Ramadhan yang Berbeda

Assalamu’alaikum!

Hai, semuaaa… Kalau lihat dari judulnya, kayaknya telat banget ya. Besok BISA AJA udah Idul Fitri. Tapi ya, better later than never, right?

Oke, jadi dipostingan kali ini Salsa ingin berbagi tentang Ramadhan tahun ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kalo biasanya Ramadhan Salsa cuma di rumah dan tidur melakukan seluruh kegiatan seperti biasa minus ngemil makan, tahun ini Salsa lebih disibukkan dengan sebuah kegiatan yang terdiri dari hanya satu kata, tujuh huruf  tapi sangat berharga; B-E-L-A-J-A-R (eh, itu bener 7 huruf kan? :p) .

Belajar tahun ini bukan berarti hanya bergaul dengan buku pelajaran sih, tapi belajar Biologi dan Fisika (terutama yang terakhir). Alias belajar buat persiapan olimpiade. Belajarnya juga bukan hanya di rumah, tapi dari provinsi kita (Salsa dan lima orang wakil jatim) ada jadwal buat di karantina. Kita di karantina di Hotel Wijaya, Batu, selama 3 season. Satu seasonnya 3 hari.

Terus, ngapain aja selama disana? Ya belajar dong😀 Ada beberapa dosen yang didatangin dari UM buat ngebimbing kita dan memberikan pembinaan. Bener loh, beneran belajar. Karena ya emang nggak ada kegiatan lain selain itu. Main sih, kepingin. Cuma dari 6 wakil jatim, Salsa seorang cewenya😦 Yang lain pada cowok semua. Jadi lah, Salsa gaulnya sama ibu-ibu hehe.

Kayaknya, di Batu bener-bener berlaku hukum “Di Batu aku benar-benar membatu”, deh *itu hukun apaan yak :O*. Di kamar yang kita sewa, nggak ada yang namanya AC! Kalo pun ada pasti nggak kepake, karena kita udah cukup–bahkan SANGAT kedinginan dengan udara alaminya Kota Batu. Sering kalo habis aktifitas diluar, waktu kita masuk kamar dan menginjak lantai, langsung deh mencelat ke atas kasur. Dinginnya lantai kayak es beneran! Kalo udah kayak gitu paling enak mendekam di bawah selimut sambil dengerin lagu😉

Pas season pertama, Salsa kira Batu memang lagi dalam fase dingin2nya. Ternyata setiap hari emang sedingin itu -___-V

Wooke deh, kita balik ke topik utama, soal ramadhan. Alhamdulillah, puasa Salsa tahun ini penuh, gak ada yang bolong. Waktu TC (Training Center, ini maksudnya yang karantina tadi ^^), Salsa alhamdulillah juga berhasil menjalani puasa dengan baik. Tapi ya, itu. Bangun sahurnya sih ga susah, cuman males keluar kamar (atau lebih tepatnya males keluar selimut) saking dinginnya😐

Entah kenapa, di Ramadhan tahun ini Salsa belum merasa melaksanakan seluruh ibadah dengan maksimal. Bahkan Salsa beberapa kali ogah-ogahan ke masjid. Akhirnya, Salsa sholat terawih sendiri di rumah. Rasanya ada yang hilang dan kurang ‘ngena’. Waktu puasa pun juga biasa aja. Nggak terasa lapar dan haus. Padahal sensasi menahan lapar dan hausnya itu loh, yang asyik :)> Harapan Salsa sih, untuk tahun-tahun berikutnya Salsa bisa menjalani bulan penuh berkah dengan ibadah yang mantabbs. Seperti Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh, yang ditengah segala kesibukannya nggak pernah meninggalkan ibadah. Bahkan Salsa yakin, pasti kualitas ibadahnya lebih dibanding kebanyakan orang yang masih punya banyak waktu luang.

Oya, satu lagi nih. Di bulan Ramadhan kan, ada salah satu momen yang ditunggu seluruh umat Islam sedunia. Bukan ditunggu sih lebih tepatnya, tapi di ‘dapatkan’. Karena nggak semuanya bisa menjumpai momen ini. Yups, Lailatul Qadar. Malam Kemuliaan. Malam ketika ibadah kita dilipat gandakan sebanding dengan 1000 bulan. Malam ketika kita memohon pada malam itu, Insya Allah segala urusan kita akan dimudahkan. Malam yang sejahtera sampai fajar. Subhanallah… Betapa beruntungnya orang yang mendapatkan malam ini. Cuman, Salsa malah agak pesimistis bisa beribadah maksimal selama 10 hari terakhir. Salsa malah berpesan ke Umi, “Mi, nanti kalau sepuluh hari terakhir, Umi yang rajin ningkatin ibadah ya. Terus jangan lupa doakan aku termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.” Hehehe… Dasar nggak mau repot :”D

Tapi ternyata, ooh… ternyata, Umi malah dapet bulanan di 10 hari terakhir :”( Haha, nasibb. Dari kejadian ini, Salsa memohon ampun *ceiilaah* atas kekhilafan yang ga patut di contoh itu (semua khilaf ga patut dicontoh kali Sal –“). Sekarang Salsa hanya bisa berdoa, semoga Allah mempertemukan Salsa dengan Ramadhan tahun depan. Amin, ya robbal ‘alamin…

Ya udah, mungkin itu aja yang mau Salsa bagi kali ini. Nggak lupa Salsa nitip doa, semoga Salsa diberi kelancaran untuk olimpiade besok. Doakan yang terbaik, deh :”) Sebelum dan sesudahnya, syukron katsiir, semuanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s