Bee-Oh-Logy

Akhirnya… blog ini bangkit dari kuburan😀 Sebelumnya, Salsa minta maaf karena sudah 1 tahun lebih nggak update blog ini. Banyak banget peristiwa yang terlewat … Tapi, Salsa harap Salsa mulai bisa istiqomah ngisi blog ini saat pulang. Pulang? Pulang darimana? Hohoho… Sekarang Salsa udah bukan anak Malang lagi . Salsa sekolah di Semesta Bilingual Boarding School Semarang. HAH? Semarang? Iyaa🙂 Seperti yang sudah dijelaskan di post sebelumnya, alhamdulillah Salsa dapat beasiswa 3 tahun di SMP Semesta, Semarang. Sebagai siswa asrama yang tinggal jauh dari rumah, Salsa nggak pernah dapet akses internet. Maksimal saat pulang, dan saat di rumah pun terlalu banyak godaan untuk melakukan hal lain selain mengisi blog. Belum lagi, waktu itu pernah lupa e-mail, jadi nggak bisa buka blog ini-_- Yah, cerita lengkapnya panjang sekali. Intinya, dunia udah nggak kayak dulu lagi ^^

Sekolah Salsa terkenal sebagai sekolah olimpiade. Well, namanya juga sekolah PASIAD (organisasi kemanusiaan dari Turki), yang notabenenya merekrut siswa berprestasi dari seluruh Indonesia dan memfokuskan mereka untuk kegiatan olimpiade. Saat awal masuk, Salsa tinggal sekamar sama kakak-kakak olimp kelas 8. Kebanyakan dari mereka anak Jawa Timur yang, mmh…   ‘mengkhianati’ provinsi asalnya dan berjuang untuk Jawa Tengah ^_^ Salsa juga kenal sama anak beasiswa kelas 7, Alzana, juga dari Malang. Di sekolah, dibuka seleksi olimpiade. Untuk SMP ada 4 mapel. Matematika, Fisika, Biologi dan IPS. Anak beasiswa tentu wajib ikut seleksi ini. Dan hasilnya, yah, selalu diterima.

Mengingat pencapaian Salsa saat SD, sebuah medali perak OSN SD bidang IPA, Salsa merasa nggak bisa jauh-jauh dari itu. IPA sendiri ada dua, Fisika dan Biologi. Berhubung sejak SD Salsa lebih tertarik ke bio, Salsa pilihlah bidang itu. Hasil akhirnya, Salsa satu-satunya anak olimp bio di kelas 7. Di kelas 8 ada dua orang, Kak Saskia dan Kak Dewi. Di kelas 9, ada Rizal Abi (‘Abi’ disini adalah bahasa Turki untuk ‘kakak laki-laki’, panggilan buat kakak kelas & pembina cowok di sekolah salsa. Jangan rancu sama ‘abi’ dalam bahasa arab yang artinya ayah ya :p), ini nih anak Malang yang baru aja menggondol medali emas OSN Biologi SMP 2012 :] *bangga.

Salsa nggak kenal Rizal Abi sih, berhubung sudah kelas 9, jadi nggak lagi ikut pembinaan olim di sekolah. Tapi Rizal Abi sendiri anak dari Pak Amin, dosen biologi UM yang dulu membina Salsa buat OSN SD 2011. Semacam keturunan ato gimana, yang jelas keberhasilan kakak kelas ini bener-bener nyemangatin salsa-kak saski-kak dewi untuk menjadi the next gold medalist! #apasih.

Awalnya agak kecewa sama sekolah, yang selama martikulasi nggak ngasih pembinaan sama sekali. Cuma ada etut, etut, dan etut. Nah, etut itu sendiri artinya self study. Intinya belajar mandiri gitu … bahasa turki sih, dipake di seluruh sekolah PASIAD. Beberapa kali (cuma dua kali–“) dibina sama kakak olim bio kelas 12, itupun mepet banget sama Lomba Biologi di UNNES. Sementara yang Fisika, dari 4 kali pembinaan seminggu, 3 hari ada pembina dan 1 hari etut. Kalo biologi, Senin-Rabu-Kamis etut. Tapi ya sudahlah, pikir Salsa saat itu. Berdasar info dari kakak kelas, nanti juga frekuensi pembinaan meningkat pra-OSN.

Salsa sempat mengikuti even lomba biologi tingkat SMP yang diadakan UNNES. Salsa inget, waktu itu pemahaman tentang biologi masih minim banget. Cuma Alhamdulillah bisa melaju sampai dua puluh besar. Salsa bersyukuur sekali. Di lomba itu ada tahap responsif (kegiatan di Lab), yang akhirnya benar-benar membuka mata Salsa tentang asyiknya biologi. Itu sebuah pencapaian besar bagi Salsa, pencapaian yang men-support Salsa ke depannya untuk ikut even-even sejenis itu lagi.

Akhirnya, kesempatan untuk merasakan ‘tumpah darah’ anak olimp datang. Sekolah PASIAD di Indonesia nggak cuma Semesta. Ada Kharisma Bangsa Tangerang, Fatih Boys & Girls Aceh, Pribadi Bandung & Depok, Sragen BBS, Kesatuan Bangsa Yogya, sama yang paling baru, Banua BBS Kalsel. Sekolah-sekolah itu terkenal sama prestasi siswanya dalam OSN dan even-even olimpiade nasional & internasional. Rahasianya? Selain perekrutan siswa yang sudah berprestasi, PASIAD juga mengadakan Camping Olimpiade secara rutin. Camping disini bukan berarti bikin kemah di tengah hutan dan belajar olimpiade, tapi kegiatan yang berlangsung disatu sekolah selama 2-3 minggu, diikuti siswa-siswa sekolah PASIAD seluruh Indonesia untuk belajar intensif suatu mapel olimp.

Salsa mengikuti Camping Olimpiade Biologi atau sering disingkat Olimp Camp kelas 7 November 2012 lalu. Salsa lupa tepatnya kapan. Yang jelas, camping itu berlangsung selama 2 minggu. Mapel mat dan bio di Kharisma Bangsa (KB), dan fisika di Kesatuan Bangsa (KBS). Kenapa dibilang ‘tumpah darah’? Dari camping ini, Salsa dapet banyaaaak banget ilmu baru. Dapet guru biologi super gokil, Pak Didin, dan temen-temen extraordinary dari seluruh PASIAD. Sayang biologi kelas 7 nggak ada dari Fatih dan Bandung. Terusterus, dimana tumpah darahnya? hehehe. Disana, tentu aja Salsa nggak cuma dapet materi, tapi juga dapet tes dan tugas presentasi. Di akhir camping, bakal di ranking dan hasilnya diberikan ke sekolah masing-masing.

Fiuuh, untuk anak beasiswa, mau nggak mau tekanan itu datang juga. Bukannya apa, Salsa udah dapet tempat tidur, belajar, main gratis dengan makan-minum-nyuci baju terjamin. Dengan posisi sebagai anak olimp, ada tanggung jawab lebih untuk memberikan yang terbaik buat sekolah. Alhamdulillah, hasil Olimp Camp 1 nggak mengecewakan. Bisa banget buat support ke depannya🙂

Selain catetan yang nambahnya nggak nanggung-nanggung, Olimp Camp semacam pencucian otak gitu ya o.O Pulang dari Olimp Camp, rasanya pandangan Salsa dalam hidup ini berubah #eaaa. Maksudnya, ke arah positif dong, ya. Salsa jadi lebih menyadari ayat-ayat Allah yang berhubungan dengan lingkungan dan fenomena alam di sekitar. Kalau ada kejadian apapun, otak ini mulai menghubungkan sama fakta biologis. Huehehe, beneran deh. Untung Salsa punya abi-umi yang setiap hari Rabu-Jum’at-Sabtu-Minggu siap jadi tempat sampah cerita-cerita, opini dan pandangan Salsa mengenai … segalanya🙂

Yang paling ngangenin dari Olimp Camp 1 itu … temen-temen laah. Kelas Biologi paling ribut dibandingin matematika, dan berbagai kejadian aneh bin ajaib tercipta di dalamnya #apabanget. Rasanya dua minggu itu berlalu cepet banget. Kita semua nggak ada yang mau pulang. Iya, kita nggak mau berpisah sama yang lain. Selain itu, kita juga belum siap berhadapan sama FINAL EXAM. YUP! Dua hari setelah kepulangan Salsa ke Semesta, langsung dihadapkan dengan ujian akhir semester.

It was like an impossible thing to do, to catch up two weeks lesson in days or even just nights and hours. It was a mental test for some of us. And I, I got down for a moment. I felt like the whole world wanted me to do all things in the best way. I felt like I wanted to be GENIUS at biology, but I also wanted to be NUMBER ONE at school. “Isn’t that too much?” I thought that time. “Isn’t that a must?” tears fell down from my eyes, and still, abla was beside me. I’m so lucky to have you, Janna Abla🙂 (Really, bla, this is a message from the deepest of my heart :P) She said, in her unique way, that everything’s gonna be alright. That everything will go as it supposed to go. That everything we have done, that every work we have completed, will be paid in a beautiful way as Allah has planned. And… whose plan is better than His?

Iyaa, itu tumpah darahnya, itu🙂 Tapi itu masih tumpah darah pertama dari sekian tumpah darah lainnya … hehe. Oh ya, info lagi, ‘Abla’ disini adalah bahasa Turki yang artinya ‘kakak perempuan’. Di sekolah PASIAD digunakan sebagai panggilan buat kakak pembina asrama, tapi enggak buat kakak kelas. Lah kok? Hehe… nggak tahu juga deh, kebiasaannya memang begitu. Malah sepengetahuan Salsa, semesta itu satu-satunya sekolah dengan budaya panggilan ‘abi’ buat kakak kelas cowok. Kakak kelas cewek ya dipanggil ‘kakak’.

Alhamdulillah, FINAL EXAM semester 1 berakhir dengan cemerlang. Masih lekat dipikiran Salsa, gimana seringnya Salsa-Alzana-Aulia mengujungi ruang guru untuk nyusul tugas dan quiz yang udah tertinggal jauh. Tapi subhanallah, rasanya fisik Salsa mendukung sekali. Pikiran juga selalu fresh, sehingga beban pelajaran, sekali lagi alhamdulillah, nggak terasa berat. Mungkin terbantu sholat malam, al’matsurat, Al-Qur’an, sholat Dhuha dan puasa Senin-Kamis selama ini ya. Alhamdulillah🙂

Nah, itulah rekam jejak Salsa dan biologi selama semester 1 kemarin. Semesta memang LUAR BIASAAA hahahaa #abaikan. Makin ke sini makin kerasa geregetnya, karena OSK udah hitungan minggu. Semoga Allah mengijinkan hamba-Nya ini untuk terus belajar, menutut ilmu, menggapai ridha-Nya dan menegakkan risalah-Nya di bumi ini. Ganbatte! ALLAHU AKBAR! (-^_^-)~o

5 thoughts on “Bee-Oh-Logy

  1. wah, salsa keren ya! aku lihat profilmu bagus banget, sip dah bahasa inggrisnya. aku berharap bisa sekolah SMA di Semesta dan bisa sekelas sama kamu sal🙂

  2. iya yang anak cowok tapi kayak cewek itu loh :p, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s