gitu … Jadi, apa coba yang bisa bikin ask.fm sepopuler sekarang?

Ya karena … banyak hal! Berikut aku mau sharing hal-hal yang menurut aku berpengaruh buat ngehitsnya ask.fm di tengah anak muda Indonesia sekarang. Sekalian beberapa tips supaya media ini jadi lebih manfaat😀 yuuuk …

Tempat yang Tepat buat Kepoers!

Yaps, intinya memang itu kan? Bertanya untuk dijawab? Kalau ada orang penasaran sekali dan ingin cari info tentang seseorang, beruntung sekali orang itu punya ask.fm! Kalau untuk terhubung sama seseorang di socmed lain, harus sama-sama punya akun kan? Intinya sebagian identitas si penanya juga terungkap. Bakal ‘ew’ banget kalo ia bertanya yang aneh-aneh, nggak masuk akal, agak privasi, atau bahkan nggak sopan dengan identitasnya itu (because, believe me, it happens). Atau si penanya takut nggak digubris karena kurang deket, atau bahkan nggak kenal. Di ask.fm, just ask as an anonymous!

Kebanyakan pengguna juga bakal ngerasa ‘terperintah’ buat menjawab semua questions yang ia terima. Kadang pertanyaan aneh, nggak masuk akal, privasi, dan nggak sopan itu juga diladeni. Aku pribadi kurang sreg aja sih, lihatnya. Hey, you have a right not to answer those kind of questions! Takutnya malah menyebar fitnah, jatuhin image dan buka aib. Hmm, try to avoid that, people!

Anonymous Criticus and Judger’s Paradise

Ini masih berhubungan sama mode anonymous yang tersedia di ask.fm. Nggak sedikit, bahkan banyak banget orang yang menghabiskan waktunya buat men-judge orang lain lewat, seriously, bukan pertanyaan, tapi hinaan yang ia tujukan ke seorang pengguna ask.fm. Suka menggernyitkan dahi heran sama anon-anon nggak bertanggung jawab ini. Sampe segitunya, ya? Sedih juga, lihat mereka bisa kurang pengetahuan soal etika bertutur kata. Lebih menggernyitkan dahi lagi ketika yang ditanya membalas dengan jawaban yang nggak kalah pedas.

Kalau gitu sama-sama rugi kan? Pertama, untuk si penanya, hey, even if the person you ask, won’t answer your question, please respect his/her feeling while reading your uneducated words for him/her. Bisa jadi kata-kata itu buat dia desperate, stressful, frustasi yaa… who knows? Itu juga termasuk bullying, nggak baik sama sekali. Boleh deh, kita latih kata-kata kita untuk memberi kritik yang membangun. Pasti dia juga bisa mengambil manfaat. Kalau tetap tersinggung atau nggak berubah, paling nggak kita udah menggugurkan kewajiban bagi sesama muslim (kalo yang bertanya dan ditanya sama-sama muslim yaaa hehe) untuk saling mengingatkan.

Kedua, untuk yang ditanya. Saatnya berkaca dari kritik yang anon lontarkan. Masuk akal kah? Apa memang kamu seperti itu? Jika ya, coba perbaiki. Jika tidak, apa benar enggak seperti itu? Hehe. Kalau udah bernada miriiing banget, irrational, apalagi menggunakan kata-kata kasar, ada baiknya di keep aja pertanyaannya. Nggak usah dijawab. Nggak baik buat image juga, loh. Atau mau berbalas kata-kata kasar? Mending nggak deh, banyak hal bermanfaat yang bisa dilakuin selain buang waktu buat itu!

Terobsesi Likes

Hehehe. Dimana pun yaa, facebook misalnya, ada saja yang terobsesi dapet ‘like’, di twitter: ‘retweet’ dan ‘followers’, ask.fm senada juga, banyak yang berbagi like, dengan pertanyaan ‘likers get?’ yang ditanya bakal jawab … apa pun, terserah dia, biasanya saling bertukar nge like answer gituu dengan jumlah yang disepakati dulu awalnya. Bisa juga pake (+)(-), sejenis kesan pertama si penjawab tentang orang-orang yang nge like answer itu. Atau rate! Jadi ada statement awal, kaya misalnya coklat:cantik, permen:manis, nanti si penjawab, bakal kasih rate itu ke likersnya. Dan banyak lagi, dan banyak lagi …

Seru sih, ya, main begituan🙂 Aku sih nggak pernah, bingung dan heran aja, apa nggak capek gitu? Hehe. Depends on the person itu, mah. Pokoknya berusaha aja ambil manfaat dari apapun aktivitas yang kita lakuin. Kalo kita lihat nggak begitu bermanfaat, better tinggalin aja dan cari aktivitas lain :’) Kan remaja muslim berprestasi! Harus bermanfaat, yayaya? Ok deh …

Then … kok, kayaknya gitu-gitu aja ask.fm? Terus, apa manfaatnya? Adaaa laah, jelas. Banyak malah. Nih ya:

Sharing/Bertanya Ilmu

Nggak menutup kemungkinan loh, kita ketemu sama orang yang punya minat kaya kita, atau berpegetahuan luas, jadi bisa tanya-tanya dan sharing tentang hal yang bermanfaat! Kadang-kadang sebagai orang yang ditanyain kita juga nggak nyangka bisa dapet pertanyaan yang butuh pemikiran cukup dalam. Bagus buat melatih kekritisan kita loh. Asal jangan sampai debat kusir aja, deh, ujungnya. hehe.

Lebih Mengenal Orang Lain dan Diri Sendiri

Jadi, di ask.fm juga populer perintah :

fact : penanya meminta pengguna membeberkan fakta-fakta tentang si penanya menurut dia.

describe : sama sih, lebih mirip ke pendapat pengguna tentang si penanya.

impersonate : kata-kata yang jadi ciri khas atau sering diucapkan penanya.

Cukup sederhana, biasanya kita bisa bertanya ke orang lain ‘impersonate aku dong’ atau ‘imdes fact salsa’ (imdes= impersonate & describe), kita jawab aja tentang orang-orang itu sesuai pendapat kita tentang mereka. Tentu nggak sejujur-jujurnya sampai semua aib diceritain ya enggak, cuma yang umum aja, yang unik dari dia, khasnya dia, dan sebagainya. Biasa yang minta imdesfact gini udah kenal kita lumayan deket. Gunanya? Kita bisa menilai diri kita kayak gimana dari pendapat mereka, terus kita juga bisa meningkatkan kepercayaan diri teman kita dari kelebihan-kelebihan yang kita beberkan dari dia. Intinya, saling membangun. Bakal mempererat persahabatan juga kok.

Memancing Ide

Ini aku pribadi ngerasain banget. Terkadang question yang kita dapat unpredictable. Nggak terduga. Kemudian buat kita merenung, berpikir. Kita jawab dengan penuh kesadaran dan perasaan. Malah supaya fix kita sekalian cari referensi agar bisa sharing ilmu yang bermanfaat lewat menjawab itu. Dan … booo! kamu malah membuat suatu esai singkat sebagai jawaban😀 Dengan ide-ide yang didapat dari pertanyaan itu, bisa kita buat versi panjangnya. Terus dituangkan dalam bentuk tulisan. Pastinya lebih bermanfaat deh🙂

Ketemu Teman Baru

Bisa kenalan? Bisa, dong! Aku pribadi belum pernah mengalami, sih, tapi mungkin akan🙂 sebenernya untuk cari teman kurang cocok di ask.fm kayaknya. Habis, komunikasi berjalan searah kan? Kau tanya kan kujawab. Gituuu … hehe. Terus info tentang identitas diri juga terbatas. Ujung-ujung kali kita minta twitter/pin bb/surfing di blognya sekalian buat kenal lebih deket. Tapi kalau emang udah takdir pasti nemu kook :’) (ini ngomongin apa ya)

Ketemu Temen Lama

Sama seperti kebanyakan socmed, bisa menyatukan teman yang lama terpisah {} Apalagi answer di ask.fm nggak terbatas karakternya. Jadi kalau mau tanya yang jawabannya sepanjang satu buku campbell monggoo aja, tapi selama menjawab ntar malah lupa sholat yaa? enggalah._.

Semua hal kayak uang koin. Punya dua sisi. Baik. Buruk. Tinggal lebih condong kemana aja yang membedakan seorang dengan lainnya. Yang membedakan remaja muslim berprestasi dengan kebanyakan orang, tentu karena pilihannya (In sya’ Allah) selalu membawa kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain! Semua hal bisa jadi media dakwah, tergantung gimana kitanya. Doing something wisely makes everything better. So? Nunggu apalagi?😀 Ask me, cure your curiousity!

3 thoughts on “Kepo yang Indah

  1. ask.fm ada limit karakternya Sal TT

  2. Iqbal Pratama

    Setebal buku campbell LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s